Friday, 27 February 2015

Kebahagiaan tersendiri ketika melihat nama kita terpampang pada pengumuman hasil tes masuk sebuah perguruan tinggi. Bangga, selain dirasakan oleh kita, juga dirasakan oleh keluarga kita. Terutama orang tua. Apalagi kalau kita masuk ke perguruan tinggi yang kita idamkan dan termasuk perguruan tinggi ternama. Serasa dunia ini melihat kita. Dan di saat itu juga, status siswa berubah menjadi mahasiswa. (emot kaca mata)

Apa yang ada di fikiran kita ketika mendengar kata "mahasiswa"?
Sekumpulan pemuda kuliah, tidak pakai seragam, berangkat kuliah sesuka hati, datang telat tidak masalah, istirahat nongkrong bersama mahasiswa lain, ikutan jadi peserta demo, sering touring, tiap bulan ada kegiatan pecinta alam, bulan depannya ngerjain skripsi, bulan depannya lagi wisuda.
mahasiswa
Ternyata tidak semulus itu kawan. Menjadi mahasiswa harus mampu menjadi pemuda-pemudi suara bangsa. Mahasiswa dituntut untuk aktif tidak hanya di bidang akademik, namun juga di bidang lain. Misal, selain kita diwajibkan untuk aktif ketika presentasi di kelas, kita juga harus akif berhubungan dengan masyarakat. Sebabai bukti tindakan nyata seorang suara bangsa.

Lalu, bagaimana engan mahasiswa pendiam?
Bagi mahasiswa pendiam, kuliah mungkin harus membutuhkan lebih banyak pengorbanan dan ketabahan fisik, batin dan psikis, dibanding mahasiswa bukan pendiam. Karena seperti di atas tadi, imej mahasiswa memang melulu haus aktif dan pandai bicara. Mau tidak mau, mahasiswa pendiam harus menerima keadaaan terebut, jika tidak ingin kandas di tengah jalan. hey gais, beruntunglah kalian yang masih berkesemptan  menempuh jenjang kuliah. Banyak orang-orang di luar sana yang tidak bisa kuliah dengan alasan tertentu, padahal mereka juga ingin kuliah. Masa hanya karena tidak bisa mengikuti arus, kalian berhenti begitu saja?

Suka duka mahasiswa pendiam di mulai sejak hari pertama kita menginjakkan kaki di tanah kampus yang berkerikil tajam tersebut. Di mulai dari...

Ospek yang begitu menguras tenaga, pikiran dan mental
ospek mahasiswa baru
Para senior berjejer rapi di depan barisan mahasiswa baru yang tak kalah rapi, sambil memasang wajah terseram mereka. Para mahasiswa baru dengan wajah polos tanpa dosa, dim-diam melirik para senior dengan ketakutan. Entah kenapa senior itu tampak seperti jauh lebih tua dari junior. Padahal umur tidak terpaut jauh, 1-3 tahun lah mayoritas. Mungkin perbedaan makanan turut andil dalam hal ini. Senior sudah terbiasa makan bangku kuliah yang keras, sementara junior baru saja selesai makan bubur bangku SMA.

Mungkin hal biasa bagi para mahasiswa baru yang bukan pendiam mengikuti kegiatan seperti itu. Bagi mahasiswa pendiam, kegiatan seperti adalah hal yang paling menyeramkan. Ya untung kalau karena pendiam, jadi tidak banyak melanggar peraturan ospek. Atau karena pendiam, senior menjadi iba untuk menghukum kita. Tapi bagaimana kalau gara-gara pendiam, terus dijadikan bulan-bulanan senior? Itu akan membuat sang pendiam tertekan dan akhirnya.... (pikir sendiri).

Dalam ospek juga biasanya diajarkan kekompakan dalam suatu kelompok. Atau istilah kerennya Teamwork. Nah, masalah baru muncul lagi bagi pendiam. You know lah..

Bagi mahasiswa baru, ospek juga dijadikan ajang untuk mengenal satu sama lain. Di kala itu, para mahasiswa baru ini akan mencari kawan-kawan yang menurut mereka klop dengannya. Dan lagi-lagi semesta tidak berpihak pada mahasiswa pendiam. Biasanya hal itu akan membuat mereka...

Tidak punya teman dekat
tidak punya teman dekat
Mungkin awal-awal kuliah kita akan berpikir, "Aah tak apalah tidak punya teman dekat. Yang penting aku belajar."
Ketahuilah, tidak semudah itu mengenyam bangku kuliah. Mungkin karena belum bisa move on dari SMA, yang semua tampak ringan, jadi ia berpikir demikian.

Di perkuliahan, tugas kelompok tidak bisa dihindari. Untung kalau pembagian kelompok sudah diatur, bagaimana kalau cari sendiri-sendiri? Dan kalian tahu apa yang akan terjadi pada mahasiswa pendiam. Ada dua jawaban, yaitu tidak mendapat kelompok atau menjadi sisa-sisa kelompok yang anggotanya kurang. Dan semua itu mengharuskan sang mahasiswa pendiam untuk bersyukur menerima kondisi kelompok, yang terkadang tidak cocok dengannya.

Namun, di balik semua itu, tidak punya teman dekat, melatih mahasiswa pendiam menjadi...

Mahasiswa mandiri
mandiri
Selain harus bisa bekerja sama, mahasiswa juga diharuskan untuk mandiri. Tentu saja, karena semua tugas kuliah tidak selalu berupa tugas kelompok. Juga ketika ujian, persaingan antar teman kuliah sangat besar. Mungkin ada grup-grup mahasiswa yang mempunyai motto, "Masuk bareng, keluar harus bareng." Buat kalian yang seperti itu, you da real MVP :')

Menjadi mahasiswa mandiri selain mempunyai keuntungan di atas, juga punya keuntungan ketika harus mengurus sesuatu yang seharusnya bersifat pribadi. Misal surat-surat yang entah betapa ribetnya. Kalau mahasiswa yang punya teman dekat, pasti cenderung akan menunggu temannya untuk bareng mengurus surat-surat itu. Iya kalau temannya tidak sibuk saat itu, kalau sibuk, ya terpaksa ditunda. Yang pada akhirnya tidak selesai-selesai. Beda dengan mahasiswa pendiam, ia akan langsung berangkat sendiri tanpa babibu. Urusan cepet kelar.

Presentasi, oh presentasi...
presentasi
Ini nih, rintangan terbesar seorang mahasiswa pendiam. Kerap juga sobat KAP curhat di grup masalah tidak bisa aktif dalam presentasi kelas. Presentasi tidak dapat dihindari dalam perkuliahan. Nyaris setiap mata kuliah mewajibkan para mahasiswa untuk melakukan presentasi. Dan mungkin tidak perlu dijelaskan lagi apa yang terjadi pada mahasiswa pendiam. PASIF.

Walau tidak semua pendiam pasif ketika presentasi. Ada juga yang biasanya pendiam, tapi ketika presentasi nyerocos. Bagi pendiam, pasif bukanlah pilihannya, melainkan bingung dan malu harus bagaimana. Mahasiswa pendiam akan kebanyakan mikir apa yang harus mereka utarakan.
"kalau aku ngomong begini, nanti salah gimana?", "Kalau aku bicara, pasti teman-teman menertawakanku.", "Aah, yaudah aku pura-pura mati aja."

Terkadang, menjadi pasif justru akan membuat nilai keaktifan kita rendah. Dan yang ditakutkan, IPK kita juga rendah. IPK rendah!! Tapi tidak usah pusing dengan itu. Apalah arti sebuah nilai tanpa bakat nyata.

Kecemasan presentasi juga akan dialami mahasiswa pendiam ketika...

Skripsi dan segala tetek bengeknya
skripsi
Langsung saja, keuntungan menjadi mahasiswa pendiam yang mandiri adalah ia akan mengerjakan skripsi dengan sungguh-sungguh, tanpa memerlukan bantuan orang lain. Mengerjakan skripsi membutuhkan kemandirian. Skripsi itu kebutuhan kita sendiri, bukan kebutuhan orang lain, apalagi teman kuliahmu yang juga sedang nulis skripsi. Kecuali bagi grup-grup luar biasa tadi.

Nulis proposal, revisi dosen pembimbing, di coret-coret semua, nulis lagi dari awal, revisi lagi, nelen baygon karena coretannya semakin banyak. Belum lagi penelitiannya, lalu nulis skripsi, revisi lagi, coretannya semakin indah. "AAAHH dunia serasa mengekangku!" Itu memang problem yang dirasakan mahasiswa pada umumnya. Namun, bagi mahasiswa pendiam ada dua kemungkinan, yaitu tetap tenang dan terus menulis skripsi, atau justru malah putus asa karena tidak ada tempat berbagi.

Namun, skripsi bukanlah hal terhoror di dalam perkuliahan. Masih ada UJIAN SKRIPSI. Skripsi saja sudah bikin pusing pala barbie, eh ini ditambah dengan mempresentasikan skripsi kita di depan dosen penguji. You know lah apa yang akan terjadi pada seorang pendiam, sekaligus introvert.
Sholat malam tiap hari dan puasa serasa kurang kalau tidak belajar dan yang paling penting latihan bicara di depan penguji. Ketika masuk ke dalam ruangan sidang, keringat dingin keluar sebesar biji jagung, seolah kran air yang bocor. Gugup, cemas, khawatir, semua jadi satu. nano nano lah..

Namun, semua itu terbayarkan ketika momen yang sangat ditunggu-tunggu semua mahasiswa di dunia ini, terlaksana. WISUDA. :)
wisuda
RASANYA, PLOONGG!!!!
Akhirnya, perjuangan kita selama ini menjadi mahasiswa pendiam telah usai. :')

Apakah sobat KAP juga mengalami hal serupa? Atau justru ada suka duka lain? Bisa ditambahkan di kolom komentar. Terimakasih.

3 comments:

Anonymous said...

Hahah daebak.... Sebisa mungkin gua pengen cepet lulus makanya gua ambil d3.....
Oya tambah lagi dong: KKN! Horor banget itu.

Spirit of Dhuha said...

Setuju gan, hehe, orang mahasiswa pendiam, harus sabar. Tapi di situlah ia ditempa dan bisa menjadi orang yang unik nantinya.

Suryani Sunawi said...

Njir, sumpah ya kak. Aku ngakak baca nya 😂 Apalagi yg bagian *Pura2 Mati* itu aku bgt , yeah si introvert 😣

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler