Sunday, 15 November 2015

Jumpa lagi sobat KAP, di review kali ini penulis akan membahas tokoh utama dalam game Life is Strange, yaitu Maxine Caulfield (biasa dipanggil Max). Perlu diketahui, game episodic yang dibuat oleh Dontnod Entertainment ini sangat mengutamakan alur cerita, pengambilan keputusan & apa konsekuensinya di masa depan. Wah.. sudah seperti real life kan? Total ada 5 episode di game ini. Sebelum membahas karakter utama, mari intermezzo sejenak. Dulu awalnya aku tertarik mencoba game ini karena protagonisnya seorang gadis cantik & setting game berada di lingkungan sekolah. Selain itu juga karena ingin mencoba game yang memiliki something different, karena sebelumnya aku tak pernah memainkan game yang story-rich dan ada sentuhan dramanya.

Maxine Caulfield adalah siswa jurusan fotografi di Blackell Academy, dia sosok gadis yang pendiam dan introvert. Sejak awal game di episode pertama, hal itu sudah terlihat dari raut wajah dan sifatnya yang tak banyak bicara. Namun kelebihannya, Max memiliki imajinasi tingkat tinggi. Ini terbukti saat sedang pelajaran di kelas, Max Caulfield tidak sadarkan diri & pikirannya melayang ke suatu tempat dimana dia berjalan dalam hujan badai & melihat angin tornado raksasa.
Wow... sungguh mengagumkan visualisasi-nya, serasa menonton film bioskop:















Di lingkungan pergaulannya, Max terkenal sebagai seorang gadis introvert yang pendiam. Bukan hanya itu saja, bahkan ada teman sekelasnya yang menjuluki dia "Sad Face". Kenapa bisa begitu? Karena wajah Max sering terlihat mellow ala melankolis.

Walau cenderung diam, sebenarnya dia care lho dengan hal kecil tentang teman-temannya. Contohnya saat berada di asrama, Kejadian bermula saat Juliet keluar dari kamar dan mengunci temannya di dalam karena mereka sedang bertengkar. Kemudian Max yang melihat hal itu menunjukkan kepedulian dengan bertanya pada Juliet apa yang sedang terjadi dengan mereka, dan terjadi percakapan ini:

Max: "Hey Juliet, is everything cool?"
Juliet: "Oh yes, Max. I've locked Dana in the room because we're "cool"."
Max: "She's your friend."
Juliet: "Friends don't sext with their best friend's boyfriend."
Max: "No, probably not... How did you find out?"
Juliet: "Uh, why do you care? Why are you even asking me?
You never talk, just zone out with your camera."
Max: "That's why I'm talking to you now. Of course I do.
Just because I don't talk a lot doesn't mean I don't care."
Ini statement & sikap yang luar biasa. Walau Max seorang pendiam, bukan berarti dia tak peduli. Suatu sikap yang bisa sobat pendiam tiru, yaitu menjadi pendiam yang peduli. :)















Lalu dia mengecek apakah Max tahu nama belakang si Juliet. Gamers diberi 4 pilihan nama belakang berakhiran -son dan harus memilih mana yang tepat. Nah.. bukan kebetulan saat itu aku ingat nama belakang si cewek ini, yaitu Watson.















Jika menjawab dengan benar, akhirnya beginilah tanggapan Juliet Watson:
"I'm flattered (tersanjung). I didn't even think you knew my name at all."

Hal yang tak kalah seru dari game ini adalah kemampuan super yang dimiliki oleh Max, yaitu memutar balik waktu. Bisa untuk menyelidiki kejadian beberapa menit yang lalu, mengubah keputusan bila dirasa kurang tepat, atau sekadar iseng. Langsung aja screenshot-nya:















Bagaimana? Jika belum pernah, apakah kalian tertarik memainkan Life is Strange?
Atau mungkin terpesona dengan sosok Max yang cantik nan pendiam?

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler