Monday, 7 October 2013


Apa itu introvert?! Introvert adalah mereka yang cenderung penyendiri, pemalu, pendiam, berhati-hati. Pasti itu yang ada dalam benak seseorang ketika mendengar kata ‘intovert’. Huh, rasanya pengin berteriak: “SALAH. KAMI TIDAK BEGITU.” Sebal, kesal. Karena kami selalu disalahpahami.
Sedangkan ekstrovert lebih lekat dengan seseorang yang memiliki kepribadian: hangat, berhati besar, bersemangat, dan empati. Pujaan banyak orang adalah pujian bagi mereka.
Di masyarakat ekstrovert yang kita diami ini, menjadi orang yang outgoing atau supel adalah normal. Sementara introvert dianggap ‘tidak normal’ lantaran karakter introvert yang cenderung lebih cerdas, lebih sensitif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka kaum ekstrovert. Kami cenderung berpikir dahulu sebelum mengeluarkan kata.
Nah, mungkin kalian atau termasuk saya bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi perbedaan perilaku atau sifat antara introvert dan ekstrovert?! Padahal sama manusia kan?! Sama-sama makan nasi. Baru-baru ini saya menemukan sebuah artikel yang menjelaskan tentang perbedaan otak introvert dan ekstrovert. Dan ini dia penjelasannya. Cekidot!


INTROVERT VS EKSTROVERT






            Dopamine. Yup, ternyata senyawa transmisi syaraf yang berperan penting dalam menimbulkan ‘a pleasant feeling (perasaan senang/nyaman)’ inilah biang keladinya, hehehe. Hal ini dijelaskan dalam buku Marti Laney. Psy. D yang berjudul "The Introvert Advantage (How to Thrive in a Extrovert World) Satu bagian dalam buku ini memetakan otak manusia dan menjelaskan bagaimana neurotransmitter mengikuti jalan dominan yang berbeda dalam sistem syaraf otak orang introvert dan ekstrovert. Jika ilmu dibalik buku ini benar, ternyata introvert adalah orang yang sangat senditif terhadap dopamine, sehingga terlalu banyak rangsangan eksternal melelahkan mereka. Sebaliknya, ekstrovert seolah selalu kekurangan dopamine dan mereka membutuhkan adrenalin agar otak mereka menciptakan dopamine. Ekstrovert juga memiliki jalur yang lebih pendek dan aliran darah yang lebih sedikit di otak. Pedan-pesan dari sistem saraf seorang ekstrovert sebagian besar memotong area broca pada lobus frontal, tempat dimana sebagian besar kontemplasi terjadi.
            Hmmm… sedikit rumit ya, penjelasannya. Sederhananya adalah otak orang introvert memiliki kandungan dopamine berlebih sehingga sedikit saja ransangan sudah membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Sedangkan ekstrovert cenderung mencari kegiatan yang dapat memacu adrenalin dan menciptaka dopamine agar mereka merasa bahagia.
            Jadi terjawablah sudah. Mengapa hanya dengan berdiam diri sepanjang hari di dalam kamar ditemani novel kesayangan  si introvert sudah dapat merasakan kenyamanan dan kebahagiaan. Sementara ekstrovert merasa sangat bahagia ketika berada di atas panggung, menjadi pusat perhatian dan mendapat banyak pujian.
            So! Jangan lagi deh, mengatakan: “Eh loe ga asik banget sih?! Cuma diam diri di kamar. Sekali-kali keluar dong! Hang out bareng gue”. Dan barangkali ketika gerakan hak asasi kaum introvert mulai merekah dan berbuah, bukan lagi suatu hal yang kasar bila kita mengatakan: “Saya introvert. Anda orang hebat dan saya menyukai anda. Tapi saya mohon sekarang DIAM lah!”.



6 comments:

Urip Hadi Wijaya said...

Baru tw gw, berarti introvert aliran darah di otak lancar donk. Admin pasang disqus aja biar mudah komennya :D

Sabilla Putri said...

Di kamar sendirian sambil baca novel itu keseharianku XD

Franz said...

mari bergabung di grup facebooknya, search aj "MBTI Indonesia"

Jay Tusnami STIFInDaeng said...

wahhh tambahan ilmu dari penjabaran diatas,,, ini sesuai dengan KONSEP STIFIn yang mana DRIVE atau Kemudi istilah STIFIn adalah adanya perbedaan introvert dan ekstrovert... layaknya kemudi yang mengarahkan,, dari dalam keluar atau dari luar kedalam.. paham-paham letak filosofi dan cara memotivasi juga STIFIn telah memetakan secara telak perbedaannya.. nambah ilmu ini semoga bermanfaat kepada orang lain... Syukran atas tulisan ilmunya

Anonymous said...

Hehe

Anonymous said...

ekstrovert dan introvert itu saling mengisi dan saling membutuhkan, kalo semua orang introvert maka dunia bakal sepi, tapi kalo semua ekstrovert maka dunia akan gaduh

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler