Saturday, 24 May 2014

Introvert dan ekstrovert merupakan tipe kepribadian manusia. Tapi tahukah kalian, ada teori yang menyebutkan bahwa introvert dan ekstrovert dapat dibedakan oleh cara mereka memperoleh sumber energi?

introvert dan ekstrovert
Ekstrovert cenderung senang bila dihadapkan situasi sosial. Energinya terkumpul ketika mereka melakukan hubungan sosial dengan orang banyak, misal berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang. Ketika sedang berada di keramaian atau berada di sebuah kelompok, ekstrovert seolah mengisi energinya. Oleh karena itu, ketika ekstrovert sedang stres atau banyak tekanan, mereka akan memilih untuk mencari keramaian bersama teman-temannya. Suasana sepi akan membuat ekstrovert semakin tertekan. Mereka menjadi merasa sangat kesepian.

Introvert justru sebaliknya, keramaian dan situasi sosial yang padat justru membuat mereka kehilangan energi. Introvert hanya satu-dua kali berinteraksi dengan temannya, selebihnya mereka gunakan untuk diam. Ketika sedang stres, introvert akan cenderung menyendiri, atau membagi cerita kepada satu atau dua orang saja yang mereka percaya. Suasana yang sepi adalah suasana yang sangat disenangi oleh introvert. Mereka hanya bicara seperlunya kalau memang itu perlu untuk dibicarakan.

Menurut Carl Gustav Jung, orang-orang introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia dalam, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkonsentrasi. Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.

Ekstrovert dan Introvert dalam menjalin hubungan

Dalam sebuah hubungan antara pria dan wanita, ekstrovert memiliki keuntungan dalam hal approach atau berkenalan dengan lawan jenis. Namun, ekstrovert lemah dalam hal dating atau membina sebuah hubungan. Ekstrovert lebih sulit mempertahankan hubungan personal yang lebih dalam dengan seseorang.
http://www.theenglishstudent.com/uploads/2/4/1/5/24150879/959491_orig.png
relationship introvert dan ekstrovert

Introvert sebalikanya, mereka justru lemah dalam approach atau perkenalan. Tapi dalam hal membina dan mempertahankan hubungan, merekalah jagonya. Introvert lebih unggul dalam membuat sebuah hubungan personal yang lebih dalam dengan seseorang. Introvert juga cenderung menyukai arah pembicaraan yang lebih dalam dibandingkan dengan ekstrovert yang lebih menyukai pembicaraan umum dan remeh temeh.

Kenapa itu bisa terjadi?

Seorang introvert seringkali disibukkan dengan dirinya sendiri dan kurang peka terhadap lingkungannya. Pada akhirnya lingkungannya juga tidak dapat menerima seorang introvert dengan baik. Mereka tahu apa yg mereka mau namun sulit untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain. Hal ini membuat orang introvert seringkali dicap sebagai orang aneh. Untuk mengerti pemikiran seorang introvert maka anda harus meluangkan waktu lebih banyak untuk berkomunikasi dengannya. Inilah mengapa ketika kita berbicara dengan seorang introvert maka kita akan diajak menuju pembicaraan yang lebih dalam.

Berbeda ekstrovert yang terampil dalam melakukan perjalanan ke dunia luar. Mereka dengan leluasa dapat berinteraksi dengan banyak orang. Membuat orang lain terkagum-kagum dan menyukainya. Namun semua itu dilakukan dengan mengorbankan dirinya sendiri.Mereka sering terpaksa mengorbankan kepribadiannya sendiri agar dapat diterima oleh orang banyak.Pembicaraan seorang ekstovert juga biasanya general, artinya bersifat umum.

Dalam sebuah hubungan, alangkah lebih baik jika introvert berpasangan dengan ekstrovert, dan ekstrovert berpasangan dengan introvert. Dengan begitu mereka bisa saling melengkapi. Namun, semua tergantung dari kecocokan masing-masing orang.

Introvert berubah jadi ekstrovert, ekstrovert berubah jadi introvert. Apa bisa?
Jawabannya adalah bisa pakai banget. Karena karakter tidak bersifat permanen, melainkan dinamis. Artinya bisa berubah atau dirubah. Karakter tidak dibentuk oleh diri sendiri, namun ada faktor yang membentuknya, seperti lingkungan, kondisi hati, situasi sosial, dll.

Caranya merubahnya pun simpel bila dikatakan, yaitu dengan menjadi ekstrovert ketika berada di lingkungan sosial. Misal dalam sebuah kelompok kerja, kita menjadi banyak bicara dan supel untuk mengerjakan pekerjaan. Berinteraksi dengan rekan-rekan kerja dengan baik. Ketika berada dalam situasi yang membutuhkan hubungan yang lebih dalam, kita berubah jadi introvert. Membuat sebuah pembicaraan yang lebih personal dan bisa mempertahankan hubungan yang berkualitas.

Namun untuk melakukannya tidak dapat sekaligus membutuhkan proses dan harus perlan-lahan.Dengan menyadari hal di atas adalah merupakan modal yang baik. Jika merasa sebagai seorang introvert cobalah untuk melakukan interaksi dengan banyak orang. Jika merasa sebagai ekstrovert maka cobalah untuk berinteraksi lebih dalam, one-on-one atau eye-to-eye dengan orang lain. Coba tahan nafsu anda untuk berbicara dan lebih banyak menjadi seorang pendengar.

Pada awalnya perubahan tersebutakan terasa berat, tetapi lama kelamaan kita akan terbiasa untuk menyesuaikan karakter kita dengan lingkungan yang dibutuhkan. Sekali lagi ini bukan merupakan hal yang mudah.Semua butuh proses dan perjuangan. Tidak ada sebuah kesuksesan yang instan. Karena sebuah kesuksesan adalah 99% usaha dan 1% keberuntungan. Keep spirit sob!


follow twitter kami @sobatKAP

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler