Saturday, 6 June 2015

Kalian sering melamun? Ngaku aja deh.  Sadar atau tidak, nyaris separuh dari waktu yang kita miliki, kita habiskan dengan melamun. Fakta itu disebutkan dalam penelitian tim psikologi Harvard University yang menunjukkan bahwa mayoritas  orang menghabiskan 46,9% waktu mereka untuk melamun.
kucing melamun
Sebagian besar pendiam adalah introvert. Dan salah satu keistimewaan seorang introvert adalah ia memperoleh energi dengan cara menyendiri, atau paling tidak mencari ketenangan sendiri. Sebenarnya banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menyendiri tersebut. Bisa dengan tidur, membaca buku, dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit pula yang mengisi waktu menyendirinya dengan melamun.

Melamun memang kegiatan yang nikmat. Pikiran menjadi tenang dan seolah melayang-layang diangkasa. Dan yang jelas, tidak membutuhkan energi dan pikiran. Namun, melamun bisa menyebabkan pikiran jadi kosong, malas berpikir, dan ketagihan. Sebenarnya melamun itu apa sih?

Menurut wikipedia, melamun (daydreaming) adalah kondisi sesaat terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungan sekitarnya, di mana kontak seseorang menjadi kabur dan sebagian digantikan oleh khayalan visual tentang hal-hal yang menyenangkan, harapan; yang dialami dalam kondisi terjaga.

Sebagian orang mengaku kalau mereka tidak sengaja melamun. Maksudnya, ketika berdiam diri saat tidak ada kegiatan, mereka tiba-tiba melamun. Tanpa ada perintah. Nah, sebenarnya penyebab dari melamun itu apa sih?

Sedang bahagia: ketika kita membayangkan sesuatu yang membuat kita bahagia, tiba-tiba melamun. Misal sedang membayangkan wajah sang pujaan hati, memikirkan harapan-harapan indah di masa depan, dll.

Sedang susah: misalkan sedang  membayangkan sesuatu yang sulit. Contoh bingung, mikirin hidup, mikirin hutang, pekerjaan yang ditekuni gagal, dll.

Bangun tidur: beberapa orang sering melamun setelah bangun tidur. Mungkin itu adalah cara otak untuk menyesuaikan diri setelah istirahat semalaman.

Sedang gila: sering lihat kan orang gila yang melamun, lalu tiba-tiba ia teriak-teriak sendiri :(
Dan faktor lain yang mungkin bisa menyebabkan lamunan.
gadis melamun
Melamun adalah sesuatu yang wajar. Melamun bukanlah sebuah penyakit yang harus diobati, tapi hanya sebuah kebiasan buruk yang harus dikurangi atau dicegah. Berikut adalah dampak buruk dari melamun:

1.    Pikiran jadi kolot
Ketika melamun, kita jadi seperti hidup di dimensi lain. Artinya selain hidup di dunia yag sekarang, pikiran kita hidup di dunia masa lalu atau masa depan. Mungkin memikirkan masa depan adalah hal positif, tapi bagaimana kalau lamunan kita melulu memikirkan masa lalu? Dunia terus bergerak maju, tapi kita masih melihat ke belakang. Tentu tidak ada gunanya.

2.    Bikin malas
Bila sering melamun, akan membuat kita asik dengan pikiran kita sendiri. Terlalu banyak berpikir, tanpa ada proses dan usaha, terlalu banyak pertimbangan. Alhasil kita jadi enggan ngapa-ngapain, dan akibatnya membuat kita jadi malas. Ini juga salah satu faktor munculnya Mental Block.

3.    Pikiran negatif
Karena ketika melamun, yang ada di pikiran hanya itu itu saja. Tidak ada sesuatu yang membuat dirinya berguna untuk dirinya sendiri atau orang lain. Apalagi kalau yang ada di lamunan adalah hal-hal yang jorok. Beuh..

Terlepas dari dampak buruk di atas, ternyata melamun juga ada manfaatnya. Apa saja’kah itu?

1.    Untuk introspeksi diri
Ketika melamun membayangkan masa lalu, kita bisa mengingat kesalahan-kesalahan kita di masa lalu. Dengan begitu, kita bisa melangkah di masa depan dengan hati-hati supaya tidak melakukan kealahan yang sama.

2.    Pemberi semangat
Selain kesalahan, keberhasilan  atau perjuangan di masa lalu juga bisa dijadikan sebuah motivasi di masa depan. Misal saja kita melamunkan proses perjuangan kita dari nol, jatuh bangun, dan sekarang kita bisa sukses. Itu bisa menjadi penyemangat kita untuk terus bergerak maju.

3.    Pencipta ide
Pernah baca kisah J. K. Rowling sang penulis novel best seller dunia, Harry Potter? Dia adalah tokoh introvert yang tidak sengaja menciptakan sosok Harry Potter ketika ia sedang duduk melamun di kompartemen kereta api. Nah, seperti ini nih melamun yang positif. Bisa menghasilkan ide, karya, dan dari situ bisa mendatangkan uang. Jujur, ketika nulis tulisan ini pun saya juga beberapa kali melamun di depan monitor. Hehe

Semua perbuatan pasti ada sisi positif dan negatifnya. (kecuali yang tidak). Apapun itu, yang jelas melamun bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Namun, bukan pula sesuatu yang dilarang. Kalau melamun dapat mendatangkan hal yang positif, why not?

“Jadi penulis mah gampang. Banyak-banyak melamun aja :p “ - @radityadika

Regard!

spesial thanks to:
Tim Psikologi Harvard University
@radityadika

1 comments:

Shane Whise said...

ngelamun tuh paling enak pas akhir pekan sore* cerah di belakang rumah sambil liatin langit senja apalagi kalo lg musim layangan, duh adeeem banget!

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler