Friday, 17 April 2015


“Kamu tak bisa menerka, mengira dan menebak tentang diriku, setiap saat aku selalu berubah, baik pikiran,tingkah laku dan yang lainnya. Kau lihat aku sekarang baik, bisa saja aku menjadi jahat. Aku tak bisa kamu tebak. Jangan coba menebak sifatku, karena aku bisa berubah – ubah”. Sedikit terjemahan dari buku yang kubaca, judulnya “Weird” atau bisa diartikan “Aneh” kata itu juga sering mendarat untuku. Mereka bilang aku aneh, karena tidak pernah keluar rumah untuk sekedar bersosialisasi. Mereka bilang aku aneh karena aku selalu berjalan dengan menundukan kepala. Dan mereka bilang aku aneh karena memberikan ilmuku secara Cuma – Cuma kepada anak – anak disekitar rumah, yang tak lain adalah anak anak mereka sendiri.
Aku memang aneh, aku mencoba memperbaikinya dengan mencoba membiasakan diri  dengan mengisi hari – hari dengan berkumpul, walau hanya dengan anak – anak. Karena aku takut, masih merasa takut jika berkumpul dengan orang yang seumuran denganku. Aku takut akan kekecewaan, aku takut akan penghianatan, aku takut akan kehilangan, Aku takut. Walau aku aneh, tak berarti bahwa aku selalu hidup sendiri. Ada empat orang diluar lingkar keluargaku yang setia menemani. Mereka bilang aku ini tidak aneh, aku ini istimewa dan harus terus di bimbing. Mereka adalah emas diladang lumpu bagiku.
Kita bisa memanggilnya, ULI , Lia, Rahma dan Tika.Keempat orang itu diikatkan oleh tali pertemanan yang mereka lukis dengan tinta persaudaraan, sangat kuat. Tak pernah bisa dilepaskan oleh apapun. Walau sebesar apapun masalah yang menerpa mereka, mereka selalu kuat. Karena mereka melengkapi satu sama lain. Aku orang yang terkahir, mereka bilang aku adalah pelengkap atau penyempurna bangunan yang belum selesai.  Kebiasaan sehari – hari mereka adalah menulis disebuah blog Cerpen. Berbagi cerita, ide dan semua yang mereka miliki. Semua canda tawa dan kebiasaan mereka merubahku sedikit demi sedikit. Tapi tidak semuanya, masih ada sisa diriku yang dulu.
Aku merasa, aku hidup dalam dua dunia yang berbeda, ketika aku bersama mereka aku bisa merasakan kebahgiaan, ketika aku bersama yang lainnya, aku merasa kosong, dan hanya aku sendiri didalamnya. Aku penasaran apa yang membuatku seperti ini. Aku mencari informasi dan Google menjelaskan bahwa apa yang aku alami ini disebut “ INTROVERT”. Disalah satu blog aku membaca ulasan tentang introvert seperti ini  “ Apa yg kita bayangkan saat mendengar kata introvert? Apa mungkin seorang yg pemalu, penyendiri, dll? Jika ada, maka pendapat tsb tidak salah. Namun juga tidak sepenuhnya betul. Lalu apa sebenarnya introvert itu? Introvert tentu lawan dr ekstrovert, sebenarnya keduanya ialah prefensi jenis kenyamanan seseorang.

Introvert bersifat: Energized by the inner world, inward, quiet, thinks and may act, values depth of experience. Sedang Ekstrovert: Energozed by the outer world, outgoing, talkative, acts first think later, values breadth of experience. Sederhananya introvert adalah orang yg berorientasi ke’dalam’ diri sendiri. Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, konsep.
Maka orang introvert lebih senang dengan kondisi tenang, agar nyaman digunakan u/ berpikir. ‘Sumber energi mental’ mereka didapatkan dari menyendiri. Terkadang sosial menganggap introvert sbg org yg anti-sosial. Walau suka menyendiri, sebenarnya tipe introvert juga suka berbagi kepada org lain. Namun tipe org introvert akan pilih-pilih kepada siapa ia akan berbagi. Maka beruntung jika org introvert memilihmu dalam berbagi ide. Artinya ia telah nyaman dengan anda, prilakunya ke anda bisa sangat berbeda dgn org lain yg baru diketahui.
Introvert bukanlah anti-sosial. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa introvert adlh org yg memberikan pengaruh besar. Mereka (introvert) mempunyai kemampuan mengambil keputusan, memelihara hubungan awet (karena pilih-pilih teman), memancarkan rasa tenang ke sekitar”
Dari artikel diatas, ada beberapa yang benar – benar aku rasakan dalam diri, ada juga yang tidak. Aku mencoba memberikan artikel ini ke Lia, membicarakannya. Dengan gaya bahasa inggrisnya itu lia menjawab
Lia       :           “ Its oke, If youre Introvert.So what “ .
Aku     :           “apa kamu masih mau berteman denganku ?”
Lia       :           “ A Friends is not see who you are, Listen to me
I am Proud to be Friends With you” aku terdiam sejenak menatap mata Lia tak percaya.
            Lia       : “Did you know ?” aku menggeleng pelan.
            Lia       : “ I am Introvert Too”
            Aku     : “Yang bener ? aku menatap Lia masih tidak percaya”
            Lia       : “Yes I am”
Lia       : “Oke Listen to me. Youre not Weird but your Spesial, We are Special”
Aku    : “Tapi.. aku tidak pernah bisa menggontrol diriku untuk melakukan sesuatu dan
mengatakan sesuatu. Kadang aku mengatakan apa yang tidak ingin katakana.
Kadang semua itu terjadi begitu saja. Aku belum bisa menjadi orang yang special” Lia memeluku, mebisikan kata yang tak pernah aku dengar sebelumnya dari siapapun “ aku, Uli, Rahma, Tika, akan siap menuntunmu, aku berjanji” Lia kemudian mengambil handponenya memutar lagu Theme Song Boboiboy “Bersedia”

“Dengarkanlah, disitu aku berjanji menemanimu”   Lia tersenyum menatapku.

Cerpen ini juga tersedia di :
Kumpulan Cerpen dan Sastra

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler