Sunday, 26 July 2015

Halo sobat pendiam, bagaimana kabarmu setelah hari raya? Bryan serta tim penulis mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin jika selama ini ada salah-salah yang kami lakukan di blog ini.
Sad Face via bryansurya.blogspot.com
Kembali ke topik. Beberapa bulan ini menyimak banyak sekali artikel di blog ini yang membuat para pendiam dan introvert sepertimu menyadari apa saja kelebihan-kelebihan dalam dirimu. Nah, kali ini aku dengan bantuan dari mencoba mengumpulkan apa saja kekurangan-kekurangannya. Mungkin memang tidak cukup lengkap, tapi hal-hal berikut inilah yang paling sering terjadi dan cukup mengganggu. Monggo disimak..

Hanya Diam Ketika Berdiskusi

Poin yang pertama ini adalah salah satu hal yang paling dikeluhkan oleh orang-orang, termasuk para ekstrovert. Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sangat suka berdiam diri dan menyendiri di pojok ruangan. Namun, hal itu tentunya sangatlah konyol jika dilakukan ketika sedang berdiskusi. Apalagi jika berdiskusinya melalui group chat, apa orang lain tidak murka ketika ia sudah mengetik panjang lebar dan hanya mendapatkan status "seen" saja darimu!?

Tapi, jangan dulu kamu menganggap orang lain tidak mau mengerti keadaanmu sebagai pendiam. Dalam kasus ini, seharusnya kamulah yang harus mengerti keadaan. Sadari bahwa kamu diajak berdiskusi karena kamu memang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam topik yang dibahas. Kalau kamu masih ndableg, masih diam saja saat berdiskusi, temanmu sesama pendiam pun dijamin akan merasa muak denganmu!

Memenuhi Beranda Medsos dengan Kegalauan

Pendiam, terutama yang berkepribadian introvert sepertimu memang fikirannya dipenuhi jutaan kata yang tak dapat mereka ungkapkan. Sehingga mereka memilih untuk menjadikan kegiatan menulis di media sosial sebagai sarana untuk menuangkan isi otaknya. Tapi, kenapa sih harus memenuhi berandaku dengan kegalauan!?

Sesekali menulis update yang galau itu tidak masalah, tapi jika terus-terusan, dan terlalu sering itu memuakan. Tahukah kamu bahwa kegalauan itu dapat menular? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gerald Haefell dan Dr. Jennifer Hames dari University of Notre Dame menunjukan bahwa kegalauan itu dapat menular.

Penelitian itu dilakukan dengan mengamati 206 mahasiswa yang dipasangkan secara acak sebagai teman sekamar, semuanya baru saja memulai tahun pertama mereka di universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tinggal sekamar dengan teman yang rentan depresi, mulai mengikuti cara-cara berfikir dan mengembangkan tanda-tanda depresi.

Kira-kira begitu juga dengan mereka yang membaca status galau kamu, mereka juga akan tertular perasaan galau. Mereka yang tidak mau ikut teracuni kegalauan pasti akan unfollow kamu, atau bahkan bisa juga mereka akan unfriend dan block kamu. Kalau itu terjadi, kamu pasti tambah galau kan? Beli buku diary gih. Memangnya kamu tidak merasa malu bila aibmu diumbar-umbar ke publik?

Terlalu Lama Berfikir 

Chatting dengan kamu yang pendiam, apalagi yang introvert itu melelahkan. Aku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesan balasan dari kamu. Padahal kamu sedang online kok, dan kamu juga tidak sibuk kan?

Hmm.. It's okay, aku tahu masalahnya. Kamu sebagai pendiam dan introvert dianugerahi kemampuan menulis diatas rata-rata, kamu juga sangat memperhatikan detail tulisanmu sehingga jarang ditemui typo atau tata bahasa yang acak-acakan. Tapi ya tidak harus segitunya juga kali. Aku hanya ingin chat denganmu sobatku sambil bersantai, bukan chat dengan robot. Robot pun juga tidak akan selama itu dalam membalas pesanku!

Lalu, apakah sama bila mengobrolnya di dunia nyata? Tentunya hampir sama. Karena pendiam atau introvert sepertimu memiliki kecenderungan untuk menjaga perasaan lawan bicara. Iya, saking menjaga perasaan orang, kamu sampai terlalu memikirkan dampak dari perkataanmu hingga kamu tidak pernah menuntaskan kalimatmu. Pastilah lawan bicaramu akan merasa bosan dan meninggalkan kamu karena kamu garing banget.

Mood Swinger yang Parah

Apa itu mood swing, sub-genre musik swing kah? Bukan, mood swing alias oscillation of a person's emotional feeling tone between period of euphoria and depresion adalah kondisi emosional seseorang yang tak menentu dan berubah-ubah. Kadang merasa senang, lalu tidak ada angin, hujan, petir, ia berubah menjadi kesal, marah, sedih dan lain sebagainya.

Tahukah kamu bahwa pendiam dan introvert adalah orang yang mudah terkena mood swing yang ekstrim? Walaupun kedengarannya sepele dan tidak penting, mood swing bisa membuatmu terkena kelainan psikologis, yaitu bipolar disorder. Hal ini sangat bisa mengacaukan kualitas kehidupanmu, kecuali jika kamu dapat mengendalikannya. Kok bisa?

Begini contohnya, saat sedang mood swing yang ekstrim, otakmu tidak akan bisa jernih dalam berfikir. Alhasil ketika kamu mengobrol dengan rekan, sahabat, keluarga dan lainnya, mereka akan gagal paham dengan apa yang kamu sampaikan dan akhirnya terpiculah percekcokan. Apalagi saat mood swing sedang parah-parahnya, emosimu menjadi sangat tinggi. Kelar deh hubungan baikmu dengan mereka!

Nah, coba bayangkan bila ini terjadi didalam pekerjaan. Kamu bisa cekcok dengan rekan kerja, atau dengan bos kamu sendiri. Kalau sudah begitu, kiamat deh pekerjaanmu hanya karena masalah yang harusnya tidak terjadi. Sudah dipecat, kamu juga dicap tidak professional oleh rekan kerjamu. So, kendalikan dirimu!

Terlalu Sesitif dan Selalu Berfikir Negatif

Tidak semua hyper hyper sensitive person adalah introvert, tapi bisa jadi introvert adalah orang yang hyper sensitive. Apa itu orang-orang hyper sensitive? Mereka adalah orang-orang yang perasaannya sangat sangat sensitif, begitu mudah hancur. Layaknya lapisan tipis air yang beku, sentuhan lembut kan menghancurkannya.

"Kau tak tahu betapa rapuhnya aku. Bagai lapisan tipis air yang beku. Sentuhan lembut kan hancurkan aku.." Rapuh oleh Joeniar Arief
Beberapa pendiam yang terlalu sensitif sepertimu itu menyebalkan. Bicara kasar dengan maksud bercanda untuk menghangatkan suasana, kamu tersinggung, kamu marah, kamu sakit hati, kamu merasa menjadi korban social-bullying. Oh man, haruskah sebegitu sensitifnya!? Coba kamu balikan kata candaan kasar itu kepadaku, apa aku bakalan tersinggung? Tentunya tidak, aku justru akan merasa kamu lebih bersahabat kepadaku.

Kalau dengan hal sekecil itu kamu sakit hati, kamu tidak akan bisa survive di Surabaya eh maksudku kamu tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaan! Karena kamu akan selalu dimakan oleh fikiran-fikiran negatif didalam otakmu, yang disebabkan oleh perasaanmu yang terlalu sensitif. Kamu akan terus dimakan oleh fikiran-fikiran yang belum pasti dan mungkin tidak pernah terjadi.

Pengecut Bermental Tempe

Walaupun tidak semua pendiam seperti ini, tapi inilah yang paling aku benci dari semua poin yang telah aku sebutkan diatas. Ada cukup banyak hal payah yang membuatku benar-benar kesal dengan para pendiam dan introvert. Apa itu? Sebagian besar yang kubenci adalah kebiasaan main belakang atau menusuk dari belakang.

Di dunia nyata. Jika pendiam atau introvert sedikit tersinggung dengan seseorang, ia akan diam. Namun, tak banyak yang tahu bahwa dibalik kediamannya itu, ia menggunjing orang yang menyinggungnya hingga membuat orang-orang membenci sang penyinggung. Apa untungnya sih? Padahal dia hanya tersinggung karena hal sepele dan itu pun tak disengaja.

Begitu juga di dunia maya. Ketika seorang pendiam atau introvert bercerita tentang masalahnya, ada seorang member yang memberi nasihat. Namun, sang pendiam itu tersinggung dengan apa yang ditulis oleh orang yang memberinya nasihat, dan menganggapnya kasar serta tidak punya hati. Padahal nasihat orang itu biasa saja kok, hanya saja sang pendiam merasa tertohok dengan isinya, lalu tersinggung. Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?

Sang pendiam itu tidak akan membalas dengan akun aslinya. Dengan pengecutnya ia menggunakan beberapa akun palsu untuk menyerang sang penasihat, bahkan ia tak segan-segan melakukan cyber harassment, hingga terus bersusah payah meneror sang penasihat dengan cyber bullying. Apa untungnya coba? Itu hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal yang sering terjadi.

Pesanku untuk pembaca. Jangan pernah merasa bangga dengan topeng dunia maya, karena menghina di dunia maya itu sama terasa sakitnya di dunia nyata, dan sama dosanya dihadapan Tuhan!



That's it. Bagi sobat pendiam yang membaca, jangan marah-marah dan merasa tersinggung dengan artikelku ini, apalagi sampai menggunakan akun kloning untuk menerorku. Karena sebenarnya artikel ini adalah hasil introspeksi diri yang kulakukan beberapa bulan ini. Artikel ini juga akan menjadi artikel terakhirku di blog Komunitas Anak Pendiam, karena tugasku di blog ini sudah selesai. Sekali lagi, aku mohon maaf jika selama di blog ini aku pernah menyinggung perasaan pembaca, itu semua demi kebaikan pembaca.

Aku tidak akan pernah melupakan rekan-rekan di redaksi. Disinilah untuk pertama kalinya aku merasakan bagaimana rasanya gagasanku dihargai, disinilah untuk pertama kalinya aku benar-benar berguna bagi orang lain, dan disini juga aku untuk pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya orang lain berterimakasih kepadaku. Sungguh, itu kebahagiaan yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Semoga bermanfaat.. ^_^ Smile! It's sunnah!









Referensi:

6 comments:

Nova camut said...

kamu itu gk menghargai org yg pendiam, org pendiam itu gk jg kali mikirnya negatif negatif aja, tp km buat artikelnya yg negatif, berpikir yg nggak nggak sm org pendiam, org pendiam itu ingin berussha menjadi yg baik untuk org lain, coba km jdi dy, km bsa rasain rasax, jgn buat artikel yg menyinggung org pendiam sm sj km dpt dosa, sadar diri kalek, jgn ngomongin org yg pendiam, lhat dirimu dulu. baru komen tentang org lain.

Bryan Suryanto said...

Negatif atau tidak itu tergntung dari sudut pandang pembacanya. Kalau memandangnya sebagai pacuan semangat, ya artikel ini bisa jadi positif. Tapi kalau merasa tersindir, nggak terima, dan masih saja ngeyel, ya otomatis kamu bakal memandang artikel ini negatif..

#ThinkAgain

Lee Joyeon said...

Ngga sama sekali. Introvert ga semuanya munafik kyk yg ada di artikel ini. Mungkin ini artikel bertujuan untuk negur satu org tapi untuk mengatas namakan negur introvert ini ga cocok sama sekali.
Maaf. Bukannya ngeyel. Tapi faktanya gasemua introvert itu basher di blkg.
Sama halnya kyk 'gak semua ekstrovert nentang org introvert'
Saya introvert yg brshbt dgn ekstrovert. Walau gasemua. Alias yg baik akhlaknya. Maaf btw #nobash

Anonymous said...

ekstrovert seharusnyajg introspeksi diri,karena dalam diri setiap manusia itu ada keburukan, termasuk jg dalam diri org ekstrovert jg ada keburukan yg orang gak suka...gak perlu tertlalu benci..biasa aja..anggap aja namanya manusia tempat salah...gak usah merasa paling benar..intinya saling memahami karakter masing2, gak usah ngomong kasar, bilang aja baik2ke orangnya..cuma mengingatkan untuk berkata baik atau diam, karena Rasulullah SAW bersabda yg paling banyak memasukkan orang ke neraka adalah lisannya.So hati2 berbicara, apalg sm teman kamu yg introvert itu...

Fani Novianti said...

Aku ga gitu kok. Klo diberi kesempatan bicara ya bicara. klo ekstrovert trus ngomong, kpn aku bicara? Aku ini orangnya suka satire, jadi sekali ngomong nusuk(tapi klo ada yg ga bner aja). Orang introvert dan pendiam itu nggak sejahat itu kok. Mreka bkn psikopat yg suka meneror. Nusuk dari belakang apanya? Yg ada malah iya iya aja klo disakitin. Tega bgt menilai orang introvert dan pendiam sprti ini. Udah sperti psikopat berbahaya aja... sedih tau.

Fani Novianti said...

Aku ga gitu kok. Klo diberi kesempatan bicara ya bicara. klo ekstrovert trus ngomong, kpn aku bicara? Aku ini orangnya suka satire, jadi sekali ngomong nusuk(tapi klo ada yg ga bner aja). Orang introvert dan pendiam itu nggak sejahat itu kok. Mreka bkn psikopat yg suka meneror. Nusuk dari belakang apanya? Yg ada malah iya iya aja klo disakitin. Tega bgt menilai orang introvert dan pendiam sprti ini. Udah sperti psikopat berbahaya aja... sedih tau.

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler