Tuesday, 30 December 2014

Sobat KAP, ketika seseorang mengalami kejadian atau peristiwa yang buruk, kemungkinan besar orang itu akan mengalami trauma. Efek psikologis itu pun tidak akan hilang begitu saja dan dapat sesekali muncul lagi..

Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NLPm membenarkan kalau dampak psikologis berupa trauma memang akan kembali terjadi pada seseorang. Namun, trauma hanya akan kembali terjadi ketika seseorang mengalami kejadian serupa..

“Ketika seseorang mendapatkan stimulus yang sama, ada informasi yang sama, peristiwa yang sama yang kemudian dia lihat kembali, secara tidak langsung dia merasakan kembali kejadian buruk yang pernah dialaminya,” jelasnya..

Kepala Seksi Advokasi Bidang Pencegahan BNN Kepri ini pun menyambungkan bahwa kondisi trauma yang timbul kembali bergantung pada seberapa lama kejadian tersebut telah terjadi. Semakin lama peristiwa yang telah menimbulkan trauma pada seseorang tersebut telah berlalu, maka semakin mudah untuk menyingkirkan rasa trauma tersebut..

“Kalau misalkan sudah berlangsung sama, efeknya mungkin hanya muncul sesaat. Kemudian mungkin nanti akan hilang lagi. Secara umum memang begitu tapi secara khusus tidak mudah untuk menghilangkan trauma,” simpul Melly Puspita..









Sumber: Bryan Suryanto's Blog dengan perubahan.

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler