Saturday, 9 February 2013

hay apa kabar nih sobat pendiam!! hari ini admin KAP akan posting artikel baru sebuah karya tulis dari salah satu member KAP. postingan ini adalah berisi curahan hati seseorang yang sekedar coretan-coretan tentang luapan dan unek-unek isi hatinya yang lalu dituangkan dalam sebuah tulisan. Karya tulis ini dibuat oleh salah seorang Hamba Allah, nama di samarkan oke langsung aja  kalo gitu cekidot.


 



SOBAT KAP, aku minta tanggapan dari kalian, yah...

Entah itu jelek atau bagus...

Atau ada yang mau nambahin juga boleh, aku gak keberatan... :D

Ini merupakan pengalaman ane selama di kampus....
Klo gak suka silahkan dikomen juga.... XD
Ini ceritanya....

Entah mengapa, setiap kali berbincang-bincang dan berinteraksi denganmu, aku selalu teringat akan sosok dirinya yang sekarang tinggal di luar kota. Lebih tepatnya, sebuah kota di Jawa Tengah. Sedangkan aku, tinggal di sebuah kota yang ada di Jawa Timur. Mulai dari gaya bicaranya, hingga tingkahnya pun mirip (meskipun tidak semuanya mirip). Kalian itu serupa tapi tak sama. Hanya tampang aja yang membedakan kamu dan dirinya. Ya, kali ini aku mengalami yang namanya Dé jà vu. Aku kembali merasakan peristiwa 5 tahun yang lalu. Aku masih merasakan sensasi aneh itu. Sebuah sensasi yang tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata. Hanya aku yang bisa merasakannya.

Pertama kali aku mengenalmu, aku masih bersifat dingin dan pasif terhadap dirimu. Bahkan sangat cuek bebek dengan keadaanmu. Aku memang tidak tau dan tidak ingin tau urusannya orang lain. Hal ini aku lakukan karena aku mempunyai beribu alasan. Salah satunya yaitu merasa trauma berteman dengan orang lain. Aku sudah banyak dikecewakan orang lain sejak aku berada di SMA. Hanya ada beberapa teman SMA ku saja yang mengerti dan menerimaku apa adanya. Kebanyakan dari mereka hanya memanfaatkan kebaikanku saja. Tapi, lambat laun aku mengenalmu lebih dalam, aku merasakan hawa bersahabat di dalam dirimu yang mengingatkanku akan sosok dirinya.

Hatiku mulai luluh dan trenyuh ketika kamu menolongku pada saat dimana orang lain kurang peduli terhadap keadaanku. Kau bahkan rela nungguin aku setengah jam lebih hanya untuk nungguin aku dijemput di depan gerbang kampus pada malam hari, lebih tepatnya selepas maghrib dan menjelang isya. Sambil menunggu, kau bercerita banyak hal mengenai dirimu. Mulai dari kamu kecil hingga dirimu yang sekarang. Suara dan tatapan matamu yang sendu, membuatku ingin menangis. Tapi, apa daya aku tak bisa melakukan hal ini. Hal ini karena aku memasang topeng andalanku, yaitu Poker Face. Biarpun begitu, aku menangis di dalam hatiku. Jauh di lubuk hatiku terdalam, aku merasakan kesedihan yang begitu mendalam.

Aku sebenarnya juga merasa heran dan bingung sendiri kenapa aku bisa berteman dengan teman macam kamu. Senyum sombongmu yang membuatku sebal, tingkah alay dan konyolmu yang gak ketulungan, hingga senyum tulusmu yang membuat hatiku menjadi luluh dan trenyuh. Sebenarnya, ada apa dengan kamu? Siapa sebenarnya kamu? Kenapa kamu bisa membuat hatiku yang awalnya dingin seperti es, bisa berubah menjadi hangat dan bersahabat? Apa ini mimpi? Apakah ini hanyalah sebuah fantasi belaka? Ataukah sebuah ilusi yang tidak berujung? Ternyata tidak. Semua hal ini nyata dan apa adanya. Kamu itu memang benar-benar di luar dugaanku. Tiba-tiba muncul, tiba-tiba menghilang.

Aku tidak bisa mengendalikan emosiku ini. Antara bingung, sebal, heran, senang, dan terharu. Semuanya berkecamuk menjadi satu di hatiku ini. Tiap kali mendapat sms atau telpon darimu, dadaku terasa sesak entah kenapa. Mendengar suaramu yang kekanak-kanakan membuat aku rindu dengan dirinya yang jauh dari pandanganku. Aku selalu berpikir bahwa kenapa kamu peduli dan perhatian sekali dengan keadaanku. Ini beda sekali dengan temanku yang lain. Mereka hanya mengetahui bagian luarku saja. Sedangakan kamu dan dirinya mengerti aku luar dan dalam. Seolah-olah kamu bisa mengerti perasaanku yang hampir selalu diselimuti duka dan lara.

Aku kadang bingung sendiri ketika berhadapan denganmu. Aku gak tau harus ngomong apa. Bisa dibilang, kamu itu nyebelin. Tapi, di lain sisi kamu itu membuat aku kangen berat. Nyebelin karena omonganmu yang kadang-kadang sarkastik dan menyindir, kadang-kadang halus. Tapi, lebih banyak halusnya, sih. Kamu sering banget memberi aku nasehat-nasehat. Kamu juga sering banget memberi aku humor garing dan tingkah konyolmu. Kamu melakukan ini karena kamu tidak ingin melihatku dalam keadaan lemah dan berduka. Kamu berusaha membuat aku bangkit dari keterpurukan yang selama ini aku alami. Kalau boleh jujur, aku sangat terharu memiliki teman macam kamu. Aku sangat bersyukur bisa memiliki teman macam dirimu. Mungkin, kamu merupakan harta karunku yang sangat berharga, tidak bisa ditukar dengan apapun.

 Gimana???

Apakah terlalu lebay bahasanya, atau yang lain???

Read and Review ditunggu kawan-kawan.... XD

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler