Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Pendiam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Pendiam. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2016

Computer Vision Syndrome




Mata merah, mata kering dan tidur kurang nyenyak. Apakah kamu pernah mengalami ini? Bisa jadi kamu terkena Computer Vision Syndrome. Terutama untuk orang-orang yang bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar komputer atau gadget lainnya. Apalagi bagi sobat pendiam yang lebih suka bergelut di depan layar komputernya dibanding pergi keluar rumah. Saya yakin. Kalian pasti pernah mengalaminya.



Apa itu Computer Vision Syndrome? Dilansir dari lifehack.org, Computer Vision Syndrome tak hanya soal gangguan mata saja, melainkan kondisi yang muncul karena terlalu banyak menggunakan komputer dalam jangka waktu lama dan terus menerus.

Tidak hanya dialami oleh orang dewasa Computer Vision Syndrome juga dapat dialami oleh anak-anak yang saat ini banyak kecanduan video games, tablet, bahkan ponsel.


Berikut Ini Adalah Gejala Umum Computer Vision Syndrome



1. Pandangan mata kabur

2. Melihat sebuah objek, seolah objek tersebut tampak ganda.

3. Mata kering dan mata merah, kadang terasa gatal.

4. Iritasi mata

5. Sakit kepala, bahkan ketika baru menggunakan komputer dalam waktu singkat langsung merasakan pusing.



Lalu bagaimana cara mengatasi Computer Vision Syndrome?



Kamu bisa mencoba teknik 20-20-20. Untuk mencegah Computer Vision Syndrome, kamu bisa menggunakan teknik 20-20-20. Jadi, setiap 20 menit sekali, kamu perlu mengistirahatkan mata selama 20 detik untuk menatap objek yang berada 20 kaki (sekitar 6 meter) dari tempatmu berada. Mudah sekali, kan?

Tapi bagi kamu yang setiap hari menggunakan komputer selama berjam-jam dalam sehari, penting untuk selalu menyempatkan diri mengistirahatkan mata selama 20 menit sekali. Dengan begitu, kesehatan mata bisa tetap terjaga dan terhindar dari mata iritasi atau gangguan mata lainnya.


Nah, bagaimana? Sudah tahu kan apa itu Computer Vision Syndrome dan cara mengatasinya.



Senin, 14 November 2016

Self Talk. Cara Mengembangkan Self Talk Positif



Self talk adalah pembicaraan yang terjadi dalam diri seseorang. Dalam keseharian, self talk menguasai sebagian besar pembicaraan yang terjadi pada setiap individu. Hampir sepanjang waktu dalam kondisi sadar, self talk terjadi, bahkan pada saat seseorang berbincang dengan orang lain. Kita berhenti melakukan self talk hanya saat kita tertidur, pikiran kosong, atau jatuh pingsan.

Self talk dimulai ketika bangun tidur. Contoh paling umum dari self talk saat bangun tidur adalah: ”Jam berapa ini? Jam 5.00. Aku harus segera bangun.” Atau self talk yang jarang terjadi tapi bisa dibiasakan untuk terjadi adalah bersyukur karena telah bangun dari tidur, atau karena tersedia satu hari baru untuk kita. Selanjutnya, self talk terus menerus terjadi dalam diri kita. Selama sehari kita beraktifitas, self talk terus kita lakukan. Self talk berakhir saat kita telah tertidur yaitu saat pikiran sadar sangat turun aktifitasnya.

Hal penting yang perlu kita sadari adalah keputusan untuk bersikap dan bertindak ditentukan oleh self talk. Bahkan perintah dari orang lain hanya akan kita laksanakan setelah dipertimbangkan menggunakan self talk. Sebagai contoh, seorang teman meminta bantuan. Sebelum menyetujui permintaan tersebut dalam diri kita terjadi self talk.

“Bisa tidak ya, aku membantunya. Tapi kan aku sedang tidak sibuk. Aku pasti bisa.”

Lalu kita menjawab,”Ok. Aku bisa”. Lalu kita bertindak untuk membantu teman kita, hingga masalahnya terselesaikan. Jika ada keputusan yang tidak didahului self talk yaitu keputusan yang bersifat spontan, maka self talk akan mempertimbangkan untuk melanjutkan, menghentikan, atau mengubah keputusan kita.

Self talk positif akan menghasilkan perilaku positif. Jika perilaku positif menjadi kebiasaan, maka akan tumbuh kompetensi, bahkan aspek kepribadian baru yang positif. Jadi terus menerus melakukan self talk positif akan mengembangkan diri kita secara positif.


SELF TALK UNTUK MEMBANGUN PRIBADI YANG POSITIF



Membangun pribadi yang positif bukanlah hal yang mudah, tapi self talk positif dapat mengefektifkan prosesnya.

Proses itu berlaku baik untuk membentuk pribadi positif maupun negatif. Terutama karena self talk dipengaruhi oleh keyakinan awal. Misalnya, seseorang memiliki keyakinan awal bahwa dirinya tidak bisa menyelesaikan masalah yang membutuhkan kemampuan analisis matematis. Ketika mendapatkan masalah yang membutuhkan kemampuan tersebut akan timbul self talk.

“Masalah ini tidak akan bisa aku atasi.”

Selanjutnya adalah dia bertindak secara negatif menghindari masalah itu, artinya dia menghindari kemungkinan untuk belajar dan bertumbuh. Hasilnya akan negatif, dia tidak dapat menyelesaikan masalah itu. Akhirnya keyakinan bahwa dia tidak mampu melakukan analisis matematis makin kuat. Jika hal ini terjadi berulang kali, maka jadilah dia orang yang benar-benar tidak kompeten untuk melakukan analisis matematis.

Keyakinan sering kali tidak kita sadari positif atau negatifnya, karena keyakinan tertanam di pikiran bawah sadar. Apa yang ada di pikiran bawah sadar mempengaruhi self talk secara spontan. Karena itu kita perlu waspada jika saat berhadapan dengan masalah, timbul di benak kita self talk negatif. Self talk negatif akan mengikuti proses yang sama yang akhirnya menjadikan diri kita pribadi yang negatif.

Self talk dapat kita manfaatkan untuk pengembangan diri dan membangun kompetensi baru, dengan menggunakannya sebagai mekanisme pertahanan saat menghadapi masalah. Masalah cenderung memicu self talk negatif. Kita dapat mengatasi self talk negatif dengan membantahnya, mengajukan bukti bantahan, dan terakhir mengambil tindakan positif. Dengan senantiasa melakukan hal tersebut, maka kita akan memiliki kebiasaan fokus pada hal positif, berbicara positif, dan bertindak positif. Jika kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bagian dari perilaku keseharian kita, maka kita telah tumbuh menjadi pribadi positif.

Membangun kebiasaan baru memang berat pada mulanya, tetapi semakin sering kita lakukan, maka semakin ringan. Ingat, diri kita dibangun oleh kebiasaan-kebiasaan kita, jadi biasakan melakukan self talk positif. Semakin lama akan semakin mudah, dan tak akan terasa bahwa pada akhirnya kebiasaan berpikir dan bertindak positif akan menjadi bagian integral diri kita, menjadi kompetensi bawah sadar (subconscious competency) yang kita lakukan secara spontan.




Minggu, 13 November 2016

Me Time: Saatnya Memanjakan Diri Sendiri





Kesendirian adalah bahan penting untuk meningkatkan kreativitas,"Susan Cain.

Di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi, tidak jarang seseorang mengalami gejala stres atau depresi ringan. Hal yang biasa dilakukan ketika hal ini terjadi adalah menarik diri sejenak dari rutinitas sehari-hari atau yang biasa disebut Me Time.

Me time adalah periode waktu yang kita perlukan untuk diri sendiri. Terkadang disaat me time kita tidak mengharapkan keberadaan orang lain atau tidak ingin diganggu orang lain. Sederhanya me time adalah waktu untuk memanjakan diri sendiri dan melakukan sesuatu yang kita sukai.


Beberapa orang menganggap me time merupakan kegiatan yang egois dan mengada-ngada, namun menurut Ayoe Sutomo, M.Psi, manusia pada dasarnya merupakan mahluk sosial tapi tetap adalah makhluk individual. Butuh waktu untuk sendiri. Manusia butuh menyenangkan diri sendiri tanpa harus melibatkan orang lain. Melakukan sesuatu sendiri membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan menyenangkan.

Pada dasarnya Me Time dapat dilakukan dengan cara-cara sederhana, tidak harus pergi ke tempat-tempat mewah atau mahal. Intinya adalah melakukan kegiatan yang paling kita sukai dan dapat membuat kita merasa tenang.

Sebuah kegiatan dapat disebut sebagai Me Time apabila memiliki manfaat yang baik setelah kita melakukannya.


Berikut Adalah Manfaat Me Time bagi kehidupan kita:

1. Mengisi Ulang Tenaga 

Rutinitas sehari-hari terkadang dapat membuat kita merasa bosan hingga mengalami stres, dengan begini kita bisa menyendiri sejenak untuk menenangkan saraf dan pikiran kita, mengurangi tekanan dan kembali fresh.

2. Meningkatkan Kreativitas

Beberapa orang percaya kreativitas dapat meningkat ketika kita sedang sendiri. Saat sendiri kita bisa membuka ruang untuk memperluas pikiran dan membantu kita untuk menemukan ide-ide baru.

3. Memberikan Kebebasan


Yang dimaksud bebas di sini adalah melakukan apa, kapan, dan bagaimana yang kita inginkan, hal ini menjadi langka seiring bertambahnya usia dan kesibukan yang tidak ada henti-hentinya.

4. Memberikan Keakraban



Menghabiskan waktu sendiri dapat membantu kita menilai kembali dan mendapatkan perspektif tentang hubungan dan memasok istirahat yang sangat dibutuhkan dari sosialisasi. Dengan cara ini, ketika kita kembali ke dunia sosial, kita dapat lebih terlibat dengan orang yang dicintai dan kamu akan terhindar dari monolog internal.


Sementara me time sendiri dapat dilakukan dengan cara apa saja dan sangat sederhana, tergantung cara kita memaknainya. Bisa dengan membaca buku seharian, mendengarkan musik atau pergi sekedar jalan-jalan sore sendiri. Terserah, yang terpenting kita melakukan kegiatan yang kita sukai sendiri tanpa adanya orang lain.


Nah, Sobat KAP biasanya kalau me time ngapain aja?


Kamis, 10 November 2016




Media sosial merupakan sarana komunikasi yang dapat menghubungkan kita dengan seseorang yang jauh di sana atau dapat juga digunakan untuk mengenal dan bertemu orang-orang baru. Namun sekarang peran media sosial seolah berubah menjadi bagian dari hidup seseorang yang tidak mudah dilepaskan. Lewat media sosial kita dapat terhubung dengan mudah dan tak terbatas.

Selain segala manfaat dan kemudahan yang bisa kita dapat dari media sosial, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan.

Kecanduan media sosial bisa sangat berbahaya dan dapat membuat kita terkena penyakit psikologis lainnya. Ironis memang. Media sosial seolah memiliki dua mata pisau yang apabila tidak digunakan dengan bijak dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Seseorang dapat dikatakan kecanduan media sosial apabila menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk sekedar memeriksa akun media sosialnya.

Selain itu ciri-cirinya dapat juga dikenali dari aktifitas yang mulai terganggu karena terlalu sibuk dengan media sosialnya.


Berikut ini adalah gangguan psikologis yang dapat terjadi akibat kecanduan media sosial:

1. Phantom Vibration Syndrome

Sindrom ini digambarkan sebagai suatu gejala di mana pengguna selalu mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau notifikasi yang masuk untuknya, padahal ponsel tersebut tidak memberikan notifikasi apapun.

2. FOMO (Fears Of Mising Out)
Menurut psikolog asal india, Dr. Rippen Sippy menyebutkan bahwa, "FOMO mengembangkan perasaan takut kehilangan update dan peristiwa penting, mereka terus akan sibuk dengan memeriksa ponsel. Hal pertama yang dilakukan adalah untuk memeriksa apakah Ia telah melewatkan sesuatu yang penting di platform media sosialnya."

Ya, pecandu media sosial, akan merasa gelisah ketika secara sengaja atau tidak meninggalkan alat komunikasi yang menghubungkannya dengan dunia maya. Jika pun ia membawanya, ia akan selalu mengecek notifikasi, seolah-olah takut ketinggalan berita.



Selain itu pecandu media sosial cenderung akan menjadi seseorang yang apatis. Dia tidak akan peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya, saat sedang asik berselancar di akun media sosialnya.

Dr. Rippen Sippy juga mengungkapkan bahwa seseorang yang telah kecanduan media sosial akan cenderung tidak mampu berada di kondisi keramaian dan banyak orang. Mereka akan sebisa mungkin menghindari interaksi langsung dan lebih memilih larut dengan media sosialnya.

Sebagian besar mereka akan lebih nyaman berada di dunia maya dibanding menghadapi dunia mereka. Karena media sosial dapat membuat mereka bertemu dan berkumpul dengan sekelompok orang yang memiliki pemahaman dan pola pikir yang sama. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, hal ini dapat membuat seseorang tersebut terjebak dalam dunia maya dan tidak dapat menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Tetapi kita tidak perlu takut, karena kecanduan media sosial bukanlah gangguan psikologis berat yang sulit disembuhkan.

Nah, bagaimana caranya agar kita tidak kecanduan media sosial:

1. Memahami Prioritas Hidup Kita
Kita harus mulai bijak dalam menentukan mana prioritas utama hidup kita, jangan sampai terlalu larut dalam menggunakan media sosial sehingga lupa tugas utama kita. Seperti misalnya sekolah, tugas-tugas kuliah atau melupakan kewajiban kita karena terlalu asyik menghabiskan waktu memeriksa status teman.

2. Membatasi Penggunaan Media Sosial
Sekarang ini media sosial semakin banyak dan beragam. Facebook, twitter, instagram, path, whatsapp, bbm dan masih banyak yang lainnya. Pilihlah media sosial yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan, jangan membuat akun di semua jejaring sosial dan aktif di dalamnya. Itu akan menguras habis waktu kita untuk terus aktif di dalamnya.

3. Bangun Interaksi Langsung
Sesekali kunjungi teman ke rumahnya sekedar silaturahmi atau pergi dengan mereka sekadar kongkow bersama. Jangan hanya menyapa lewat media sosial saja.

4. Atur Waktu
Mulailah mengatur waktu online kita. Lakukan kegiatan di dunia maya hanya pada waktu senggang dan mengisi waktu luang setelah menyelesaikan semua tugas kita.

5. Jangan Terlalu Bergantung Dengan Media Sosial
Sesekali kita bisa kembali menggunakan cara primitif, ketika ada yang menghubungi kita lewat media sosial, balaslah lewat sms atau telepon orang tersebut.



Fitur-fitur yang ditawarkan media sosial memang dapat memudahkan kita dalam melakukan komunikasi, namun jangan sampai kita terlalu larut dan melupakan kehidupan di dunia nyata. Karena kita tidak hidup di dunia maya.

Bijaklah dalam menggunakan media sosial ya Sobat KAP.



Sabtu, 05 November 2016




Malam minggu seringkali menjadi agenda wajib bagi mereka muda-mudi untuk melauinya bersama pasangan. Itulah mindset yang mau tidak mau sudah tercipta sejak lama. Lalu bagaimana dengan mereka yang masih sendiri? Biasanya sih, disebut jones karena malam minggu hanya dilewati dengan meratapi kejombloannya dan iri melihat pasangan lainnya. Yeah meskipun lebih banyak yang menyangkal dari pada mengakuinya.

Apa istimewanya sih, malam minggu?

Bagi saya, malam minggu hanya ditandai dengan bebas. Bebas begadang sampai malam, bebas nonton teve sampai pagi. Pokoknya bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan di malam-malam lainnya.

Itu dulu waktu zaman masih sekolah. Maklum, sewaktu sekolah, kalau jam 21.00 belum masuk kamar gagang sapu melayang. Yeah walaupun masuk kamar belum tentu langsung tidur. Tapi melek-merem, takut-takut ada hantu lewat.. Wew.

Sampai sekarang saya pribadi tidak mengerti, apa sih istimewanya malam minggu? Hingga membuat salah satu sahabat saya bergentanyangan dan menganggu orang lewat Blackberry Messenger, karena gagal merayakan malam minggu yang sakral.

Padahal tidak harus malam minggu kan, kita bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan setiap malam kalau mau. Jadi kenapa harus malam minggu?

Ok.. Ok. Kalau malam minggu itu harga mati. Lalu bagaimana bagi yang masih sendiri? Masih jaman meratapi nasib atau mengutuk malam biar hujan.

Hadeuh...

Ada banyak hal loh guys yang bisa dilakukan di malam minggu. Saya sih, lebih suka menyebutkan sabtu malam. Whetever lah...

Merayakan malam minggu dengan diri sendiri mungkin menjadi pilihan yang tepat. Melakukan sesuatu yang kalian senangi dan hanya bisa kalian lakukan ketika sendiri sebenarnya juga bisa menciptakan suasana seru tidak harus melulu bersama pasangan.

Nah, beberapa cara seru menikmati malam minggu:

1. Istirahat dan Tidur
Hal ini bisa kamu lakukan setelah satu minggu penuh disibukkan dengan beragam kegiatan, pekerjaan atau tugas-tugas yang menumpuk. Mengistirahatkan badan dan merefresh lagi kondisi tubuh bisa jadi pilihan tepat untuk dapat segar kembali dan siap mengahadapi esok hari.

2. Membaca Buku
Ada tumpukkan buru baru tuh, yang belum sempat terbaca karena sibuk tidak ada waktu. Jika kamu seorang kutu buku. Malam minggu bisa jadi waktu yang tepat untuk kamu membaca buku-buku yang baru kamu beli tanggal muda lalu.

3. Memasak
Melewati malam minggu bisa kamu lewati dengan melakukan hobi atau kegiatan yang kamu suka. Memasak, mencoba resep baru atau menjajal resep ciptaanmu sendiri bisa menjadi sangat mengasyikan di malam minggu. Orang rumah bisa tuh, jadi juri dadakan.

4. Jalan-Jalan Sendiri
Kata siapa sih, jalan harus sama pacar? Sendirian juga bisa loh. Keluar sebentar buat melihat malam sambil membeli beberapa makanan bisa juga kamu lakukan di malam minggu, jika tidak memiliki pasangan. Apalagi bagi sobat KAP yang memang lebih nyaman sendirian.

5. Nonton Teve
Tidak harus ke bioskop. Daripada nanti nyesek sendiri lihat pasangan sana-sini. Mending menikmati malam minggu di rumah sambil nonton teve bersama keluarga. Jangan lupa bikin kudapan untuk menunjang suasana.

6. Jalan Bareng Teman
Lagi-lagi, siapa bilang sih malam minggu harus bersama pasangan? Pergi bersama teman juga tidak kalah seru loh, guys. Kapan lagi bisa kongkow sama teman sepermainan selagi masih sendiri.

Nah, terbukti kan. Ada banyak hal seru yang bisa dilakukan di malam minggu. Biar status masih sama, jones.

Jadi jomblo happines saja yuk, daripada hati ngenes.

Selamat malam minggu.

Senin, 31 Oktober 2016



SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA
BERBAHAYA


Terkadang beberapa dari kita pernah bertanya pada kerabat atau sahabat. Meski terlihat. sederhana, namun beberapa pertanyaan ternyata berdampak besar bagi si penerima, apabila hatinya tidak cukup lapang untuk menerimanya.

Oleh sebab itu hindarilah melontarkan pertanyaan yang menyangkut kehidupan pribadi seseorang, karena kita tidak pernah tahu kedalaman hati orang lain.

Kita juga sebaiknya menjaga hati untuk tidak mudah terpengaruh dengan perkataan atau pernyataan orang lain. Sebab seseorang yang melontarkan pertanyaan atau mengkritisi kita tidak memiliki pengaruh apapun di hidup kita.

Karena kita lah yang menentukan kebahagiaan hidup kita, bukan orang lain.


Berikut ini cerita inspiratif dari sebuah kalimat sederhana namun berbahaya:


1. Saudara laki-lakinya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan :
"Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?

"Tidak ada," jawab adiknya pendek.

Saudara laki-lakinya berkata lagi, "Masa sih, apa engkau tidak berharga di sisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa."

Siang itu, ketika suaminya lelah sepulang dari kantor menemukan istrinya merajuk di rumah. Keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.

Dari mana sumber masalahnya? Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki-laki kepada adik perempuannya.


2. Saat arisan seorang ibu bertanya, "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ya, Jeng? bukankah anak-anakmu banyak?"

Maka, rumah yang tadinya terasa lapang, sejak saat itu, mulai dirasa sempit oleh penghuninya.

Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.


3. Seorang teman bertanya, "Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu?"

Ia menjawab, "1,5 juta rupiah"

"Cuma 1,5 juta rupiah?? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu?"

Sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya. Ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan malah mem-PHK nya. Kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.


4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu, "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan, Kek?"

Si kakek menjawab, "Sebulan sekali."

Yang bertanya menimpali, "Wah... Keterlaluan sekali anak-anakmu itu. Di usia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering."

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat lapang dan rela terhadap anak-anaknya. Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.



Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan-pertanyaan di atas?

Karena itu, jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain. Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka, dst... dst...

Bijaklah dalam memberi komentar kawan.
Semoga Bermanfaat.

Rabu, 26 Oktober 2016

Phone Anxiety adalah kondisi di mana seseorang enggan berbicara lewat telepon. Bahkan ketika teleponnya berdering dia akan membiarkan teleponnya begitu saja dan lebih memilih mengirim pesan setelah teleponnya berhenti berbunyi.

Seseorang yang mengalami Phone Anxiety lebih suka berkomunikasi lewat text, sms, email atau chatting dan menghindari pembicaraan via telepon.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengalami kondisi seperti ini, namun tidak terlalu ekstrim. Karena saya hanya cemas ketika ponsel saya berdering dan mendapati nomor tidak dikenal. Saya akan membiarkan telepon itu berdering hingga akhirnya mati. Saya takut menerima nomor asing dan mendapati seseorang yang tidak dikenal mengetahui nomor saya. Tapi ketika berbicara lewat telepon dengan orang yang dikenalpun sebenarnya masih memiliki beberapa ketakutan dan merasa canggung, cuma saya berusaha untuk menutupinya dan dengan terus berbicara.

Ada setidaknya lima alasan kenapa seseorang mengalami Phone Anxiety. Let's find out here!

1.Insecurity, Rasa Tak Nyaman Berbicara di Telepon
Berbicara dengan seseorang via telepon, kita tak pernah bisa melihat ekspresi wajahnya. Sehingga kita tak bisa tahu pasti bagaimana reaksi dan ekspresi wajahnya saat berbicara dengan kita. Hal ini menimbulkan rasa insecure atau tak nyaman tersendiri. Untuk menghindari rasa tak nyaman tersebut, seseorang bisa lebih memilih untuk tak mengangkat telepon daripada harus "terjebak" dalam rasa tak nyaman tersebut.

2. Social Awkwardness, Rasa Canggung dalam Obrolan
Seseorang yang memiliki phone anxiety menganggap bahwa momen dead air(tak ada topik obrolan selama beberapa saat) itu sangat menakutkan. Rasa takut kehabisan topik obrolan ini bisa membuat seseorang jadi merasa enggan untuk menerima telepon.

3. Takut Tidak Fokus
Sejumlah orang lebih memilih untuk berkomunikasi via teks atau email karena merasa mereka bisa lebih fokus dalam percakapan. Tak gampang teralihkan perhatiannya. Juga bisa lebih mudah mengontrol arah pembicaraan. Sementara kalau berbicara di telepon, ada rasa takut tidak fokus dan khawatir malah menyinggung orang yang menelepon kita saat kita memintanya untuk mengulangi lagi apa yang ia katakan.

4. Tak Tahu Cara Mengakhiri Pembicaraan
Orang yang mengalami phone anxiety kebingungan dan tak tahu cara mengakhiri pembicaraan. Ia takut caranya mengakhiri telepon nanti malah aneh dan canggung. Untuk mencegah hal itu terjadi, ia putuskan untuk tak mengangkat telepon tersebut.

5. Bingung Cara Memberi Respon Cepat
Mengirim teks atau email, kita bisa mengatur waktu sedemikian rupa memilih kalimat dan bahasa yang tepat sesuai konteks. Kalaupun ada bahasa yang kurang tepat, kita masih bisa memperbaiki dan mengeditnya lagi. Sementara kalau via telepon, kita cenderung dituntut untuk melakukan pembicaraan yang spontan. Hal inilah yang membuat seseorang yang memiliki phone anxiety merasa tak nyaman.


Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Phone Anxiety?

Cara mengatasinya bisa dibilang butuh waktu dan bertahap. Mulai dari mengingatkan diri bahwa sebenarnya bukan kamu saja orang yang punya masalah phone anxiety. Dan mereka bisa kok mengatasi masalah tersebut.

Lalu, temukan alasan kenapa berbicara di telepon membuatmu merasa tak nyaman. Mungkin dulu kamu pernah mengalami penolakan saat berbicara dengan seseorang di telepon. Cari akar masalahnya, lalu temukan solusi terbaiknya.

Perbanyak latihan berbicara. Latih saja dirimu sedikit demi sedikit untuk membuatmu lebih lancar dalam berbicara dan berkomunikasi via telepon. Butuh waktu memang, tapi semua proses itu nantinya akan sangat membantumu mengatasi masalah ini.

Dulu saya sering berlatih untuk menghilangkan Phone Anxiety dengan cara melakukan conference call bersama beberapa teman dari grup KAP, karena saya sering merasa canggung ketika berbicara hanya berdua dengan seseorang melalui telepon. Sampai saat inipun saya masih merasa canggung, dan memilih hanya melakukan panggilan untuk hal yang bersifat penting, bukan untuk sekadar basa-basi bertukar kabar. Saya lebih suka bertemu secara langsung daripada berkomunikasi via telepon.

Apa kamu juga pernah mengalaminya juga?

Senin, 19 Oktober 2015

Gaya hidup hedonisme yang sekarang marak di kalangan kawula muda, membuat segalanya hanya diukur dengan materi. Kehidupan yang mewah bagaikan pangeran dan putri dari kerajaan membutakan segalanya.

Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani á¼¡Î´Î¿Î½Î¹ÏƒÎ¼ÏŒÏ‚ hÄ“donismos dari akar kata á¼¡Î´Î¿Î½Î® hÄ“donÄ“, artinya "kesenangan". Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri. (wikipedia)
Semakin luasnya media hiburan yang muncul melalui Televisi, Jejaring sosial, dan media lainnya membuat budaya gaya hidup hedonisme semakin marak di Indonesia dewasa ini. Anak muda jaman sekarang tidak cukup dengan bermodal sepeda saja untuk sekolah, mereka meminta lebih dari itu agar mereka mau sekolah. Mereka menuntut lebih hanya demi kesenangan semata.

Pernah suatu hari saya mendapati seorang anak curhat pada saya bercerita dia tidak percaya diri dan sering dibully hanya karena tidak punya sepeda motor. Lalu memaksa saya untuk meminjam uang di bank. Dan bahkan yang lebih ekstrim lagi ketika saya memancing apa yang jaminan pinjamannya dia bersedia merelakan kehormatannya sebagai wanita.



Contoh kecil di atas adalah contoh sederhana di mana gaya hidup hedonisme sudah cukup meraja lela dewasa ini. Hanya demi satu kemewahan kecil mereka berani berbuat apa saja yang di luar nalarnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan gaya hidup hedonisme. Toh juga kalau mereka mendapatkannya dengan jerih payah sendiri tidak ada yang salah dengan gaya hidup mereka. Selama mereka tidak melakukan dengan cara yang salah seperti uang SPP tidak dibayarkan malah dipakai  untuk beli mainan atau beli HP.

Dan juga ada satu yang perlu diingat. Manusia adalah makhluk yang tidak merasa puas. Ketika manusia sudah mendapatkan apa yang ingin dicapai ia ingin mendapatkan yang lebih.

Bahaya hedonisme akan sangat berbahaya sekali jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu kita. Maka kita akan terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhir.

Langkah-langkah yang dapat kita ambil antara lain.

  1. Membudayakan Hidup Sederhana

                                

    Seorang Mark Zuckenberg, pendiri dari facebook meskipun telah sukses dia tetap memilih untuk hidup sederhana. Sebagai contoh ketika pesta pernikahan dia hanya mengundang sedikit orang dan pesta diadakan secara sederhana. Hal ini bukan apa-apa sebenarnya, tetapi dia tidak ingin terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhirnya.
  2. Tidak Tergiur Dengan Promosi Suatu Produk

                               

    Banyak dari kita terjebak dengan suatu iklan sehingga kita lupa berani membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan kita beli, atau ada barang yang seharusnya bisa kita beli dengan harga lebih murah kita lebih memilih barang yang mahal dengan kualitas yang sama.
  3. Mempunyai Prinsip Hidup

                                      
    Tidak ada salahnya kita bergaul dengan siapa saja, termasuk teman yang mempunyai gaya hidup hedonisme sekalipun. Asalkan kita mempunyai prinsip hidup yang dapat membentengi diri kita dari pengaruh kehidupan hedonisme.

Nah semoga dengan tulisan ini kita bisa terbebas dari kebiasaan gaya hidup hedonisme. Dan tidak ikut-ikutan menjadi hedonisme.

Minke Khairul Arai

Rabu, 26 Agustus 2015

Kali ini aku  ingin bercerita tentang mimpiku, mimpi semasa kecilku yang ingin aku wujudkan.

Cerita berawal dari Yogatama kecil yang suka bermain ke pasar membantu neneknya berjualan. Dari situ timbullah jiwa wirausaha di hati kecilnya. Dari kecil aku ingin sekali menjadi seorang pedagan. Cita-cita itu aku pertahankan hingga saat ini.

Hingga akhirnya aku bertemu dengan teman yang mempunyai cita-cita yang sama dengan aku. Kami memutuskan untuk membuat sebuah portal jual beli properti online.

Akan tetapi membuat suatu startup tidak semudah yang dibayangkan. Pertama aku yang diplot sebagai programer, malah tdak bisa apa-apa. Harus belajar lagi hal yang sudah lama aku lupakan. Dan itu cukup sulit mencari mentor yang bisa mengajarkan aku. Tetapi dibalik kesulitan ada kemudahan. Akhirnya kami menemukan seseorang  yang ahli programer.

Perjuangan kami belum selesai. Kami masih terus melanjutkan misi menjemput cita-cita kami. Kami memutuskan memulai dari langkah awal lagi. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat riset pasar. Riset pasar kami lakukan, dan ternyata hasil riset kami menunjukan produk yang akan kami jual dibutuhkan oleh masyarakat. Di sini kami merasa cukup senang.

Langkah kakipun masih kami lanjutkan. Selanjutnya kami melakukan riset calon kompetitor kami. Tugas ini diserahkan padaku. Aku meriset calon kompetitor yang akan kami hadapi.

Setelah aku riset dan aku presentasikan kepada timku, ada sebuah calon kompetitor yang ide bisnisnya 90% mirip dengan yang akan kami jual. Kami pun langsung lemas dan memutuskan mengganti ide bisnis kami.

Ahh, rasanya setelah hari itu badanku lemas. Tidur tidak nyenyak, makan gak enak, badan lemas, serasa hidup gak ada semangat. Karena aku sudah memutuskan inilah pekerjaanku kelak. Tidak seperti teman aku yang lainnya.

Hingga seminggu kemudian jadwal kami kumpul. Paginya ketika aku masih di rumah temanku memberi tulisan berharga.
Ingat angrybird itu ditemukan setelah percobaan yang ke 50 kali baru bisa laku di pasaran, kita belum apa-apa
Astaga, tulisan ini sangat menyentak aku. Yaa. aku belum apa-apa sudah patah semangat. Aku kembali teringat kisah Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah percobaan ribuan kali.

Setidaknya aku menemukan 3 pelajaran dari kisah ini




1. Bikin startup gak semudah ngelamar anak orang




Hehe. Emang sedikit nyeleneh juga sih. Tapi ada benarnya juga, kalau mau ngelamar gampang aja kalau sudah sama-sama suka, keluarga kedua mempelai sudah ok semuanya jalan. Bikin startup tidak semudah itu. Prosesnya cukup panjang dan rumit dari awal memulai sampai mendapatkan uang satu rupiah.

2. Punya usaha sendiri bukan untuk disombongkan


Terkadang aku merasa derajatku lebih tinggi kalau aku bandingkan diriku dengan teman lainnya yang mulai mencari kerja sementara aku mendirikan usaha sendiri. Padahal belum tentu juga usahaku pasti berhasil. Jadi jangan sombong dulu dan tetap rendah hati.


3. Jalanmu tertutup  bukan berarti impianmu terhenti

 
Terkadang kita sudah bersusah payah mewujudkan impian, kita sudah mengurangi jatah istirahat kita, banting tulang mengorbankan segalanya tapi ternyata impian kita tidak juga tercapai. Kalau sudah begini sih katanya Bondan "Yaa sudahlah", kata The Beatles "Let it be", kalau kata Frozen "Let it go". Terserahlah mau pakai yang mana, tapi intinya sama ketika perjuangan kalian menggapai mimpi tidak tercapai bukan berarti  langkah kalian sudah terhenti. Tapi di sinilah Alam Semesta menunjukkan jalan yang harus kalian tempuh selanjutnya, Alam Semesta menunjukan jalan yang kalian tempuh selama ini salah, jadi cari jala lainnya menuju Bintang Sirius.

Inilah pengalaman aku. Semoga bisa kalian hikmahnya. :)


Minke Khairul Arai Hirata - Eka Firmansyah Yogatama

Minggu, 09 Agustus 2015

Memasuki fase kehidupan baru sebut saja hari pertama masuk kuliah
seringkali memunculkan rasa takut untuk kamu yang berkepribadian
introvert. Tempat baru, lingkungan baru dan orang-orang baru. Kamu
sangat kuatir apakah dapat beradaptasi dengan lingkungan barumu.



Apalagi dengat sifat introvert yang kamu miliki, yang membuatmu takut
tidak bisa beradaptasi. Apa jadinya jika kamu gagal mendapat teman,
tidak diterima dilingkungan karena keintrovertanmu.

Ketakutan-ketakutan semacam ini seringkali menghantuimu. Apalagi kamu
akan menempuh waktu belajar yang tidak singkat.

Mendapatkan seorang teman di awal-awal masuk kuliah mungkin bisa jadi
penentu kelancaran jalanmu menempuh pendidikan di tempat baru. Apalagi
peranan teman bisa dibilang penting. Maka wajar saja jika kamu
seringkali memiliki ketakutan yang luar biasa ketika memulai langkah
baru dalam hidupmu di tempat asing dan kamu merasa sendiri.

Lalu bagaimana caranya agar kamu bisa dapat teman baru atau paling
tidak bisa beradaptasi di lingkungan baru?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah sejenak menghapus konsep
dunia ekstrovert, ambivert dan introvert. Ketakutanmu tidak diterima
di lingkungan baru hanya karena kamu introvert tidak akan pernah
terjadi. Karena pada dasarnya sebagian besar orang tidak peduli atau
tidak tahu tentang ekstrovert, ambivert ataupun introvert.

Lalu bagaimana agar kamu bisa beradaptasi di lingkungan kampus barumu?

Tips dan trik menjadi mahasiswa baru:

Positif Thinking

Berpikir positif adalah awal yang baik untuk memulai hari pertama
masuk kuliah. Jika kamu datang sendiri saat hari pertama masuk kuliah
atau dalam masa OSPEK. Tidak perlu merasa takut. Coba lihat
sekeliling! Pasti ada juga yang datang sendiri. Setidaknya bukan kamu
saja kan yang datang sendiri. Ciptakan pola pikir positif bahwa mereka
temanmu dan mereka baik. Agar kamu tidak merasa terasing. Walaupun
pada akhirnya kamu menemui kendala dengan seseorang yang mungkin
bersikap kurang baik terhadapmu. Berbuat baiklah padanya sekecil
apapun. Lawan bisa jadi kawan di masa depan.

Tersenyum

Hal baik yang pertama bisa kamu lakukan adalah tersenyum. Selain itu
kamu bisa melakukannya ketika kamu tidak berani menyapa orang-orang
baru terlebih dulu. Kamu bisa mulai tersenyum pada siapa saja yang
bertatap muka denganmu. Jika mereka membalas tersenyum juga, bisa
membuatmu tampil sedikit berani menyapa satu atau dua orang di antara
mereka. Kalau masih saja tidak berani menyapa terlebih dahulu. Ok.
Tersenyum saja. Tapi yang natural ya. Beberapa dari mereka mungkin
akan terpancing oleh senyummu dan mengajakmu berkenalan. Di tahap ini
kamu harus sedikit lebih aktif. Jangan cuek ketika diajak kenalan.

Menunjukkan Ketertarikan Terhadap Orang

Kamu memang introvert tapi ada beberapa orang yang tidak tahu kamu
introvert dan mungkin tidak peduli. Jangan tunjukkan kesan seolah kamu
manusia yang tidak mau diganggu. Setelah mendapat beberapa kenalan
baru, hindari mencari duduk di tempat sepi kalau bisa berbaur bersama
mereka yang baru saja kamu kenal. Meskipun hobi kamu adalah
menyendiri. Jangan menolak ajakan sekedar makan siang bersama atau
tawaran pulang bersama ya.

Mendengarkan

Trik ini bisa kamu terapkan apabila tidak ada seorangpun yang
memperhatikan kamu meskipun kamu sudah duduk di sebelah mereka.
Mencuri dengar apa yang sedang mereka bicarakan secara diam-diam tanpa
melihat atau bisa juga dengan menunjukkan pada mereka bahwa kamu
sedang memperhatikan mereka. Gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum
kamu memutuskan untuk bertindak.

Inisiatif

Tidak ada yang akan terjadi jika kamu tidak melakukan apa-apa. Setelah
berhasil mengumpulkan informasi dari hasil nguping tadi, kamu harus
mencoba membuat inisiatif mendekati mereka. Misalnya saja ketika
temanmu membicarakan tentang rencana ke kantin bersama. Kamu bisa
bangkit mendekati mereka dan beranikan diri bertanya, "Kalian mau
kemana?" sebenarnya pertanyaan ini adalah pangcingan. Ketika mereka
memberitahu rencana mereka biasanya mereka akan berbasa-basi dengan
mengajakmu serta. Dan ini akan menjadi kesempatan untukmu. Jangan
pikir panjang. Langsung saja ikut! Meskipun hanya satu orang saja di
antara mereka yang kamu tahu namanya. Kamu bisa berkenalan setiba di
kantin nanti. Biasanya sih mereka yang akan bertanya namamu. Tapi
tidak ada salah jika kamu berinisiatif bertanya dan memperkenalkan
diri terlebih dahulu.

Selain itu kamu juga bisa menerapkannya untuk masuk ke sebuah obrolan.
Dari hasil mengumpulkan informasi tadi kamu bisa inisiatif nimbrung
dengan mereka pada saat mereka sedang asyik membicarakan sesuatu. Ada
baiknya kamu menunjukkan ekspresi wajah sedang memperhatikan mereka
agar mereka tidak terkejut dan menerima kehadiranmu di tengah obrolan
mereka. Ambil sebanyak-banyaknya informasi kemudian beranikan diri
dengan tiba-tiba masuk ke topik bahasan mereka. Contoh, "Eh aku juga
suka sama boyband itu," misalnya untuk cewek pecinta k-pop. Dan untuk
cowok pecinta bola, motogp atau anime. Karena harus diingat. Sesuaikan
topik pembicaraan dengan sesuatu yang kamu kuasai atau kamu sukai.
Selamat mencoba.




Dunia ini tidak mengenal ekstrovert, ambivert ataupun introvert. Dunia
ini sekadar refleksi dari apa yang kamu lakukan. Semuanya memang
kembali ke diri sendiri.

Karena sebenarnya mereka akan bersikap seperti apa yang kamu lakukan
kepada mereka. Dunia ini ibarat cermin. Termasuk dunia perkuliahan.
Mereka aslinya bersikap biasa-biasa saja bahkan ada beberapa yang
ingin mengenal kamu lebih dekat. Hanya terkadang kamu terlalu
berlebihan dan beranggapan negatif.

Tetap berpikir positif ya sobat.


Terimakasih kepada dua teman saya atas masukan dan sarannya untuk artikel ini.
Terimakasih banyak Bunga dan Ana.
 

Selasa, 28 Juli 2015

Banyak saya temui member di grup Introvert manapun yang bilang "Aku lebih nyaman di rumah", "Lebih enak di rumah daripada keluar rumah".

Tidak ada yang salah dengan statement tersebut. Karena seorang introvert lebih nyaman menghabiskan waktu di dalam rumah. Akan tetapi yang  perlu diingat kawan, dunia tidak sekecil itu  kawan. Dunia tidak sebesar layar laptop atau smartphone kalian. Dunia sangatlah luas dan

Tidak perlu bersusah payah untuk keluar rumah. Cukup luangkan saja waktu sehari dalam seminggu untuk berjalan-jalan keluar rumah baik itu sendirian ataupun bersama teman-teman. Tidak perlu takut tersesat jika keluar rumah, karena teknologi yang kita miliki sekarang sudah cukup canggih. Ke manapun kalian pergi pasti akan kembali lagi ke rumah dengan selamat.

Berikut manfaat yang kalian dapat ketika memulai melangkahkan kaki kalian keluar rumah.

Menambah Ketrampilan dalam Bersosial



Saat kita melangkahkan kaki keluar rumah, maka kita akan bertemu dengan orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Atau bahkan kita akan bertemu dengan seseorang yang sebelumnya hanya kita temui dalam dunia media sosial.

Bagi seorang introvert berkomunikasi dengan orang asing yang tidak dikenal mungkin adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi kawan, jika kita membuka diri untuk memulai pembicaraan dengan orang di sekitar kita setiap melakukan perjalanan, itu akan menjadikan kita lebih pandai dalam bersosial. Dimanapun kita berada akan mudah dalam beradaptasi.

Menemukan Hal Baru


Ketika kita memutuskan untuk keluar rumah, Tentunya kita akan menemukan hal baru yang tidak pernah ditemui di dalam rumah. Kalian akan bertemu dengan banyak  hal yang sebelumnya tidak pernah kalian pikirkan. Kalian mempunyai ekspektasi baru, alami pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, mencicipi makanan baru. Dengan semua itu, niscaya mood kita disegarkan kembali.


Rasa Syukur pada Tuhan


Ketika kalian keluar dari rumah, kalian tentunya akan menemukan banyak hal yang dapat membuat kalian merasa lebih bersyukur dengan kehidupan kalian sekarang. Berjalan ke berbagai tempat akan membuat kalian merasakan suatu bentuk kehidupan lain yang tentunya berbeda dengan kehidupan kalian.

Misalnya, saat kalian berjalan-jalan dan mengamati berbagai kesenjangan sosial antara masyarakat yang mampu dan masyarakat yang mungkin tidak bisa seberuntung kalian. Saat itulah mata kalian akan terbuka dan Anda harus memaknainya dengan rasa syukur.


Menghilangkan Stres



Kalian bosan dengan rutinitas yang tidak berubah setiap hari, seperti sekolah, les, belajar, dll. Inilah saatnya kalian ngluyur keluar rumah. Cobalah luangkan waktu kalian untuk pergi sejenak melupakan  rutinitas sehari-hari yang membosankan sehingga pikiran  lebih rileks. Saat kalian keluar rumah, terutama ke tempat-tempat yang Anda sukai, seperti pantai atau gunung, tentu membuat diri kalian lebih bahagia. Dengan demikian, stres akan hilang.


Menjadi Pribadi yang Lebih Ceria



Seringkali kita merasakan galau. Ketika galau terkadang sering di antara kita menulis kegalauan kita di sosial media. Mencurahkan kegalauan kita dengan kata-kata, lalu berharap belas kasihan orang lain untuk berkomentar mengenai kegalauan kita. Eitss, hati-hati itu tidak baik jika kalian terus-menerus melakukan hal itu karena itu hanya menjadikan masalah kalian lebih buruk (baca : Dampak Negatif Terlalu Sering Mengeluh)

Daripada ngeluh doank di funia maya mending kita main aja keluar rumah. Dengan berjalan-jalan keluar rumah  misalkan jogging, mengunjungi tempat yang tenang,  mengunjungi tempat yang kalian sukai, main ke teman lama maka  kalian akan terlihat lebih ceria dan menyenangkan.


Menyehatkan Tubuh



Bisa dibayangkan kalau kalian terus-terusan mengurung diri di rumah. Kerjanya cuma makan tidur lalu online di depan gadget. Badan kalian jadi kurang sehat karena kurangnya aktivitas. Maka dari itu ayo kita main keluar rumah mencari aktivitas lain yang membuat tubuh bergerak lebih aktif biar sehat selalu.


Minke Khairul Arai
 

Minggu, 26 Juli 2015

Halo sobat pendiam, bagaimana kabarmu setelah hari raya? Bryan serta tim penulis mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin jika selama ini ada salah-salah yang kami lakukan di blog ini.
Sad Face via bryansurya.blogspot.com
Kembali ke topik. Beberapa bulan ini menyimak banyak sekali artikel di blog ini yang membuat para pendiam dan introvert sepertimu menyadari apa saja kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Nah, kali ini aku dengan bantuan dari mencoba mengumpulkan apa saja kekurangan-kekurangannya. Mungkin memang tidak cukup lengkap, tapi hal-hal berikut inilah yang paling sering terjadi dan cukup mengganggu. Monggo disimak..

Hanya Diam Ketika Berdiskusi

Poin yang pertama ini adalah salah satu hal yang paling dikeluhkan oleh orang-orang, termasuk para ekstrovert. Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sangat suka berdiam diri dan menyendiri di pojok ruangan. Namun, hal itu tentunya sangatlah konyol jika dilakukan ketika sedang berdiskusi. Apalagi jika berdiskusinya melalui group chat, apa orang lain tidak murka ketika ia sudah mengetik panjang lebar dan hanya mendapatkan status "seen" saja darimu!?

Tapi, jangan dulu kamu menganggap orang lain tidak mau mengerti keadaanmu sebagai pendiam. Dalam kasus ini, seharusnya kamulah yang harus mengerti keadaan. Sadari bahwa kamu diajak berdiskusi karena kamu memang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam topik yang dibahas. Kalau kamu masih ndableg, masih diam saja saat berdiskusi, temanmu sesama pendiam pun dijamin akan merasa muak denganmu!

Memenuhi Beranda Medsos dengan Kegalauan

Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sepertimu memang fikirannya dipenuhi jutaan kata yang tak dapat mereka ungkapkan. Sehingga mereka memilih untuk menjadikan kegiatan menulis di media sosial sebagai sarana untuk menuangkan isi otaknya. Tapi, kenapa sih harus memenuhi berandaku dengan kegalauan!?

Sesekali menulis update yang galau itu tidak masalah, tapi jika terus-terusan, dan terlalu sering itu memuakan. Tahukah kamu bahwa kegalauan itu dapat menular? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gerald Haefell dan Dr. Jennifer Hames dari University of Notre Dame menunjukan bahwa kegalauan itu dapat menular.

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati 206 mahasiswa yang dipasangkan secara acak sebagai teman sekamar, semuanya baru saja memulai tahun pertama mereka di universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tinggal sekamar dengan teman yang rentan depresi, mulai mengikuti cara-cara berfikir dan mengembangkan tanda-tanda depresi.

Kira-kira begitu juga dengan mereka yang membaca status galau kamu, mereka juga akan tertular perasaan galau. Mereka yang tidak mau ikut teracuni kegalauan pasti akan unfollow kamu, atau bahkan bisa juga mereka akan unfriend dan block kamu. Kalau itu terjadi, kamu pasti tambah galau kan? Beli buku diary gih. Memangnya kamu tidak merasa malu bila aibmu diumbar-umbar ke publik?

Terlalu Lama Berfikir 

Chatting dengan kamu yang pendiam, apalagi yang introvert itu melelahkan. Aku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesan balasan dari kamu. Padahal kamu sedang online kok, dan kamu juga tidak sibuk kan?

Hmm.. It's okay, aku tahu masalahnya. Kamu sebagai pendiam dan introvert dianugerahi kemampuan menulis diatas rata-rata, kamu juga sangat memperhatikan detail tulisanmu sehingga jarang ditemui typo atau tata bahasa yang acak-acakan. Tapi ya tidak harus segitunya juga kali. Aku hanya ingin chat denganmu sobatku sambil bersantai, bukan chat dengan robot. Robot pun juga tidak akan selama itu dalam membalas pesanku!

Lalu, apakah sama bila mengobrolnya di dunia nyata? Tentunya hampir sama. Karena pendiam atau introvert sepertimu memiliki kecenderungan untuk menjaga perasaan lawan bicara. Iya, saking menjaga perasaan orang, kamu sampai terlalu memikirkan dampak dari perkataanmu hingga kamu tidak pernah menuntaskan kalimatmu. Pastilah lawan bicaramu akan merasa bosan dan meninggalkan kamu karena kamu garing banget.

Mood Swinger yang Parah

Apa itu mood swing, sub-genre musik swing kah? Bukan, mood swing alias oscillation of a person's emotional feeling tone between period of euphoria and depresion adalah kondisi emosional seseorang yang tak menentu dan berubah-ubah. Kadang merasa senang, lalu tidak ada angin, hujan, petir, ia berubah menjadi kesal, marah, sedih dan lain sebagainya.

Tahukah kamu bahwa pendiam dan introvert adalah orang yang mudah terkena mood swing yang ekstrim? Walaupun kedengarannya sepele dan tidak penting, mood swing bisa membuatmu terkena kelainan psikologis, yaitu bipolar disorder. Hal ini sangat bisa mengacaukan kualitas kehidupanmu, kecuali jika kamu dapat mengendalikannya. Kok bisa?

Begini contohnya, saat sedang mood swing yang ekstrim, otakmu tidak akan bisa jernih dalam berfikir. Alhasil ketika kamu mengobrol dengan rekan, sahabat, keluarga dan lainnya, mereka akan gagal paham dengan apa yang kamu sampaikan dan akhirnya terpiculah percekcokan. Apalagi saat mood swing sedang parah-parahnya, emosimu menjadi sangat tinggi. Kelar deh hubungan baikmu dengan mereka!

Nah, coba bayangkan bila ini terjadi didalam pekerjaan. Kamu bisa cekcok dengan rekan kerja, atau dengan bos kamu sendiri. Kalau sudah begitu, kiamat deh pekerjaanmu hanya karena masalah yang harusnya tidak terjadi. Sudah dipecat, kamu juga dicap tidak professional oleh rekan kerjamu. So, kendalikan dirimu!

Terlalu Sesitif dan Selalu Berfikir Negatif

Tidak semua hyper hyper sensitive person adalah introvert, tapi bisa jadi introvert adalah orang yang hyper sensitive. Apa itu orang-orang hyper sensitive? Mereka adalah orang-orang yang perasaannya sangat sangat sensitif, begitu mudah hancur. Layaknya lapisan tipis air yang beku, sentuhan lembut kan menghancurkannya.

"Kau tak tahu betapa rapuhnya aku. Bagai lapisan tipis air yang beku. Sentuhan lembut kan hancurkan aku.." Rapuh oleh Joeniar Arief
Beberapa pendiam yang terlalu sensitif sepertimu itu menyebalkan. Bicara kasar dengan maksud bercanda untuk menghangatkan suasana, kamu tersinggung, kamu marah, kamu sakit hati, kamu merasa menjadi korban social-bullying. Oh man, haruskah sebegitu sensitifnya!? Coba kamu balikan kata candaan kasar itu kepadaku, apa aku bakalan tersinggung? Tentunya tidak, aku justru akan merasa kamu lebih bersahabat kepadaku.

Kalau dengan hal sekecil itu kamu sakit hati, kamu tidak akan bisa survive di Surabaya eh maksudku kamu tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan! Karena kamu akan selalu dimakan oleh fikiran-fikiran negatif didalam otakmu, yang disebabkan oleh perasaanmu yang terlalu sensitif. Kamu akan terus dimakan oleh fikiran-fikiran yang belum pasti dan mungkin tidak pernah terjadi.

Pengecut Bermental Tempe

Walaupun tidak semua pendiam seperti ini, tapi inilah yang paling aku benci dari semua poin yang telah aku sebutkan diatas. Ada cukup banyak hal payah yang membuatku benar-benar kesal dengan para pendiam dan introvert. Apa itu? Sebagian besar yang kubenci adalah kebiasaan main belakang atau menusuk dari belakang.

Di dunia nyata. Jika pendiam atau introvert sedikit tersinggung dengan seseorang, ia akan diam. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dibalik kediamannya itu, ia menggunjing orang yang menyinggungnya hingga membuat orang-orang membenci sang penyinggung. Apa untungnya sih? Padahal dia hanya tersinggung karena hal sepele dan itu pun tak disengaja.

Begitu juga di dunia maya. Ketika seorang pendiam atau introvert bercerita tentang masalahnya, ada seorang member yang memberi nasihat. Namun, sang pendiam itu tersinggung dengan apa yang ditulis oleh orang yang memberinya nasihat, dan menganggapnya kasar serta tidak punya hati. Padahal nasihat orang itu biasa saja kok, hanya saja sang pendiam merasa tertohok dengan isinya, lalu tersinggung. Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?

Sang pendiam itu tidak akan membalas dengan akun aslinya. Dengan pengecutnya ia menggunakan beberapa akun palsu untuk menyerang sang penasihat, bahkan ia tak segan-segan melakukan cyber harassment, hingga terus bersusah payah meneror sang penasihat dengan cyber bullying. Apa untungnya coba? Itu hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal yang sering terjadi.

Pesanku untuk pembaca. Jangan pernah merasa bangga dengan topeng dunia maya, karena menghina di dunia maya itu sama terasa sakitnya di dunia nyata, dan sama dosanya dihadapan Tuhan!



That's it. Bagi sobat pendiam yang membaca, jangan marah-marah dan merasa tersinggung dengan artikelku ini, apalagi sampai menggunakan akun kloning untuk menerorku. Karena sebenarnya artikel ini adalah hasil introspeksi diri yang kulakukan beberapa bulan ini. Artikel ini juga akan menjadi artikel terakhirku di blog Komunitas Anak Pendiam, karena tugasku di blog ini sudah selesai. Sekali lagi, aku mohon maaf jika selama di blog ini aku pernah menyinggung perasaan pembaca, itu semua demi kebaikan pembaca.

Aku tidak akan pernah melupakan rekan-rekan di redaksi. Disinilah untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana rasanya gagasanku dihargai, disinilah untuk pertama kalinya aku benar-benar berguna bagi orang lain, dan disini juga aku untuk pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya orang lain berterimakasih kepadaku. Sungguh, itu kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Semoga bermanfaat.. ^_^ Smile! It's sunnah!









Referensi:

Senin, 06 Juli 2015

Kita sudah membahas tuntas tipe kepribadian INTJ dan INFJ pada artikel sebelumnya. Dan sekarang kita masuk ke tipe kepribadian introvert menurut MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) yang selanjutnya, yaitu INTP. INTP tidak jauh berbeda dengan tipe INTJ. Mereka sama-sama seorang pemikir yang rasional dan mengedepankan teori. Saking banyaknya kemiripan, mereka sering dijuluki “si kembar”.

INTP

Populasi INTP disinyalir hanya berkisar antara 3-5% dari populasi dunia. INTP sendiri merupakan singkatan dari I (Introvert), N (Intuition), T (Thinking), P (Perception).
I (Introversion) : mereka yang cenderung tenang dan pendiam, lebih suka bekerja sendiri atau dalam kelompok kecil, dan memperoleh energi dengan menyendiri.
N (Intuition) : lebih suka pada gambaran besar daripada detail, dan lebih mengedepankan masa depan daripada realita keadaan masa kini.
T (Thinking) : cenderung lebih suka menilai sesuatu secara obyektif daripada menurut pemikirannya sendiri. Ketika mengambil sebuah keputusan, lebih suka pada pertimbangan logika daripada pertimbangan sosial.
P (Perception) : cenderung menahan pendapat dan menunda keputusan. Lebih memilih untuk terbuka dengan pilihannya, sehingga dapat dirubah sesuai kondisi.


The Thinkers & Architect

Fungsi T (Thinking) yang dominan pada INTP membuatnya kerap dijuluki sebagai The Thinkers alias pemikir. Konon, INTP adalah pemikir berat bahkan diantara tipe pemikir lain. INTP merupakan sosok yang cerdas. Mereka pandai dalam membuat sebuah rancangan dan menangani masalah rumit, dengan pemikirannya yang tajam. Rancangan buatan INTP pun selalu dinamis, dapat berubah-ubah sesuai kondisi. Sehingga selain pemikir, mereka juga dijuluki sebagai “The Architect” alias perancang.


Seperti apa sih, INTP itu?

Penjelasan berikut merupakan gambaran umum dari karakteristik INTP. Meskipun begitu, bukan sebagai bahan untuk menilai orang lain. Melainkan sebagai pengetahuan untuk mengenali diri sendiri. Karena setiap orang mempunyai hak untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Pemalu dan sulit beradaptasi. Pada umumnya, INTP adalah sosok yang pemalu dan susah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mereka membutuhkan waktu untuk sekadar akrab dengan lingkungan dan orang-orang baru. Namun, mereka bisa menjadi sangat hangat dan bersahabat bila sudah kenal dekat dengan seseorang.

Mengutamakan akal sehat daripada perasaan. Ini sudah jelas, mengingat INTP memiliki fungsi T (Thinking), dan bukan F (Feeling). Mereka adalah orang yang rasional yang mengutamakan akal sehat daripada perasaan. Mereka ahli dalam analisa teori, namun kurang peka dengan lingkungan sosial. Sehingga sering membuat orang lain salah paham terhadap mereka.

Fokus dan sangat bersemangat. INTP selalu fokus dan bersemangat dengan pekerjaan yang mereka geluti. Terutama kegiatan yang mengasah kecerdasan dan krativitas mereka.

Ahli analisa dan pola pikir abstrak. Ini merupakan salah satu sifat INTP yang identik dengan INTJ. Mereka mempunyai pola pikir yang kreatif dan unik. Selain itu, mereka juga punya segudang ide yang ingin segera diwujudkan. Namun, saking abstarknya pola pikir mereka, mungkin hanya sesama INTP yang bisa saling memahami. Mungkin INTJ juga bisa memahami hal itu.
Pola pikir INTP

Teroritis, pengetahuan di atas segalanya. INTP memandang segalanya dengan teori. Mereka adalah seorang “profesor” yang menggunakan kecerdasan dan teori untuk menemukan sebuah solusi. Mereka hidup dengan pemikirannya sendiri, menganalisa, mengidentifikasi pola dan mencari penjelasan logis akan suatu hal. Dorongan alami mereka untuk mengubah teori menjadi pemahaman yang rasional dan konkrit. Pikiran mereka selalu bekerja dan berusaha mendapatkan teori-teori baru, atau membuktikan atau menyangkal teori yang sudah ada.

Tidak suka memimpin. Selain karena sifat mereka yang pemalu dan susah adaptasi, INTP merupakan sosok yang toleran dan fleksibel. Sehingga mereka tidak suka bila ditunjuk sebagai pemimpin yang harus mengendalikan orang lain. Mereka adalah tipe orang yang terbuka dengan kritik dan saran. Jadi, pemimpin yang punya perintah bukanlah sesuatu yang disukai mereka.

Independen, konvensional, dan original. INTP tidak suka sesuatu yang terlalu terkekang dengan aturan. Mereka lebih suka bekerja sendiri sesuai dengan tujuan mereka. Mereka biasanya memiliki karakter yang kompleks, dan mungkin cenderung gelisah dan temperamental. Mereka sangat cerdik, dan memiliki pola pikir konvensional yang memungkinkan mereka untuk menganalisis ide-ide dengan cara yang baru. Sehingga, banyak karya ilmiah dunia yang dibuat oleh INTP.

Bebas berkreativitas. Para INTP yang cenderung independen ini, tidak suka dengan peraturan yang membatasi cara mereka berkreativitas. Dalam berkreativitas, mereka adalah makhluk yang bebas, tidak dapat diganggu gugat. Walau terkadang, kebebasan tersebut justru membuat kerugian bagi mereka.
aturan INTP

Pelupa dan ragu-ragu. Ketika mereka fokus dengan satu pekerjaan yang digeluti, mereka bisa lupa segalanya. Lupa waktu, lupa diri, lupa dengan pekerjaan lain, dll. Selain itu, mereka bukanlah sosok yang tegas dalam mengambil keputusan. Terkadang mereka menduka-duka sesuatu yang tidak penting, sehingga membuat mereka penuh keraguan dalam bertindak.

Cuek sosial. Seorang INTP kurang peduli dengan keadaan sosial, seperti pekerjaan, berbincang-bincang dengan tetangga, hingga urusan keluarga, mereka lebih mengejar suatu tempat di mana mereka bisa mengembangkan dan mengeluarkan seluruh kreativitas mereka.

Jujur apa adanya. Sama seperti INTJ, INTP bukan tipe orang yang munafik. Kalau tidak, mereka bilang tidak. Kalau iya, mereka juga bilang iya.

Hobi merenung. Akibat dari menumpuknya teori dan ide-ide, membuat INTP sering terlihat melamun. Sebenarnya mereka bukan melamun, melainkan merenungi semua teori yang sedang mereka gagas.


Kelebihan dan Kelemahan INTP

Kelebihan
Kelemahan
  • Fokus
  • Sangat bersemangat
  • Kreatif
  • Pintar
  • Jujur
  • Original


  • Susah adaptasi
  • Terlalu teoritis
  • Ragu-ragu
  • Pelupa
  • Kurang peduli sosialisasi
  • Gegabah


Karir INTP
Sebenarnya tidak ada sangkut pautnya antara kecocokan karir dengan tipe kepribadian tertentu. Apapun pekerjaannya, akan terasa cocok bila kita sendiri bisa nyaman dengan pekerjaan tersebut. Walaupun ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa kepribadian tertentu lebih cocok dengan pekerjaan tertentu, itu hanyalah sebuah gagasan yang menghubungkan antara teori suatu kepribadian dengan yang mungkin cocok untuknya.

Berikut adalah pekerjaan yang KAP SARAN-kan bagi kamu, para INTP:
Perencana strategi
Ahli ilmu pasti
Profesor
Penulis teknis
Insinyur
Programmer
Pengacara
Hakim
Penyidik forensik
Fotografer

Pasangan Bagi INTP

Sama seperti karir yang cocok untuk keribadian tertentu, pasangan/partner juga demikian. Semua orang bebas menentukan dan menemukan pasangan yang cocok untuk masing-masing, tidak terikat oleh teori atau ramalan tertentu. Sebuah teori menjelaskan bahwa INFJ yang lebih dominan pada fungsi Introverted Thinking (IT) lebih cocok dengan Extraverted Thinking (ET). Partner alami seorang INTP adalah dengan ENTJ atau ESTJ. Untuk lebih jelasnya, dapat membaca pada artikel Ketahuilah Pasangan Terbaik dengan Kepribadian MBTI Kamu.


Tokoh-tokoh berkepribadian INTP

Beberapa tokoh yang memiliki kepribadian INTP sangat terkenal hingga saat ini. Nyaris semua orang yang hidup di bumi ini mengenal mereka. Yaitu sang fisikawan Albert Einstein. Sewaktu hidupnya, Einstein sering dijuluki orang gila karena terlalu “gila” dengan teori-teorinya. Namun, lihatlah sekarang. Ia ada di jajaran para penemu bersejarah dunia. Berikut adalah tokoh-tokoh INTP lainnya:
Albert Einstein, scientist
Charles Darwin, naturalist
William James, psychologist and philosopher
Dwight D. Eisenhower, U.S. President
C. G. Jung, psychiatrist
Socrates, philosopher
Sir Isaac Newton, mathematician, physicist and astronomer
J.K. Rowling, author
Abraham Lincoln, U.S. President

“A love of problem solving” – INTP

Walau INTP terlihat terlalu fokus dengan teorinya, dan cuek dengan keadaan sosial, mereka tidak selamanya tidak peduli dengan sosial. INTP cenderung menjadikan teori sebagai tanggung jawabnya dalam memajukan masyarakat untuk bergerak ke arah pemahaman yang lebih baik. Contoh nyata adalah Carl Jung dengan teori MBTI-nya yang menjadi pedoman kepribadian saat ini. Selalu ingat pesan dari KAP: Jangan biarkan kepribadian membentukmu, tapi bentuklah kepribadianmu.

Regard!

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Paling Banyak Dibaca