Saturday, 27 June 2015

Sebagian besar orang suka traveling. Terlepas dari apakah kamu introvert atau ekstrovert. Selama ini, publik selalu mengidentikkan traveling dengan berkunjung ke suatu tempat yang jauh dari rumah, tempat baru, pergi bersama keluarga atau beberapa orang untuk bersenang-senang menghabiskan waktu. Itu semua terdengar seperti ekstrovert banget. Bagi introvert yang tidak begitu suka dengan lingkungan baru, keadaan sosial, dan lebih suka sendirian, seolah tidak mendapatkan kesempatan untuk traveling.

Tapi tenang saja, bagi introvert yang disebutkan di atas, kalian bisa kok traveling sendirian. Kalian bisa melakukan “Solo Traveling”. Solo traveling bukan berarti traveling ke Kota Solo :3 Dari namanya saja sudah jelas bahwa solo traveling adalah traveling sendirian tanpa ditemani satu pun orang yang dikenal, biasanya untuk tujuan menenangkan diri. Ingat ya, Solo traveling berbeda dengan minggat :3 Satu hal positif dari Solo Traveling adalah dapat membentuk kemandirian kita, karena kita bertanggung jawab untuk diri kita sendiri sepanjang hari, sepanjang jalan tanpa harus berkompromi dengan orang lain.
travel alone

ALERT! Tidak dianjurkan bagi kalian introvert penakut. :p

Introvert adalah sifat alami manusia. Mereka juga membutuhkan sesuatu yang bisa membuat mereka nyaman. Seperti membutuhkan waktu menyendiri untuk memperoleh energi. Ketika Solo traveling pun, kita mau tidak mau juga harus berinteraksi dengan publik. Lalu mungkinkah Solo Traveling cocok untuk introvert? Cocok kok. Berikut KAP punya beberapa tips untuk kalian yang ingin ber-Solo Traveling, yang KAP rangkum dari Introvert, Dear.

Selalu “aware” dengan lingkungan sekitar

Usahakan untuk tetap sadar di manapun kalian berada. Bukan hal baru lagi bila introvert sangat hobi melamun. Tidak salah kok kalau kalian melamun ketika dalam perjalanan di dalam bus, kereta, atau pesawat. Tapi usahakan untuk tetap tanggap situasi sekitar. Seintrovertnya kita, keselamatan tetap nomer satu. Karena biasanya, orang yang sendirian  dan tampak lengah, akan menjadi sasaran empuk kejahatan.
solo traveling
Selain itu, melamun ketika traveling itu “engga banget”. Tujuan traveling sendiri adalah untuk mencari hiburan, bersenang-senang dan refreshing. Tidak lucu kalau sudah jauh-jauh pergi namun tetap melamun di sana. Cobalah untuk melihat keadaan lingkungan sekitar. Buat diri kita senyaman mungkin, jangan membawa pikiran keruh ketika traveling.

Stay in hotels

Sekali lagi, introvert membutuhkan waktu untuk menyendiri. Tempat yang tenang dengan privasi yang bagus, sudah lebih cukup bagi Solo traveler terkhusus introvert. Hotel adalah salah satunya. Di hotel, introvert dapat menikmati waktu sendirinya dengan tenang. Cocok bagi Solo traveler yang membutuhkan tempat untuk menenangkan pikiran. Di sini kita bisa mendapatkan waktu ternyaman kita, atau lebih sering disebut “me time”.

Carilah hotel yang cocok dengan kondisi kita. Hotel tidak perlu yang terlalu “wah” dan mahal. Kalau boleh saran, carilah hotel yang dekat dengan obyek wisata tertentu. Misal hotel yang menyajikan panorama pegunungan atau pantai ketika kita membuka jendela. Itu akan membuat “me time” kita semakin berkualitas.

Rencanakan matang-matang

“Plan ahead” itu penting. Terutama bagi introvert. Karena introvert menyukai sesuatu yang berjalan secara terencana dan struktural. Mereka tidak begitu suka dengan spontanitas. Tapi tidak perlu terlalu rinci ketika membuat rencana perjalanan. Cukup garis besar dari tujuan traveling kita. Karena walau kita sudah sangat detil membuat rencana, pasti akan ada satu dua hal yang melenceng dari rencana yang kita buat.

Siapkan peralatan dan perlengkapan traveling sesuai kebutuhan kita. Jangan sampai ada yang tertinggal. Walau beberapa kebutuhan bisa dibeli di tempat tujuan travel, akan lebih tenang bila kita membawanya dari rumah. Peta sangat diperlukan bila kita datang ke tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tidak ada salahnya juga mempelajari budaya, cara hidup, bahkan jenis kejahatan yang sering terjadi di tempat tujuan travel. Itu sangat membantu bagi solo traveler.

Rasakan sensasinya

Ketika traveling sendirian, kita akan merasakan berbagai perasaan, seperti kegembiraan, kebebasan, rasa ingin tahu, dll. Tapi juga timbul rasa cemas, kesepian, dan keraguan diri. Rasakan semua sensasi yang muncul. Itu akan melatih mental kalian. Kalian akan terlatih untuk hidup mandiri, hidup keras, merasakan sisi kehidupan yang sesungguhnya, memaknai setiap masalah hidup, dan pentingnya orang lain di hidup kita agar tidak lagi kesepian.

“To awaken quite alone in a strange town is one of the pleasantest sensations in the world.” – Freya Stark

Bagi kalian para introvert, cobalah sekali-kali meng-explore hal-hal baru yang menantang. Selain bermanfaat untuk pembentuk mental, juga bermanfaat untuk menghilangkan kejenuhan. Keluarlah dari “box”! Menyendiri tidak harus melulu dengan sesuatu yang menjemukkan. Solo Traveling mungkin terdengar sangat mengerikan, terutama bagi introvert. Tapi tidak ada gunanya menerka-nerka tanpa mencobanya. Kegagalan terbesar disebabkan karena tidak berani mencoba.

Sekali lagi,
ALERT! Tidak dianjurkan bagi kalian introvert penakut!

Regard!

2 comments:

Akhsan Chaniago said...

Solo traveller itu amazing...

Akhsan Chaniago said...

Solo traveller itu amazing...

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler