Wednesday, 23 November 2016




Apakah kamu salah satu orang yang bermasalah dengan status jomblo yang hingga detik ini masih menempel padamu? Takut dibilang tidak laku? Atau merasa kesepian karena selalu sendiri?

Beberapa orang memang merasa dirinya manusia termalang di dunia sebab tidak memiliki kekasih atau yang biasa dikenal dengan sebutan jomblo.

Sehingga ada saja yang mememohon untuk mendapatkan pacar instan, hmmm pacar instan? Saya pun baru dengar. Selama ini yang saya tahu cuma mi dan kopi instan. Kalau pacar instan ini rasanya gimana ya? Ah, sudahlah.

Apakah benar jika kamu menyandang predikat sebagai jomblo maka kamu akan menjadi manusia termalang di dunia?

Memiliki kekasih atau tidak sebenarnya itu pilihan masing-masing ya. Hanya saja sedikit gerah jika melihat orang yang terlalu mendramatisir hidupnya seolah dia mahluk termalang di dunia hanya karena kejombloannya.

Padahal menurut saya jomblo punya banyak keuntungan loh. Apa saja itu? Yuk simak!

1. Bebas
Kapan lagi sih kamu bisa jalan kemana saja tanpa ada yang ngatur? Berteman dengan siapa saja tanpa ada yang curiga? Percaya deh, setelah memiliki seorang pacar mau tidak mau kamu harus menghargai perasaannya bukan? Kamu tidak bisa pergi kemana saja dan berteman dengan sembarang orang. Bagi saya, status jomblo ini bisa membuat saya bebas bertemu dan mengenal beragam kepribadian orang.

2. Fokus Mengejar Mimpi
Saya yakin semua orang pasti punya mimpi dan cita-cita. Masa muda adalah masa yang tepat untukmu melakukan apa yang kamu mau dan mewujudkan mimpi. "Loh, pacar kan bisa jadi penyemangat buat mengejar mimpi?" Yakin? Bagaimana kalau misalnya kalian berantem terus kamu galau berlarut-larut sehingga menyia-nyiakan waktu dan masa mudamu? Pikir lagi deh, Sobat KAP!

3. Terhindar Dari Dosa
"Ah, munafik!" Terserah... Pada kenyataannya gaya pacaran anak muda zaman sekarang sering kelewat batas. Menurut saya, kamu sudah cukup pintar untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ingat ya, mendekati zina saja sudah dosa loh.



Memiliki seorang kekasih bukanlah satu-satunya jalan keluar bagi kamu untuk melenyapkan kesendirian dan rasa sepi. Ada keluarga dan teman yang menurut saya justru lebih ampuh mengusir rasa sepi dibanding seorang kekasih.

Jangan sia-siakan masa muda kamu hanya untuk sesuatu yang tidak berguna. Pada akhirnya kamu akan tahu bagaimana caranya menghargai sebuah hubungan setelah kamu dewasa.

So? Masih mau punya pacar instan?




Monday, 21 November 2016




Mata merah, mata kering dan tidur kurang nyenyak. Apakah kamu pernah mengalami ini? Bisa jadi kamu terkena Computer Vision Syndrome. Terutama untuk orang-orang yang bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar komputer atau gadget lainnya. Apalagi bagi sobat pendiam yang lebih suka bergelut di depan layar komputernya dibanding pergi keluar rumah. Saya yakin. Kalian pasti pernah mengalaminya.



Apa itu Computer Vision Syndrome? Dilansir dari lifehack.org, Computer Vision Syndrome tak hanya soal gangguan mata saja, melainkan kondisi yang muncul karena terlalu banyak menggunakan komputer dalam jangka waktu lama dan terus menerus.

Tidak hanya dialami oleh orang dewasa Computer Vision Syndrome juga dapat dialami oleh anak-anak yang saat ini banyak kecanduan video games, tablet, bahkan ponsel.

Berikut ini adalah gejala umum Computer Vision Syndrome:

1. Pandangan mata kabur

2. Melihat sebuah objek, seolah objek tersebut tampak ganda.

3. Mata kering dan mata merah, kadang terasa gatal.

4. Iritasi mata

5. Sakit kepala, bahkan ketika baru menggunakan komputer dalam waktu singkat langsung merasakan pusing.


Lalu bagaimana cara mengatasi Computer Vision Syndrome?

Kamu bisa mencoba teknik 20-20-20. Untuk mencegah Computer Vision Syndrome, kamu bisa menggunakan teknik 20-20-20. Jadi, setiap 20 menit sekali, kamu perlu mengistirahatkan mata selama 20 detik untuk menatap objek yang berada 20 kaki (sekitar 6 meter) dari tempatmu berada. Mudah sekali, kan?

Tapi bagi kamu yang setiap hari menggunakan komputer selama berjam-jam dalam sehari, penting untuk selalu menyempatkan diri mengistirahatkan mata selama 20 menit sekali. Dengan begitu, kesehatan mata bisa tetap terjaga dan terhindar dari mata iritasi atau gangguan mata lainnya.


Nah, bagaimana? Sudah tahu kan apa itu Computer Vision Syndrome dan cara mengatasinya.



Saturday, 19 November 2016





Sekarang ini siapa sih yang tidak memiliki akun media sosial? Nyaris semua orang dari segala kalangan memiliki akun media sosial, bahkan lebih dari satu. Dari kaulah muda segerasi kita, remaja, bapak-bapak dan ibu-ibu. Bahkan balita sekarang memiliki akun media sosial loh. Canggih bukan?

Kecanggihan teknologi memang memudahkan bagi kita. Sekarang hidup tanpa kuota akan terasa hampa, dan apabila jauh dari perangkat telepon pintar serasa kehilangan nyawa. Benar tidak? Betapa galaunya kamu ketika kehabisan pulsa atau kuota dan bagaimana kamu akan uring-uringan ketika mati lampu dan ponsel kamu dalam keadaan lowbat. Sebel tidak? Hayo ngaku!

Tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial adalah penghubung dunia. Dengan sekali 'klik' kamu bisa menyapa temanmu yang berada ribuan mil jauhnya. Bahkan dari media sosial kamu bisa berkenalan dengan banyak orang dari segala penjuru dunia. Tidak heran jika begitu bangun pagi, ponsel adalah benda yang pertama kamu cek setiap hari. Memeriksa siapa tahu si do'i balas whatsaap kamu atau memfollow back IG kamu.

Duh, seru ya hidup di zaman canggih sekarang ini.



Eits, bukan berarti semua itu tanpa cela ya. Ibarat dua mata pisau, media sosial sebenarnya juga dapat memberikan pengaruh negatif bagi penggunanya, apabila tidak menggunakannya secara bijak. Apalagi jika kamu sudah dalam level kecanduan, yang menghabiskan hampir separuh waktunya untuk berselancar di dunia maya. Awas! Ketahui Bahaya Kecanduan Media Sosial

Kamu ingat kapan terakhir kamu mendatangi rumah sahabat lama sekedar untuk silaturahmi?

Kemudahan yang kita dapatkan dari media sosial tanpa disadari merubah kita menjadi manusia individual yang kerap kali hanya memikirkan diri sendiri. Tidak jarang kamu akan lebih memilih menyapa kawan lama mu lewat media sosial daripada mendatanginya. Padahal bertatap muka dan tertawa bersama lebih menyenangkan daripada mengirim emoticon tertawa, tapi belum tentu kita benar-benar tertawa.

Atau kamu pernah mengalami kejadian di mana kamu sedang berkumpul dengan temanmu tapi kalian malah aksyik sendiri dengan ponselnya masing-masing. Kita melupakan mereka yang berada di depan kita dan lebih seru dengan mereka yang berada di seberang sana, yang kadang kita tidak tahu wujudnya seperti apa.

Padahal dunia yang kita hadapi adalah dunia nyata. Bukanlah dunia maya. Jadi harus bijak ya dalam menggunakan media sosial. Harus bisa menyeimbangkan urusan dunia nyata dan dunia maya. Jangan sampai seharian sibuk online terus sehingga melupakan kewajiban di dunia nyata.

Monday, 14 November 2016




Self talk adalah pembicaraan yang terjadi dalam diri seseorang. Dalam keseharian, self talk menguasai sebagian besar pembicaraan yang terjadi pada setiap individu. Hampir sepanjang waktu dalam kondisi sadar, self talk terjadi, bahkan pada saat seseorang berbincang dengan orang lain. Kita berhenti melakukan self talk hanya saat kita tertidur, pikiran kosong, atau jatuh pingsan.

Self talk dimulai ketika bangun tidur. Contoh paling umum dari self talk saat bangun tidur adalah: ”Jam berapa ini? Jam 5.00. Aku harus segera bangun.” Atau self talk yang jarang terjadi tapi bisa dibiasakan untuk terjadi adalah bersyukur karena telah bangun dari tidur, atau karena tersedia satu hari baru untuk kita. Selanjutnya, self talk terus menerus terjadi dalam diri kita. Selama sehari kita beraktifitas, self talk terus kita lakukan. Self talk berakhir saat kita telah tertidur yaitu saat pikiran sadar sangat turun aktifitasnya.

Hal penting yang perlu kita sadari adalah keputusan untuk bersikap dan bertindak ditentukan oleh self talk. Bahkan perintah dari orang lain hanya akan kita laksanakan setelah dipertimbangkan menggunakan self talk. Sebagai contoh, seorang teman meminta bantuan. Sebelum menyetujui permintaan tersebut dalam diri kita terjadi self talk.

“Bisa tidak ya, aku membantunya. Tapi kan aku sedang tidak sibuk. Aku pasti bisa.”

Lalu kita menjawab,”Ok. Aku bisa”. Lalu kita bertindak untuk membantu teman kita, hingga masalahnya terselesaikan. Jika ada keputusan yang tidak didahului self talk yaitu keputusan yang bersifat spontan, maka self talk akan mempertimbangkan untuk melanjutkan, menghentikan, atau mengubah keputusan kita.

Self talk positif akan menghasilkan perilaku positif. Jika perilaku positif menjadi kebiasaan, maka akan tumbuh kompetensi, bahkan aspek kepribadian baru yang positif. Jadi terus menerus melakukan self talk positif akan mengembangkan diri kita secara positif.

SELF TALK UNTUK MEMBANGUN PRIBADI YANG POSITIF
Membangun pribadi yang positif bukanlah hal yang mudah, tapi self talk positif dapat mengefektifkan prosesnya.

Proses itu berlaku baik untuk membentuk pribadi positif maupun negatif. Terutama karena self talk dipengaruhi oleh keyakinan awal. Misalnya, seseorang memiliki keyakinan awal bahwa dirinya tidak bisa menyelesaikan masalah yang membutuhkan kemampuan analisis matematis. Ketika mendapatkan masalah yang membutuhkan kemampuan tersebut akan timbul self talk.

“Masalah ini tidak akan bisa aku atasi.”

Selanjutnya adalah dia bertindak secara negatif menghindari masalah itu, artinya dia menghindari kemungkinan untuk belajar dan bertumbuh. Hasilnya akan negatif, dia tidak dapat menyelesaikan masalah itu. Akhirnya keyakinan bahwa dia tidak mampu melakukan analisis matematis makin kuat. Jika hal ini terjadi berulang kali, maka jadilah dia orang yang benar-benar tidak kompeten untuk melakukan analisis matematis.

Keyakinan sering kali tidak kita sadari positif atau negatifnya, karena keyakinan tertanam di pikiran bawah sadar. Apa yang ada di pikiran bawah sadar mempengaruhi self talk secara spontan. Karena itu kita perlu waspada jika saat berhadapan dengan masalah, timbul di benak kita self talk negatif. Self talk negatif akan mengikuti proses yang sama yang akhirnya menjadikan diri kita pribadi yang negatif.

Self talk dapat kita manfaatkan untuk pengembangan diri dan membangun kompetensi baru, dengan menggunakannya sebagai mekanisme pertahanan saat menghadapi masalah. Masalah cenderung memicu self talk negatif. Kita dapat mengatasi self talk negatif dengan membantahnya, mengajukan bukti bantahan, dan terakhir mengambil tindakan positif. Dengan senantiasa melakukan hal tersebut, maka kita akan memiliki kebiasaan fokus pada hal positif, berbicara positif, dan bertindak positif. Jika kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bagian dari perilaku keseharian kita, maka kita telah tumbuh menjadi pribadi positif.

Membangun kebiasaan baru memang berat pada mulanya, tetapi semakin sering kita lakukan, maka semakin ringan. Ingat, diri kita dibangun oleh kebiasaan-kebiasaan kita, jadi biasakan melakukan self talk positif. Semakin lama akan semakin mudah, dan tak akan terasa bahwa pada akhirnya kebiasaan berpikir dan bertindak positif akan menjadi bagian integral diri kita, menjadi kompetensi bawah sadar (subconscious competency) yang kita lakukan secara spontan.



Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler