Monday, 7 October 2013

Seperti yang kita tahu, introvert atau kita yang berkepribadian introvert sering diidentikan dengan sifat dan perilaku penyendiri, pemalu, kaku dan kadang culun. Duh... sebel tidak sih, dengernya. apalagi kaum introvert seoalah terjajah oleh ektrovert, kaum mayoritas di muka bumi ini. Nah... baru baru ini saya mengutip sebuah buku yang berjudul “The Introvert Advantage (How To Thrive in an Extrovert World)”, yang ditulis oleh Marti Laney, Psy.D ini mengupas tentang sisi lain seorang introvert. Di dalam buku ini dijelaskan tentang beberapa poin yang sering disalah artikan mengenai introvert dan membuat saya berteriak bahagia dan "YA YA YA... ITU SEMUA MEMANG BENAR"







10 MITOS SALAH MENGENAI INTROVERT

Mitos # 1 – Introvert Pendiam Atau Tidak Suka Bicara
Introvert hanya berbicara kecuali mereka memang memiliki sesuatu untuk dikatakan. Mereka membenci basa-basi. Tapi, jika seorang introvert sedang berbicara tentang sesuatu yang mereka minati, mereka tidak akan berhenti bicara sampai berhari-hari.

Jika ada yang mengatakan Introvert sama halnya dengan pendiam hanya karena ciri utama introvert adalah pendiam bukan berarti si introvert ini dapat disebut sebagai orang pendiam. Mereka hanya akan bicara seperlunya namun mereka akan menjadi sosok ramai dan menyenangkan ketika membicarakan topik yang mereka sukai bersama sedikit teman akrab.


Mitos # 2 – Introvert Pemalu
Rasa malu tidak ada hubungannya dengan menjadi seorang Introvert. Introvert bukan berarti takut orang. Apa yang mereka butuhkan adalah sebuah alasan untuk berinteraksi. Mereka tidak berinteraksi demi interaksi sosial. Jika Anda ingin berbicara dengan Introvert, berbicara saja. Tidak perlu mengkhawatirkan kesopnan.
 Memang masih menjadi perdebatan apakah pemalu adalah introvert dan introvert sudah pasti pemalu. Tapi saya lebih setuju dengan teori ini bahwa rasa malu dan introvert adalah dua hal berbeda. Semua orang memiliki rasa malu dengan kadar masing-masing. Dan jelas introvert bukan pemalu karena mereka memilih sendiri dan menyukainya meski mereka punya kemampuan dalam bersosialisasi sementara mereka yang pemalu adalah orang-orang yang takut dengan situasi sekelilingnya, mereka mau bergabung dan ikut bersosialisasi tapi karena ketakutan yang besar membuat mereka tidak pernah bisa melakukannya. Biasanya pemalu akan merasa tersiksa sementara introvert bahagia dengan kesendiriannya.


Mitos # 3 – Introvert Kasar
Introvert sering tidak melihat alasan perlunya untuk berbasa-basi sosial. Mereka ingin semua orang menjadi riil dan jujur. Sayangnya, hal ini tidak diterima di kebanyakan situasi, sehingga introvert merasakan banyak tekanan untuk menyesuaikan diri, dan bagi mereka ini melelahkan.

Hanya karena tidak suka berbasa-basi di lingkungan sekitar Introvert sering dianggap kasar atau tidak punya tata krama karena hidup di masyarakat mayoritas yang menganggap beramah-tamah dan berbasa-basi adalah sopan santun yang benar. Hadeuh saya juga sering dianggap seperti ini. Dan sepertinya saya tidak sendiri. Benar kan?


Mitos # 4 – Introvert Tidak Menyukai Orang
Sebaliknya, introvert sangat menghargai sedikit teman yang mereka miliki. Mereka bisa menghitung teman-teman dekat mereka dengan satu tangan. Jika Anda cukup beruntung untuk dianggap teman oleh seorang introvert, Anda mungkin telah memiliki sekutu setia seumur hidup. Sekali Anda telah mendapatkan rasa hormat mereka, keberadaan Anda sangat diterima.

Orang-orang introvert lebih suka memandang kualitas sebagai patokan dalam hubungan pertemanan. para introvert lebih suka memiliki sedikit teman dan menjalin hubungan yang intens dengan mereka. Bener kan? Teman saya juga sedikit.


Mitos # 5 – Introvert Tidak Suka Pergi Ke Tempat Umum
Omong kosong. Introvert hanya tidak ingin pergi keluar di depan umum UNTUK WAKTU YANG LAMA. Mereka juga ingin menghindari komplikasi yang terlibat dalam kegiatan publik. Mereka mengambil data dan situasi dengan sangat cepat, dan sebagai hasilnya, mereka tidak perlu berada di sana untuk waktu yang lama untuk mehamami kegiatan publik yang tengah berlangsung. Lalu mereka siap untuk pulang, mengisi ulang energi, dan memproses semua pengalamannya tadi. Faktanya, isi ulang energi adalah mutlak penting untuk introvert.

Introvert bisa kok pergi ke sebuah pesta atau menghadiri pesta pernikahan teman. Ya meskipun mereka butuh dorongan untuk melakukannya. Maksudnya adalah mereka tidak akan sengaja pergi ke sebuah tempat yang dipenuhi banyak orang asing. Tapi mereka membutuhkan alasan untuk melakukannya. Misalnya datang ke acara pesta ulang tahun teman atau menemani orang spesialnya ke sebuah acara pernikahan. So kalau temenmu introvert jangan sungkan untuk mengundangnya ke pesta ulang tahunmu atau jika pacarmu introvert dia mau kok nemenin kamu ke acara pernikahan temanmu.


Mitos # 6 – Introvert Selalu Ingin Sendirian
Introvert sangat nyaman dengan pikiran mereka sendiri. Mereka banyak berpikir. Mereka melamun. Mereka senang memiliki masalah untuk dikerjakan dan teka-teki untuk dipecahkan. Tapi mereka juga bisa merasa luar biasa kesepian jika mereka tidak memiliki siapapun untuk berbagi pencapaian mereka. Mereka menginginkan hubungan yang otentik dan tulus dengan SATU ORANG pada satu waktu.

Setelah melakukan kegiatan bertemu banyak orang yang melelahkan si introvert butuh istirahat dengan menyendiri sejenak. Mengisi ulang energi. Prosesnya seperti makan ketika lapar atau tidur ketika kelelahan. Ya introvert menyendiri untuk menemukan ritme hidupnya lagi. Tapi bukan berarti introvert akan menyendiri terus ya. Mereka akan keluar jika tenaganya telah kembali pulih.


Mitos # 7 – Introvert Aneh
Introvert sering individualis. Mereka tidak mengikuti orang banyak. Mereka akan lebih suka dihargai karena cara-cara unik hidup mereka. Mereka berpikir berdasarkan standar diri mereka sendiri dan karena itu, mereka sering menantang kebiasaan. Mereka tidak membuat keputusan berdasarkan pada apa yang sedang populer atau trendi.

Lebih sederhananya sih introvert itu antimainstream. Karena introvert cenderung memiliki cara pandang yang berbeda dengan banyak orang maklum introvert kan kaum minoritas. Jadi sesuatu yang disukainya terkadang sedikit bertentangan dengan apa yang disukai orang kebanyakan. Introvert jadi tampak aneh dan saya sering dibilang alien atau dari dunia asing.


Mitos # 8 – Introvert Culun dan Terasing
Introvert adalah orang-orang yang lebih sering melihat ke dalam, memberi perhatian lebih pada pikiran dan emosinya. Ini bukan berarti bahwa mereka tidak mampu memberi perhatian pada apa yang terjadi di sekitar mereka, hanya saja dunia batin mereka terasa jauh lebih merangsang dan bermanfaat bagi mereka.

Sebenarnya introvert adalah pengamat yang baik. Mereka bisa memperhatikan hal-hal kecil yang sangat detail sekalipun. Namun sifatnya yang tidak suka berbasa-basi membuat mereka terkesan tidak peduli dengan sekeliling dan lebih asik dengan kegiatannya sendiri. Karena orang introvert hanya akan melakukan sesuatu yang penting dan berguna bagi mereka. Ya wajar saja kalau introvert tidak suka ikut campur dalam urusan orang lain karena dianggap tidak penting.


Mitos # 9 – Introvert Tidak Tahu Bagaimana Bersantai Dan Bersenang-Senang
Introvert biasanya merasa rileks di rumah atau di alam, bukan di tempat umum yang penuh kesibukan. Introvert bukan pencari sensasi dan pecandu adrenalin. Jika ada terlalu banyak pembicaraan dan kebisingan terjadi, mereka melemah. Otak mereka terlalu sensitif terhadap neurotransmitter yang disebut Dopamine. Introvert dan ekstrovert memiliki perbedaan jalur syaraf yang dominan. Perbedaan Otak Introvert vs Ekstrovert

Introvert itu sebenarnya fleksibel. Ketika bertemu dengan sekelompok teman akrabnya mereka bisa mengeluarkan sisi mengasikkan dan cerewet yang identik dengan ekstrovert. Jadi ga benar kalau introvert itu tidak asik.


Mitos # 10 – Introvert Bisa Memperbaiki Diri Dan Menjadi Ekstrovert
Sebuah dunia tanpa introvert akan menjadi dunia dengan sedikit ilmuwan, musisi, seniman, penyair, pembuat film, dokter, matematikawan, penulis, dan filsuf. Meski demikian, masih ada banyak teknik yang dapat dipelajari orang ekstrovert untuk berinteraksi dengan introvert. (Ya, aku sengaja membalik posisi introvert dan extrovert  untuk menunjukkan kepada Anda betapa biasnya masyarakat kita.) Introvert tidak bisa “memperbaiki diri” dan pantas dihormati untuk temperamen alami mereka dan juga kontribusinya bagi umat manusia. Bahkan, satu penelitian (Silverman, 1986) menunjukkan bahwa peningkatan persentase introvert di antara manusia berbanding lurus dengan IQ (rata-rata manusia).
Penyangkalan seorang introvert atas diri mereka sendiri dalam rangka untuk bergaul di dunia yang didominasi extrovert dapat menjadi sangat destruktif. Seperti minoritas lainnya, introvert dapat berakhir membenci diri mereka sendiri dan orang lain karena perbedaan mereka dengan kaum mayoritas. Jika Anda pikir Anda adalah seorang Introvert, aku sarankan Anda meneliti topik ini dan mencari introvert lainnya untuk membandingkan catatan. Beban tidak sepenuhnya berada pada kita para introvert untuk mencoba dan menjadi “normal”. Ekstrovert pun harus mengakui dan menghormati kita, dan kita pun perlu menghargai diri kita sendiri.


Nah sudah jelas kan. Beberapa poin yang selama ini dunia salah mengartikan kaum introvert. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membuka mata dunia tentang introvert yang sebenarnya.


Faranggi Eva Lutvika


0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler