Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2015

Gaya hidup hedonisme yang sekarang marak di kalangan kawula muda, membuat segalanya hanya diukur dengan materi. Kehidupan yang mewah bagaikan pangeran dan putri dari kerajaan membutakan segalanya.

Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani á¼¡Î´Î¿Î½Î¹ÏƒÎ¼ÏŒÏ‚ hÄ“donismos dari akar kata á¼¡Î´Î¿Î½Î® hÄ“donÄ“, artinya "kesenangan". Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri. (wikipedia)
Semakin luasnya media hiburan yang muncul melalui Televisi, Jejaring sosial, dan media lainnya membuat budaya gaya hidup hedonisme semakin marak di Indonesia dewasa ini. Anak muda jaman sekarang tidak cukup dengan bermodal sepeda saja untuk sekolah, mereka meminta lebih dari itu agar mereka mau sekolah. Mereka menuntut lebih hanya demi kesenangan semata.

Pernah suatu hari saya mendapati seorang anak curhat pada saya bercerita dia tidak percaya diri dan sering dibully hanya karena tidak punya sepeda motor. Lalu memaksa saya untuk meminjam uang di bank. Dan bahkan yang lebih ekstrim lagi ketika saya memancing apa yang jaminan pinjamannya dia bersedia merelakan kehormatannya sebagai wanita.



Contoh kecil di atas adalah contoh sederhana di mana gaya hidup hedonisme sudah cukup meraja lela dewasa ini. Hanya demi satu kemewahan kecil mereka berani berbuat apa saja yang di luar nalarnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan gaya hidup hedonisme. Toh juga kalau mereka mendapatkannya dengan jerih payah sendiri tidak ada yang salah dengan gaya hidup mereka. Selama mereka tidak melakukan dengan cara yang salah seperti uang SPP tidak dibayarkan malah dipakai  untuk beli mainan atau beli HP.

Dan juga ada satu yang perlu diingat. Manusia adalah makhluk yang tidak merasa puas. Ketika manusia sudah mendapatkan apa yang ingin dicapai ia ingin mendapatkan yang lebih.

Bahaya hedonisme akan sangat berbahaya sekali jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu kita. Maka kita akan terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhir.

Langkah-langkah yang dapat kita ambil antara lain.

  1. Membudayakan Hidup Sederhana

                                

    Seorang Mark Zuckenberg, pendiri dari facebook meskipun telah sukses dia tetap memilih untuk hidup sederhana. Sebagai contoh ketika pesta pernikahan dia hanya mengundang sedikit orang dan pesta diadakan secara sederhana. Hal ini bukan apa-apa sebenarnya, tetapi dia tidak ingin terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhirnya.
  2. Tidak Tergiur Dengan Promosi Suatu Produk

                               

    Banyak dari kita terjebak dengan suatu iklan sehingga kita lupa berani membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan kita beli, atau ada barang yang seharusnya bisa kita beli dengan harga lebih murah kita lebih memilih barang yang mahal dengan kualitas yang sama.
  3. Mempunyai Prinsip Hidup

                                      
    Tidak ada salahnya kita bergaul dengan siapa saja, termasuk teman yang mempunyai gaya hidup hedonisme sekalipun. Asalkan kita mempunyai prinsip hidup yang dapat membentengi diri kita dari pengaruh kehidupan hedonisme.

Nah semoga dengan tulisan ini kita bisa terbebas dari kebiasaan gaya hidup hedonisme. Dan tidak ikut-ikutan menjadi hedonisme.

Minke Khairul Arai

Rabu, 26 Agustus 2015

Kali ini aku  ingin bercerita tentang mimpiku, mimpi semasa kecilku yang ingin aku wujudkan.

Cerita berawal dari Yogatama kecil yang suka bermain ke pasar membantu neneknya berjualan. Dari situ timbullah jiwa wirausaha di hati kecilnya. Dari kecil aku ingin sekali menjadi seorang pedagan. Cita-cita itu aku pertahankan hingga saat ini.

Hingga akhirnya aku bertemu dengan teman yang mempunyai cita-cita yang sama dengan aku. Kami memutuskan untuk membuat sebuah portal jual beli properti online.

Akan tetapi membuat suatu startup tidak semudah yang dibayangkan. Pertama aku yang diplot sebagai programer, malah tdak bisa apa-apa. Harus belajar lagi hal yang sudah lama aku lupakan. Dan itu cukup sulit mencari mentor yang bisa mengajarkan aku. Tetapi dibalik kesulitan ada kemudahan. Akhirnya kami menemukan seseorang  yang ahli programer.

Perjuangan kami belum selesai. Kami masih terus melanjutkan misi menjemput cita-cita kami. Kami memutuskan memulai dari langkah awal lagi. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat riset pasar. Riset pasar kami lakukan, dan ternyata hasil riset kami menunjukan produk yang akan kami jual dibutuhkan oleh masyarakat. Di sini kami merasa cukup senang.

Langkah kakipun masih kami lanjutkan. Selanjutnya kami melakukan riset calon kompetitor kami. Tugas ini diserahkan padaku. Aku meriset calon kompetitor yang akan kami hadapi.

Setelah aku riset dan aku presentasikan kepada timku, ada sebuah calon kompetitor yang ide bisnisnya 90% mirip dengan yang akan kami jual. Kami pun langsung lemas dan memutuskan mengganti ide bisnis kami.

Ahh, rasanya setelah hari itu badanku lemas. Tidur tidak nyenyak, makan gak enak, badan lemas, serasa hidup gak ada semangat. Karena aku sudah memutuskan inilah pekerjaanku kelak. Tidak seperti teman aku yang lainnya.

Hingga seminggu kemudian jadwal kami kumpul. Paginya ketika aku masih di rumah temanku memberi tulisan berharga.
Ingat angrybird itu ditemukan setelah percobaan yang ke 50 kali baru bisa laku di pasaran, kita belum apa-apa
Astaga, tulisan ini sangat menyentak aku. Yaa. aku belum apa-apa sudah patah semangat. Aku kembali teringat kisah Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah percobaan ribuan kali.

Setidaknya aku menemukan 3 pelajaran dari kisah ini




1. Bikin startup gak semudah ngelamar anak orang




Hehe. Emang sedikit nyeleneh juga sih. Tapi ada benarnya juga, kalau mau ngelamar gampang aja kalau sudah sama-sama suka, keluarga kedua mempelai sudah ok semuanya jalan. Bikin startup tidak semudah itu. Prosesnya cukup panjang dan rumit dari awal memulai sampai mendapatkan uang satu rupiah.

2. Punya usaha sendiri bukan untuk disombongkan


Terkadang aku merasa derajatku lebih tinggi kalau aku bandingkan diriku dengan teman lainnya yang mulai mencari kerja sementara aku mendirikan usaha sendiri. Padahal belum tentu juga usahaku pasti berhasil. Jadi jangan sombong dulu dan tetap rendah hati.


3. Jalanmu tertutup  bukan berarti impianmu terhenti

 
Terkadang kita sudah bersusah payah mewujudkan impian, kita sudah mengurangi jatah istirahat kita, banting tulang mengorbankan segalanya tapi ternyata impian kita tidak juga tercapai. Kalau sudah begini sih katanya Bondan "Yaa sudahlah", kata The Beatles "Let it be", kalau kata Frozen "Let it go". Terserahlah mau pakai yang mana, tapi intinya sama ketika perjuangan kalian menggapai mimpi tidak tercapai bukan berarti  langkah kalian sudah terhenti. Tapi di sinilah Alam Semesta menunjukkan jalan yang harus kalian tempuh selanjutnya, Alam Semesta menunjukan jalan yang kalian tempuh selama ini salah, jadi cari jala lainnya menuju Bintang Sirius.

Inilah pengalaman aku. Semoga bisa kalian hikmahnya. :)


Minke Khairul Arai Hirata - Eka Firmansyah Yogatama

Minggu, 09 Agustus 2015

Memasuki fase kehidupan baru sebut saja hari pertama masuk kuliah
seringkali memunculkan rasa takut untuk kamu yang berkepribadian
introvert. Tempat baru, lingkungan baru dan orang-orang baru. Kamu
sangat kuatir apakah dapat beradaptasi dengan lingkungan barumu.



Apalagi dengat sifat introvert yang kamu miliki, yang membuatmu takut
tidak bisa beradaptasi. Apa jadinya jika kamu gagal mendapat teman,
tidak diterima dilingkungan karena keintrovertanmu.

Ketakutan-ketakutan semacam ini seringkali menghantuimu. Apalagi kamu
akan menempuh waktu belajar yang tidak singkat.

Mendapatkan seorang teman di awal-awal masuk kuliah mungkin bisa jadi
penentu kelancaran jalanmu menempuh pendidikan di tempat baru. Apalagi
peranan teman bisa dibilang penting. Maka wajar saja jika kamu
seringkali memiliki ketakutan yang luar biasa ketika memulai langkah
baru dalam hidupmu di tempat asing dan kamu merasa sendiri.

Lalu bagaimana caranya agar kamu bisa dapat teman baru atau paling
tidak bisa beradaptasi di lingkungan baru?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah sejenak menghapus konsep
dunia ekstrovert, ambivert dan introvert. Ketakutanmu tidak diterima
di lingkungan baru hanya karena kamu introvert tidak akan pernah
terjadi. Karena pada dasarnya sebagian besar orang tidak peduli atau
tidak tahu tentang ekstrovert, ambivert ataupun introvert.

Lalu bagaimana agar kamu bisa beradaptasi di lingkungan kampus barumu?

Tips dan trik menjadi mahasiswa baru:

Positif Thinking

Berpikir positif adalah awal yang baik untuk memulai hari pertama
masuk kuliah. Jika kamu datang sendiri saat hari pertama masuk kuliah
atau dalam masa OSPEK. Tidak perlu merasa takut. Coba lihat
sekeliling! Pasti ada juga yang datang sendiri. Setidaknya bukan kamu
saja kan yang datang sendiri. Ciptakan pola pikir positif bahwa mereka
temanmu dan mereka baik. Agar kamu tidak merasa terasing. Walaupun
pada akhirnya kamu menemui kendala dengan seseorang yang mungkin
bersikap kurang baik terhadapmu. Berbuat baiklah padanya sekecil
apapun. Lawan bisa jadi kawan di masa depan.

Tersenyum

Hal baik yang pertama bisa kamu lakukan adalah tersenyum. Selain itu
kamu bisa melakukannya ketika kamu tidak berani menyapa orang-orang
baru terlebih dulu. Kamu bisa mulai tersenyum pada siapa saja yang
bertatap muka denganmu. Jika mereka membalas tersenyum juga, bisa
membuatmu tampil sedikit berani menyapa satu atau dua orang di antara
mereka. Kalau masih saja tidak berani menyapa terlebih dahulu. Ok.
Tersenyum saja. Tapi yang natural ya. Beberapa dari mereka mungkin
akan terpancing oleh senyummu dan mengajakmu berkenalan. Di tahap ini
kamu harus sedikit lebih aktif. Jangan cuek ketika diajak kenalan.

Menunjukkan Ketertarikan Terhadap Orang

Kamu memang introvert tapi ada beberapa orang yang tidak tahu kamu
introvert dan mungkin tidak peduli. Jangan tunjukkan kesan seolah kamu
manusia yang tidak mau diganggu. Setelah mendapat beberapa kenalan
baru, hindari mencari duduk di tempat sepi kalau bisa berbaur bersama
mereka yang baru saja kamu kenal. Meskipun hobi kamu adalah
menyendiri. Jangan menolak ajakan sekedar makan siang bersama atau
tawaran pulang bersama ya.

Mendengarkan

Trik ini bisa kamu terapkan apabila tidak ada seorangpun yang
memperhatikan kamu meskipun kamu sudah duduk di sebelah mereka.
Mencuri dengar apa yang sedang mereka bicarakan secara diam-diam tanpa
melihat atau bisa juga dengan menunjukkan pada mereka bahwa kamu
sedang memperhatikan mereka. Gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum
kamu memutuskan untuk bertindak.

Inisiatif

Tidak ada yang akan terjadi jika kamu tidak melakukan apa-apa. Setelah
berhasil mengumpulkan informasi dari hasil nguping tadi, kamu harus
mencoba membuat inisiatif mendekati mereka. Misalnya saja ketika
temanmu membicarakan tentang rencana ke kantin bersama. Kamu bisa
bangkit mendekati mereka dan beranikan diri bertanya, "Kalian mau
kemana?" sebenarnya pertanyaan ini adalah pangcingan. Ketika mereka
memberitahu rencana mereka biasanya mereka akan berbasa-basi dengan
mengajakmu serta. Dan ini akan menjadi kesempatan untukmu. Jangan
pikir panjang. Langsung saja ikut! Meskipun hanya satu orang saja di
antara mereka yang kamu tahu namanya. Kamu bisa berkenalan setiba di
kantin nanti. Biasanya sih mereka yang akan bertanya namamu. Tapi
tidak ada salah jika kamu berinisiatif bertanya dan memperkenalkan
diri terlebih dahulu.

Selain itu kamu juga bisa menerapkannya untuk masuk ke sebuah obrolan.
Dari hasil mengumpulkan informasi tadi kamu bisa inisiatif nimbrung
dengan mereka pada saat mereka sedang asyik membicarakan sesuatu. Ada
baiknya kamu menunjukkan ekspresi wajah sedang memperhatikan mereka
agar mereka tidak terkejut dan menerima kehadiranmu di tengah obrolan
mereka. Ambil sebanyak-banyaknya informasi kemudian beranikan diri
dengan tiba-tiba masuk ke topik bahasan mereka. Contoh, "Eh aku juga
suka sama boyband itu," misalnya untuk cewek pecinta k-pop. Dan untuk
cowok pecinta bola, motogp atau anime. Karena harus diingat. Sesuaikan
topik pembicaraan dengan sesuatu yang kamu kuasai atau kamu sukai.
Selamat mencoba.




Dunia ini tidak mengenal ekstrovert, ambivert ataupun introvert. Dunia
ini sekadar refleksi dari apa yang kamu lakukan. Semuanya memang
kembali ke diri sendiri.

Karena sebenarnya mereka akan bersikap seperti apa yang kamu lakukan
kepada mereka. Dunia ini ibarat cermin. Termasuk dunia perkuliahan.
Mereka aslinya bersikap biasa-biasa saja bahkan ada beberapa yang
ingin mengenal kamu lebih dekat. Hanya terkadang kamu terlalu
berlebihan dan beranggapan negatif.

Tetap berpikir positif ya sobat.


Terimakasih kepada dua teman saya atas masukan dan sarannya untuk artikel ini.
Terimakasih banyak Bunga dan Ana.
 

Kamis, 30 Juli 2015

Pada hari lebaran kemarin, banyak sekali aku temukan postingan-postingan yang merasa tidak nyaman ketika hari raya Idul Fitri tiba. Banyak di antara mereka yang berharap di skip saja hari itu. Mereka menganggap hari raya Idul Fitri adalah sebuah hari yang melelahkan.

Padahal hari raya Idul Fitri adalah hari di mana kita bisa saling bersilahturahmi satu sama lain. Bisa saling bersilahturahmi dengan saudara-saudara yang jauh yang lama tidak dapat kita temui. Bertemu dengan kawan lama yang hampir susah untuk ditemui.

Dalam sebuah hadist dituliskan ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)


Nah bisa jadi kalian yang rejekinya seret kalian kurang silahturahmi tuh sama saudara?

Aku sangat bersyukur sekali kemarin hari Minggu tanggal 26 Juli bisa bersilahturahmi bersama teman semasa SMA dan Kuliah sekaligus. Sorenya silahturahmi bareng temen SMA, malamnya silahturahmi bareng temen kuliah.




Biarpun aku banyak diemnya, tapi aku tetap menikmati suasana, saling mengenang masa sekolah, saling bercanda dan masih banyak lainnya. ( Baca juga : Punya Teman Penting Nggak Sih?)

Mungkin bagi seorang introvert silahturahmi adalah sesuatu hal yang melelahkan dan menguras tenaga. Tapi percayalah kawan, di balik pengorbanan waktu dan tenaga yang kalian gunakan untuk bersilahturahmi akan ada manfaat yang sangat besar jika kalian menjalin tali silahturahmi.

Berikut aku share apa saja manfaat yang akan kalian dapatkan saat menjalankan silahturahmi


Mendapatkan Ilmu Baru


Setiap aku bersilahturahmi dengan siapapun itu, hampir selalu menemukan suatu ilmu baru. Ilmu apapun itu, hal ini karena setelah lama berpisah pasti teman yang lain mempunyai pengalaman-pengalaman dan ilmu baru yang mereka dapatkan. Dan secara tidak langsung mereka pasti akan menceritakan apa yang telah mereka dapatkan selama ini.



Berbagi Pengalaman




Ada sebuah pepatah mengatakan "Pengalaman adalah guru yang terbaik".Akan tetapi, waktu kita terbatas, tidak seterusnya kita terus-menerus mencari pengalaman. Ketika kita bersilahturahmi dengan teman kita tentunya kita akan saling berbagi pengalaman berharga satu sama lain yang tentunya belum pernah kita alami. Dari situ kita dapat mengambil suatu  pelajaran berharga yang dapat kita petik dari cerita pengalaman teman kita agar kita bisa mengambil hikmahnya.




Penghilang Galau



Bisa jadi kita sering merasakan kegalauan, kita bingung mau curhat ke siapa? Curhat di media sosial juga komentarnya kurang mengenakkan. Dengan sulahturahmi ini kita bisa menuangkan segala kegalauan kita, kegelisahan kita. Karena dengan bertemu langsung secara tatap muka maka kita lebih bisa menuangkan ekspresi kita, sehingga kita merasa lebih lega jika kita curhat secara langsung dibandingkan dengan media sosial.



Menjadi Lebih Ceria



Di antara teman kita pasti tidak semuanya pendiam. Pasti ada beberapa di antara mereka yang suka bercanda satu sama lain. Bisa membuat kita tertawa lepas melupakan masalah sejenak. Dan inilah yang menjadikan hidup kita lebih berwarna dan menjadi lebih ceria dalam mengarungi hari-hari kita.


Menambah Rizki


Ternyata silahturahmi bisa nambah rizki lho kawan. Gak percaya?
Yaa inilah yang saya rasakan. Dulu pas tahun pertama aku masih aktif di BEM, aku pernah ikut pelatihan. Aku bertemu dengan seorang teman dan cukup akrab dengan dia. Setelah pelatihan cukup lama tak bertemu, dan kami bertemu lagi ketika aku ikutan demo kenaikan BBM. Dari situ silahturahmi kami mulai terjalin kembali. Kami sering bertemu pas ada cara kajian, dan hingga akhirnya dia menawarkan aku untuk ikutan timnya buat bikin bisnis StartUp, dan aku merasa cita-citaku akhirnya terwujud.


Melatih Diri Terjun ke Lingkungan Sosial




Kita nggak selamanya hidup dalam kesendirian. Suatu saat kita pasti akan hidup bersama dengan masyarakat, bertemu dengan masyarakat lainnya. Jika kalian  kalian mau mulai terjun ke dunia sosial yang asing akan tetapi terlampau malu dan takut melakukannya. Kalian bisa memulai dengan bersilahturahmi dengan teman kalian sendiri dan saudara lainnya.

Nah jadi gimana nih kawan, masih takut buat bersilahturahmi? Ternyata silahturahmi itu banyak manfaatnya lho. Jadi jangan takut buat bersilahturahi.

Minke Khairul Arai

Selasa, 28 Juli 2015

Banyak saya temui member di grup Introvert manapun yang bilang "Aku lebih nyaman di rumah", "Lebih enak di rumah daripada keluar rumah".

Tidak ada yang salah dengan statement tersebut. Karena seorang introvert lebih nyaman menghabiskan waktu di dalam rumah. Akan tetapi yang  perlu diingat kawan, dunia tidak sekecil itu  kawan. Dunia tidak sebesar layar laptop atau smartphone kalian. Dunia sangatlah luas dan

Tidak perlu bersusah payah untuk keluar rumah. Cukup luangkan saja waktu sehari dalam seminggu untuk berjalan-jalan keluar rumah baik itu sendirian ataupun bersama teman-teman. Tidak perlu takut tersesat jika keluar rumah, karena teknologi yang kita miliki sekarang sudah cukup canggih. Ke manapun kalian pergi pasti akan kembali lagi ke rumah dengan selamat.

Berikut manfaat yang kalian dapat ketika memulai melangkahkan kaki kalian keluar rumah.

Menambah Ketrampilan dalam Bersosial



Saat kita melangkahkan kaki keluar rumah, maka kita akan bertemu dengan orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Atau bahkan kita akan bertemu dengan seseorang yang sebelumnya hanya kita temui dalam dunia media sosial.

Bagi seorang introvert berkomunikasi dengan orang asing yang tidak dikenal mungkin adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi kawan, jika kita membuka diri untuk memulai pembicaraan dengan orang di sekitar kita setiap melakukan perjalanan, itu akan menjadikan kita lebih pandai dalam bersosial. Dimanapun kita berada akan mudah dalam beradaptasi.

Menemukan Hal Baru


Ketika kita memutuskan untuk keluar rumah, Tentunya kita akan menemukan hal baru yang tidak pernah ditemui di dalam rumah. Kalian akan bertemu dengan banyak  hal yang sebelumnya tidak pernah kalian pikirkan. Kalian mempunyai ekspektasi baru, alami pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, mencicipi makanan baru. Dengan semua itu, niscaya mood kita disegarkan kembali.


Rasa Syukur pada Tuhan


Ketika kalian keluar dari rumah, kalian tentunya akan menemukan banyak hal yang dapat membuat kalian merasa lebih bersyukur dengan kehidupan kalian sekarang. Berjalan ke berbagai tempat akan membuat kalian merasakan suatu bentuk kehidupan lain yang tentunya berbeda dengan kehidupan kalian.

Misalnya, saat kalian berjalan-jalan dan mengamati berbagai kesenjangan sosial antara masyarakat yang mampu dan masyarakat yang mungkin tidak bisa seberuntung kalian. Saat itulah mata kalian akan terbuka dan Anda harus memaknainya dengan rasa syukur.


Menghilangkan Stres



Kalian bosan dengan rutinitas yang tidak berubah setiap hari, seperti sekolah, les, belajar, dll. Inilah saatnya kalian ngluyur keluar rumah. Cobalah luangkan waktu kalian untuk pergi sejenak melupakan  rutinitas sehari-hari yang membosankan sehingga pikiran  lebih rileks. Saat kalian keluar rumah, terutama ke tempat-tempat yang Anda sukai, seperti pantai atau gunung, tentu membuat diri kalian lebih bahagia. Dengan demikian, stres akan hilang.


Menjadi Pribadi yang Lebih Ceria



Seringkali kita merasakan galau. Ketika galau terkadang sering di antara kita menulis kegalauan kita di sosial media. Mencurahkan kegalauan kita dengan kata-kata, lalu berharap belas kasihan orang lain untuk berkomentar mengenai kegalauan kita. Eitss, hati-hati itu tidak baik jika kalian terus-menerus melakukan hal itu karena itu hanya menjadikan masalah kalian lebih buruk (baca : Dampak Negatif Terlalu Sering Mengeluh)

Daripada ngeluh doank di funia maya mending kita main aja keluar rumah. Dengan berjalan-jalan keluar rumah  misalkan jogging, mengunjungi tempat yang tenang,  mengunjungi tempat yang kalian sukai, main ke teman lama maka  kalian akan terlihat lebih ceria dan menyenangkan.


Menyehatkan Tubuh



Bisa dibayangkan kalau kalian terus-terusan mengurung diri di rumah. Kerjanya cuma makan tidur lalu online di depan gadget. Badan kalian jadi kurang sehat karena kurangnya aktivitas. Maka dari itu ayo kita main keluar rumah mencari aktivitas lain yang membuat tubuh bergerak lebih aktif biar sehat selalu.


Minke Khairul Arai
 

Minggu, 26 Juli 2015

Halo sobat pendiam, bagaimana kabarmu setelah hari raya? Bryan serta tim penulis mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin jika selama ini ada salah-salah yang kami lakukan di blog ini.
Sad Face via bryansurya.blogspot.com
Kembali ke topik. Beberapa bulan ini menyimak banyak sekali artikel di blog ini yang membuat para pendiam dan introvert sepertimu menyadari apa saja kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Nah, kali ini aku dengan bantuan dari mencoba mengumpulkan apa saja kekurangan-kekurangannya. Mungkin memang tidak cukup lengkap, tapi hal-hal berikut inilah yang paling sering terjadi dan cukup mengganggu. Monggo disimak..

Hanya Diam Ketika Berdiskusi

Poin yang pertama ini adalah salah satu hal yang paling dikeluhkan oleh orang-orang, termasuk para ekstrovert. Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sangat suka berdiam diri dan menyendiri di pojok ruangan. Namun, hal itu tentunya sangatlah konyol jika dilakukan ketika sedang berdiskusi. Apalagi jika berdiskusinya melalui group chat, apa orang lain tidak murka ketika ia sudah mengetik panjang lebar dan hanya mendapatkan status "seen" saja darimu!?

Tapi, jangan dulu kamu menganggap orang lain tidak mau mengerti keadaanmu sebagai pendiam. Dalam kasus ini, seharusnya kamulah yang harus mengerti keadaan. Sadari bahwa kamu diajak berdiskusi karena kamu memang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam topik yang dibahas. Kalau kamu masih ndableg, masih diam saja saat berdiskusi, temanmu sesama pendiam pun dijamin akan merasa muak denganmu!

Memenuhi Beranda Medsos dengan Kegalauan

Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sepertimu memang fikirannya dipenuhi jutaan kata yang tak dapat mereka ungkapkan. Sehingga mereka memilih untuk menjadikan kegiatan menulis di media sosial sebagai sarana untuk menuangkan isi otaknya. Tapi, kenapa sih harus memenuhi berandaku dengan kegalauan!?

Sesekali menulis update yang galau itu tidak masalah, tapi jika terus-terusan, dan terlalu sering itu memuakan. Tahukah kamu bahwa kegalauan itu dapat menular? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gerald Haefell dan Dr. Jennifer Hames dari University of Notre Dame menunjukan bahwa kegalauan itu dapat menular.

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati 206 mahasiswa yang dipasangkan secara acak sebagai teman sekamar, semuanya baru saja memulai tahun pertama mereka di universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tinggal sekamar dengan teman yang rentan depresi, mulai mengikuti cara-cara berfikir dan mengembangkan tanda-tanda depresi.

Kira-kira begitu juga dengan mereka yang membaca status galau kamu, mereka juga akan tertular perasaan galau. Mereka yang tidak mau ikut teracuni kegalauan pasti akan unfollow kamu, atau bahkan bisa juga mereka akan unfriend dan block kamu. Kalau itu terjadi, kamu pasti tambah galau kan? Beli buku diary gih. Memangnya kamu tidak merasa malu bila aibmu diumbar-umbar ke publik?

Terlalu Lama Berfikir 

Chatting dengan kamu yang pendiam, apalagi yang introvert itu melelahkan. Aku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesan balasan dari kamu. Padahal kamu sedang online kok, dan kamu juga tidak sibuk kan?

Hmm.. It's okay, aku tahu masalahnya. Kamu sebagai pendiam dan introvert dianugerahi kemampuan menulis diatas rata-rata, kamu juga sangat memperhatikan detail tulisanmu sehingga jarang ditemui typo atau tata bahasa yang acak-acakan. Tapi ya tidak harus segitunya juga kali. Aku hanya ingin chat denganmu sobatku sambil bersantai, bukan chat dengan robot. Robot pun juga tidak akan selama itu dalam membalas pesanku!

Lalu, apakah sama bila mengobrolnya di dunia nyata? Tentunya hampir sama. Karena pendiam atau introvert sepertimu memiliki kecenderungan untuk menjaga perasaan lawan bicara. Iya, saking menjaga perasaan orang, kamu sampai terlalu memikirkan dampak dari perkataanmu hingga kamu tidak pernah menuntaskan kalimatmu. Pastilah lawan bicaramu akan merasa bosan dan meninggalkan kamu karena kamu garing banget.

Mood Swinger yang Parah

Apa itu mood swing, sub-genre musik swing kah? Bukan, mood swing alias oscillation of a person's emotional feeling tone between period of euphoria and depresion adalah kondisi emosional seseorang yang tak menentu dan berubah-ubah. Kadang merasa senang, lalu tidak ada angin, hujan, petir, ia berubah menjadi kesal, marah, sedih dan lain sebagainya.

Tahukah kamu bahwa pendiam dan introvert adalah orang yang mudah terkena mood swing yang ekstrim? Walaupun kedengarannya sepele dan tidak penting, mood swing bisa membuatmu terkena kelainan psikologis, yaitu bipolar disorder. Hal ini sangat bisa mengacaukan kualitas kehidupanmu, kecuali jika kamu dapat mengendalikannya. Kok bisa?

Begini contohnya, saat sedang mood swing yang ekstrim, otakmu tidak akan bisa jernih dalam berfikir. Alhasil ketika kamu mengobrol dengan rekan, sahabat, keluarga dan lainnya, mereka akan gagal paham dengan apa yang kamu sampaikan dan akhirnya terpiculah percekcokan. Apalagi saat mood swing sedang parah-parahnya, emosimu menjadi sangat tinggi. Kelar deh hubungan baikmu dengan mereka!

Nah, coba bayangkan bila ini terjadi didalam pekerjaan. Kamu bisa cekcok dengan rekan kerja, atau dengan bos kamu sendiri. Kalau sudah begitu, kiamat deh pekerjaanmu hanya karena masalah yang harusnya tidak terjadi. Sudah dipecat, kamu juga dicap tidak professional oleh rekan kerjamu. So, kendalikan dirimu!

Terlalu Sesitif dan Selalu Berfikir Negatif

Tidak semua hyper hyper sensitive person adalah introvert, tapi bisa jadi introvert adalah orang yang hyper sensitive. Apa itu orang-orang hyper sensitive? Mereka adalah orang-orang yang perasaannya sangat sangat sensitif, begitu mudah hancur. Layaknya lapisan tipis air yang beku, sentuhan lembut kan menghancurkannya.

"Kau tak tahu betapa rapuhnya aku. Bagai lapisan tipis air yang beku. Sentuhan lembut kan hancurkan aku.." Rapuh oleh Joeniar Arief
Beberapa pendiam yang terlalu sensitif sepertimu itu menyebalkan. Bicara kasar dengan maksud bercanda untuk menghangatkan suasana, kamu tersinggung, kamu marah, kamu sakit hati, kamu merasa menjadi korban social-bullying. Oh man, haruskah sebegitu sensitifnya!? Coba kamu balikan kata candaan kasar itu kepadaku, apa aku bakalan tersinggung? Tentunya tidak, aku justru akan merasa kamu lebih bersahabat kepadaku.

Kalau dengan hal sekecil itu kamu sakit hati, kamu tidak akan bisa survive di Surabaya eh maksudku kamu tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan! Karena kamu akan selalu dimakan oleh fikiran-fikiran negatif didalam otakmu, yang disebabkan oleh perasaanmu yang terlalu sensitif. Kamu akan terus dimakan oleh fikiran-fikiran yang belum pasti dan mungkin tidak pernah terjadi.

Pengecut Bermental Tempe

Walaupun tidak semua pendiam seperti ini, tapi inilah yang paling aku benci dari semua poin yang telah aku sebutkan diatas. Ada cukup banyak hal payah yang membuatku benar-benar kesal dengan para pendiam dan introvert. Apa itu? Sebagian besar yang kubenci adalah kebiasaan main belakang atau menusuk dari belakang.

Di dunia nyata. Jika pendiam atau introvert sedikit tersinggung dengan seseorang, ia akan diam. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dibalik kediamannya itu, ia menggunjing orang yang menyinggungnya hingga membuat orang-orang membenci sang penyinggung. Apa untungnya sih? Padahal dia hanya tersinggung karena hal sepele dan itu pun tak disengaja.

Begitu juga di dunia maya. Ketika seorang pendiam atau introvert bercerita tentang masalahnya, ada seorang member yang memberi nasihat. Namun, sang pendiam itu tersinggung dengan apa yang ditulis oleh orang yang memberinya nasihat, dan menganggapnya kasar serta tidak punya hati. Padahal nasihat orang itu biasa saja kok, hanya saja sang pendiam merasa tertohok dengan isinya, lalu tersinggung. Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?

Sang pendiam itu tidak akan membalas dengan akun aslinya. Dengan pengecutnya ia menggunakan beberapa akun palsu untuk menyerang sang penasihat, bahkan ia tak segan-segan melakukan cyber harassment, hingga terus bersusah payah meneror sang penasihat dengan cyber bullying. Apa untungnya coba? Itu hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal yang sering terjadi.

Pesanku untuk pembaca. Jangan pernah merasa bangga dengan topeng dunia maya, karena menghina di dunia maya itu sama terasa sakitnya di dunia nyata, dan sama dosanya dihadapan Tuhan!



That's it. Bagi sobat pendiam yang membaca, jangan marah-marah dan merasa tersinggung dengan artikelku ini, apalagi sampai menggunakan akun kloning untuk menerorku. Karena sebenarnya artikel ini adalah hasil introspeksi diri yang kulakukan beberapa bulan ini. Artikel ini juga akan menjadi artikel terakhirku di blog Komunitas Anak Pendiam, karena tugasku di blog ini sudah selesai. Sekali lagi, aku mohon maaf jika selama di blog ini aku pernah menyinggung perasaan pembaca, itu semua demi kebaikan pembaca.

Aku tidak akan pernah melupakan rekan-rekan di redaksi. Disinilah untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana rasanya gagasanku dihargai, disinilah untuk pertama kalinya aku benar-benar berguna bagi orang lain, dan disini juga aku untuk pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya orang lain berterimakasih kepadaku. Sungguh, itu kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Semoga bermanfaat.. ^_^ Smile! It's sunnah!









Referensi:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Paling Banyak Dibaca