Thursday, 2 July 2015


Mengeluh adalah reaksi negatif yang keluar karena suatu permasalahan. Ketika mendapat kesusahan, dalam keadaan sedih atau sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Biasanya kita akan tanpa sadar mengeluh. Bisa secara spontan atau lewat perbincangan bersama teman yang biasa disebut curhat.

Siapa sih yang ga pernah curhat?

Mengapa kita mengeluh?

Ketika menghadapi suatu permasalahan atau situasi yang rumit, kadangkala kita ingin meluapkan rasa marah atau rasa ketidak puasan. Tapi bisa juga seseorang mengeluh untuk mengharapkan simpati atau mendapatkan pengakuan dari sekitarnya dengan cara mengeluh.

Boleh saja mengeluh. Asal tidak terlalu sering dan tidak mengeluhkan setiap hal kecil yang terjadi di hidup kita. Apalagi dengan perkembangan media sosial belakangan ini yang memudahkan kita menulis apa saja dan membaginya, tanpa memikirkan dampak yang dapat timbul karena keluhan kita di sosial media.

Tahu kah kamu bahwa mengeluh bisa berdampak negatif bukan hanya pada diri kamu sendiri tapi juga pada orang lain.

Apa saja dampak negatifnya.

Mengeluh Memperpendek Usiamu


Seseorang yang terlalu sering mengeluh bahkan hanya karena hal sepele dan tidak akan merasa puas sebelum mengeluh atau curhat ternyata berdampak buruk bagi kesehatan. Orang yang gemar mengeluh biasanya berusia tiga kali lebih pendek dari orang yang bisa menikmati hidupnya atau 9-10 tahun lebih lama dibanding mereka yang jarang mengeluh.

Mengeluh Hanya Memperburuk Keadaan


Hanya mengeluh saja tanpa berbuat apa-apa tidak akan menyelesaikan masalahmu. Mengeluh justru akan membuatmu semakin frustasi. Mengeluh hanya akan menjadikanmu sebagai manusia sinis dan pesimis terhadap semua permasalahan dan pengalaman hidup. Penderitaan yang dirasakan akan menimbulkan stress dan depresi berkepanjangan.

Mengeluh Itu Menular


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat suasana hati orang yang mendengar atau melihatnya menjadi sama buruknya atau justru lebih buruk dari orang yang mengeluh. Seseorang yang mendengar atau melihat keluhan anda akan tanpa sadar ikut memasukkan keluhannya ke dalam percakapan sebagai upaya untuk merespon anda. Meskipun memgeluh mengurangi bebanmu namun anda telah menularkan hal negatif kepada orang disekitarmu.

Mengeluh Dapat Menambah Masalah Baru


Kemajuan teknologi terutama media sosial menjadi sarana atau tempat mengeluh paling mudah. Kamu bisa menulis apapun yang ada dipikiranmu tanpa memikirkan dampaknya terlebih dahulu. Menyebut nama seseorang yang membuatmu kesal atau menyertakan merk dan nama sebuah instansi dalam keluhan yang kamu tulis di status facebookmu. Kelihatannya sepele namun hal ini bisa memicu masalah besar. Kamu bisa terjerat kasus hukum apabila seseorang, merk atau instansi tidak terima dan menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Mengeluh di media sosial juga akan membuat orang-orang di sekitarmu tahu keburukanmu dan kekuranganmu. Kamu juga akan terlihat kurang bersyukur dan seorang mudah putus asa. Hal ini dapat membuat orang lain meremehkanmu, menganggapmu lemah dan mungkin menjadi malas berteman denganmu. Bayangkan jika orang yang kamu taksir melihat kamu rajin mengeluh di status facebookmu.

Tentu sebagai manusia biasa kadangkala kita mengeluh. Namun terlalu sering mengeluh pun hanya akan memperburuk keadaan. Kenapa tidak mulai bersyukur? Bukankah lebih baik mencari cara untuk menyelesaikan masalah daripada hanya mengeluh?! So berhentilah mengeluh sobat KAP!

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler