Monday, 28 April 2014

Kembali saya muncul. Membawa salah satu karya dari sahabat kita. Ciye... Ciye... Ciye.... Kenapa saya berciye-ciye?! #Kepo Hahaha... Sebuah puisi dari sahabat kita satu ini yang ditujukan kepada ( disebut tidak ya namanya :-p ) Katanya sih tidak usah disebut karena dia pun pasti tau. Tanpa kata. Tanpa suara. Tanpa menyebut namamu. Kau sudah pasti tahu #lebay :-p .
Cukup lama mengenalnya saya baru tau lho kalau dia bisa bikin puisi. Berharap sih puisinya buat saya... Sadar diri dong! hahaha...

Ciye Ega... Ciye Ega... Ciye Ega... Ah ciye ciye mulu Gi. Puisinya mana?! Okelah... cekidot aja!!! :-)






Malam. Jangan iri


 
Berdenting nada di relung hati
Menyusun irama
Biasanya sepi
Biasanya kelam

Baru aku rasakan
Kau rasakan itu
Dalam raga
Dalam jiwa
Dalam hatiku
Aku bercerita tentang wanita itu

Wanita yang mengganti sunyi
 Dia lah pemecah gelapmu
Mengambil hatiku yang cuma satu
Tiada lagi sepi
Tak ada lagi rindu

Malam Jangan iri
Aku berhenti menemuimu
Berhenti bercumbu
Berhenti hanya terpaku padamu

Karena sekarang cahaya telang datang
Malam berganti bermandi mentari
Berganti dalam wujudnya yang sendu
Dalam matamu
Di senyummu
Ya, Kamu



Follow Twitter kita @sobatKAP

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler