Wednesday, 26 August 2015

Kali ini aku  ingin bercerita tentang mimpiku, mimpi semasa kecilku yang ingin aku wujudkan.

Cerita berawal dari Yogatama kecil yang suka bermain ke pasar membantu neneknya berjualan. Dari situ timbullah jiwa wirausaha di hati kecilnya. Dari kecil aku ingin sekali menjadi seorang pedagan. Cita-cita itu aku pertahankan hingga saat ini.

Hingga akhirnya aku bertemu dengan teman yang mempunyai cita-cita yang sama dengan aku. Kami memutuskan untuk membuat sebuah portal jual beli properti online.

Akan tetapi membuat suatu startup tidak semudah yang dibayangkan. Pertama aku yang diplot sebagai programer, malah tdak bisa apa-apa. Harus belajar lagi hal yang sudah lama aku lupakan. Dan itu cukup sulit mencari mentor yang bisa mengajarkan aku. Tetapi dibalik kesulitan ada kemudahan. Akhirnya kami menemukan seseorang  yang ahli programer.

Perjuangan kami belum selesai. Kami masih terus melanjutkan misi menjemput cita-cita kami. Kami memutuskan memulai dari langkah awal lagi. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat riset pasar. Riset pasar kami lakukan, dan ternyata hasil riset kami menunjukan produk yang akan kami jual dibutuhkan oleh masyarakat. Di sini kami merasa cukup senang.

Langkah kakipun masih kami lanjutkan. Selanjutnya kami melakukan riset calon kompetitor kami. Tugas ini diserahkan padaku. Aku meriset calon kompetitor yang akan kami hadapi.

Setelah aku riset dan aku presentasikan kepada timku, ada sebuah calon kompetitor yang ide bisnisnya 90% mirip dengan yang akan kami jual. Kami pun langsung lemas dan memutuskan mengganti ide bisnis kami.

Ahh, rasanya setelah hari itu badanku lemas. Tidur tidak nyenyak, makan gak enak, badan lemas, serasa hidup gak ada semangat. Karena aku sudah memutuskan inilah pekerjaanku kelak. Tidak seperti teman aku yang lainnya.

Hingga seminggu kemudian jadwal kami kumpul. Paginya ketika aku masih di rumah temanku memberi tulisan berharga.
Ingat angrybird itu ditemukan setelah percobaan yang ke 50 kali baru bisa laku di pasaran, kita belum apa-apa
Astaga, tulisan ini sangat menyentak aku. Yaa. aku belum apa-apa sudah patah semangat. Aku kembali teringat kisah Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah percobaan ribuan kali.

Setidaknya aku menemukan 3 pelajaran dari kisah ini




1. Bikin startup gak semudah ngelamar anak orang




Hehe. Emang sedikit nyeleneh juga sih. Tapi ada benarnya juga, kalau mau ngelamar gampang aja kalau sudah sama-sama suka, keluarga kedua mempelai sudah ok semuanya jalan. Bikin startup tidak semudah itu. Prosesnya cukup panjang dan rumit dari awal memulai sampai mendapatkan uang satu rupiah.

2. Punya usaha sendiri bukan untuk disombongkan


Terkadang aku merasa derajatku lebih tinggi kalau aku bandingkan diriku dengan teman lainnya yang mulai mencari kerja sementara aku mendirikan usaha sendiri. Padahal belum tentu juga usahaku pasti berhasil. Jadi jangan sombong dulu dan tetap rendah hati.


3. Jalanmu tertutup  bukan berarti impianmu terhenti

 
Terkadang kita sudah bersusah payah mewujudkan impian, kita sudah mengurangi jatah istirahat kita, banting tulang mengorbankan segalanya tapi ternyata impian kita tidak juga tercapai. Kalau sudah begini sih katanya Bondan "Yaa sudahlah", kata The Beatles "Let it be", kalau kata Frozen "Let it go". Terserahlah mau pakai yang mana, tapi intinya sama ketika perjuangan kalian menggapai mimpi tidak tercapai bukan berarti  langkah kalian sudah terhenti. Tapi di sinilah Alam Semesta menunjukkan jalan yang harus kalian tempuh selanjutnya, Alam Semesta menunjukan jalan yang kalian tempuh selama ini salah, jadi cari jala lainnya menuju Bintang Sirius.

Inilah pengalaman aku. Semoga bisa kalian hikmahnya. :)


Minke Khairul Arai Hirata - Eka Firmansyah Yogatama

0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler