Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2015

Gaya hidup hedonisme yang sekarang marak di kalangan kawula muda, membuat segalanya hanya diukur dengan materi. Kehidupan yang mewah bagaikan pangeran dan putri dari kerajaan membutakan segalanya.

Kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani ἡδονισμός hēdonismos dari akar kata ἡδονή hēdonē, artinya "kesenangan". Paham ini berusaha menjelaskan adalah baik apa yang memuaskan keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri. (wikipedia)
Semakin luasnya media hiburan yang muncul melalui Televisi, Jejaring sosial, dan media lainnya membuat budaya gaya hidup hedonisme semakin marak di Indonesia dewasa ini. Anak muda jaman sekarang tidak cukup dengan bermodal sepeda saja untuk sekolah, mereka meminta lebih dari itu agar mereka mau sekolah. Mereka menuntut lebih hanya demi kesenangan semata.

Pernah suatu hari saya mendapati seorang anak curhat pada saya bercerita dia tidak percaya diri dan sering dibully hanya karena tidak punya sepeda motor. Lalu memaksa saya untuk meminjam uang di bank. Dan bahkan yang lebih ekstrim lagi ketika saya memancing apa yang jaminan pinjamannya dia bersedia merelakan kehormatannya sebagai wanita.



Contoh kecil di atas adalah contoh sederhana di mana gaya hidup hedonisme sudah cukup meraja lela dewasa ini. Hanya demi satu kemewahan kecil mereka berani berbuat apa saja yang di luar nalarnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan gaya hidup hedonisme. Toh juga kalau mereka mendapatkannya dengan jerih payah sendiri tidak ada yang salah dengan gaya hidup mereka. Selama mereka tidak melakukan dengan cara yang salah seperti uang SPP tidak dibayarkan malah dipakai  untuk beli mainan atau beli HP.

Dan juga ada satu yang perlu diingat. Manusia adalah makhluk yang tidak merasa puas. Ketika manusia sudah mendapatkan apa yang ingin dicapai ia ingin mendapatkan yang lebih.

Bahaya hedonisme akan sangat berbahaya sekali jika kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu kita. Maka kita akan terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhir.

Langkah-langkah yang dapat kita ambil antara lain.

  1. Membudayakan Hidup Sederhana

                                

    Seorang Mark Zuckenberg, pendiri dari facebook meskipun telah sukses dia tetap memilih untuk hidup sederhana. Sebagai contoh ketika pesta pernikahan dia hanya mengundang sedikit orang dan pesta diadakan secara sederhana. Hal ini bukan apa-apa sebenarnya, tetapi dia tidak ingin terjebak dalam kesenangan semu yang tiada akhirnya.
  2. Tidak Tergiur Dengan Promosi Suatu Produk

                               

    Banyak dari kita terjebak dengan suatu iklan sehingga kita lupa berani membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan kita beli, atau ada barang yang seharusnya bisa kita beli dengan harga lebih murah kita lebih memilih barang yang mahal dengan kualitas yang sama.
  3. Mempunyai Prinsip Hidup

                                      
    Tidak ada salahnya kita bergaul dengan siapa saja, termasuk teman yang mempunyai gaya hidup hedonisme sekalipun. Asalkan kita mempunyai prinsip hidup yang dapat membentengi diri kita dari pengaruh kehidupan hedonisme.

Nah semoga dengan tulisan ini kita bisa terbebas dari kebiasaan gaya hidup hedonisme. Dan tidak ikut-ikutan menjadi hedonisme.

Minke Khairul Arai

Rabu, 26 Agustus 2015

Kali ini aku  ingin bercerita tentang mimpiku, mimpi semasa kecilku yang ingin aku wujudkan.

Cerita berawal dari Yogatama kecil yang suka bermain ke pasar membantu neneknya berjualan. Dari situ timbullah jiwa wirausaha di hati kecilnya. Dari kecil aku ingin sekali menjadi seorang pedagan. Cita-cita itu aku pertahankan hingga saat ini.

Hingga akhirnya aku bertemu dengan teman yang mempunyai cita-cita yang sama dengan aku. Kami memutuskan untuk membuat sebuah portal jual beli properti online.

Akan tetapi membuat suatu startup tidak semudah yang dibayangkan. Pertama aku yang diplot sebagai programer, malah tdak bisa apa-apa. Harus belajar lagi hal yang sudah lama aku lupakan. Dan itu cukup sulit mencari mentor yang bisa mengajarkan aku. Tetapi dibalik kesulitan ada kemudahan. Akhirnya kami menemukan seseorang  yang ahli programer.

Perjuangan kami belum selesai. Kami masih terus melanjutkan misi menjemput cita-cita kami. Kami memutuskan memulai dari langkah awal lagi. Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat riset pasar. Riset pasar kami lakukan, dan ternyata hasil riset kami menunjukan produk yang akan kami jual dibutuhkan oleh masyarakat. Di sini kami merasa cukup senang.

Langkah kakipun masih kami lanjutkan. Selanjutnya kami melakukan riset calon kompetitor kami. Tugas ini diserahkan padaku. Aku meriset calon kompetitor yang akan kami hadapi.

Setelah aku riset dan aku presentasikan kepada timku, ada sebuah calon kompetitor yang ide bisnisnya 90% mirip dengan yang akan kami jual. Kami pun langsung lemas dan memutuskan mengganti ide bisnis kami.

Ahh, rasanya setelah hari itu badanku lemas. Tidur tidak nyenyak, makan gak enak, badan lemas, serasa hidup gak ada semangat. Karena aku sudah memutuskan inilah pekerjaanku kelak. Tidak seperti teman aku yang lainnya.

Hingga seminggu kemudian jadwal kami kumpul. Paginya ketika aku masih di rumah temanku memberi tulisan berharga.
Ingat angrybird itu ditemukan setelah percobaan yang ke 50 kali baru bisa laku di pasaran, kita belum apa-apa
Astaga, tulisan ini sangat menyentak aku. Yaa. aku belum apa-apa sudah patah semangat. Aku kembali teringat kisah Thomas Alfa Edison menemukan lampu setelah percobaan ribuan kali.

Setidaknya aku menemukan 3 pelajaran dari kisah ini




1. Bikin startup gak semudah ngelamar anak orang




Hehe. Emang sedikit nyeleneh juga sih. Tapi ada benarnya juga, kalau mau ngelamar gampang aja kalau sudah sama-sama suka, keluarga kedua mempelai sudah ok semuanya jalan. Bikin startup tidak semudah itu. Prosesnya cukup panjang dan rumit dari awal memulai sampai mendapatkan uang satu rupiah.

2. Punya usaha sendiri bukan untuk disombongkan


Terkadang aku merasa derajatku lebih tinggi kalau aku bandingkan diriku dengan teman lainnya yang mulai mencari kerja sementara aku mendirikan usaha sendiri. Padahal belum tentu juga usahaku pasti berhasil. Jadi jangan sombong dulu dan tetap rendah hati.


3. Jalanmu tertutup  bukan berarti impianmu terhenti

 
Terkadang kita sudah bersusah payah mewujudkan impian, kita sudah mengurangi jatah istirahat kita, banting tulang mengorbankan segalanya tapi ternyata impian kita tidak juga tercapai. Kalau sudah begini sih katanya Bondan "Yaa sudahlah", kata The Beatles "Let it be", kalau kata Frozen "Let it go". Terserahlah mau pakai yang mana, tapi intinya sama ketika perjuangan kalian menggapai mimpi tidak tercapai bukan berarti  langkah kalian sudah terhenti. Tapi di sinilah Alam Semesta menunjukkan jalan yang harus kalian tempuh selanjutnya, Alam Semesta menunjukan jalan yang kalian tempuh selama ini salah, jadi cari jala lainnya menuju Bintang Sirius.

Inilah pengalaman aku. Semoga bisa kalian hikmahnya. :)


Minke Khairul Arai Hirata - Eka Firmansyah Yogatama

Kamis, 30 Juli 2015

Pada hari lebaran kemarin, banyak sekali aku temukan postingan-postingan yang merasa tidak nyaman ketika hari raya Idul Fitri tiba. Banyak di antara mereka yang berharap di skip saja hari itu. Mereka menganggap hari raya Idul Fitri adalah sebuah hari yang melelahkan.

Padahal hari raya Idul Fitri adalah hari di mana kita bisa saling bersilahturahmi satu sama lain. Bisa saling bersilahturahmi dengan saudara-saudara yang jauh yang lama tidak dapat kita temui. Bertemu dengan kawan lama yang hampir susah untuk ditemui.

Dalam sebuah hadist dituliskan ”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)


Nah bisa jadi kalian yang rejekinya seret kalian kurang silahturahmi tuh sama saudara?

Aku sangat bersyukur sekali kemarin hari Minggu tanggal 26 Juli bisa bersilahturahmi bersama teman semasa SMA dan Kuliah sekaligus. Sorenya silahturahmi bareng temen SMA, malamnya silahturahmi bareng temen kuliah.




Biarpun aku banyak diemnya, tapi aku tetap menikmati suasana, saling mengenang masa sekolah, saling bercanda dan masih banyak lainnya. ( Baca juga : Punya Teman Penting Nggak Sih?)

Mungkin bagi seorang introvert silahturahmi adalah sesuatu hal yang melelahkan dan menguras tenaga. Tapi percayalah kawan, di balik pengorbanan waktu dan tenaga yang kalian gunakan untuk bersilahturahmi akan ada manfaat yang sangat besar jika kalian menjalin tali silahturahmi.

Berikut aku share apa saja manfaat yang akan kalian dapatkan saat menjalankan silahturahmi


Mendapatkan Ilmu Baru


Setiap aku bersilahturahmi dengan siapapun itu, hampir selalu menemukan suatu ilmu baru. Ilmu apapun itu, hal ini karena setelah lama berpisah pasti teman yang lain mempunyai pengalaman-pengalaman dan ilmu baru yang mereka dapatkan. Dan secara tidak langsung mereka pasti akan menceritakan apa yang telah mereka dapatkan selama ini.



Berbagi Pengalaman




Ada sebuah pepatah mengatakan "Pengalaman adalah guru yang terbaik".Akan tetapi, waktu kita terbatas, tidak seterusnya kita terus-menerus mencari pengalaman. Ketika kita bersilahturahmi dengan teman kita tentunya kita akan saling berbagi pengalaman berharga satu sama lain yang tentunya belum pernah kita alami. Dari situ kita dapat mengambil suatu  pelajaran berharga yang dapat kita petik dari cerita pengalaman teman kita agar kita bisa mengambil hikmahnya.




Penghilang Galau



Bisa jadi kita sering merasakan kegalauan, kita bingung mau curhat ke siapa? Curhat di media sosial juga komentarnya kurang mengenakkan. Dengan sulahturahmi ini kita bisa menuangkan segala kegalauan kita, kegelisahan kita. Karena dengan bertemu langsung secara tatap muka maka kita lebih bisa menuangkan ekspresi kita, sehingga kita merasa lebih lega jika kita curhat secara langsung dibandingkan dengan media sosial.



Menjadi Lebih Ceria



Di antara teman kita pasti tidak semuanya pendiam. Pasti ada beberapa di antara mereka yang suka bercanda satu sama lain. Bisa membuat kita tertawa lepas melupakan masalah sejenak. Dan inilah yang menjadikan hidup kita lebih berwarna dan menjadi lebih ceria dalam mengarungi hari-hari kita.


Menambah Rizki


Ternyata silahturahmi bisa nambah rizki lho kawan. Gak percaya?
Yaa inilah yang saya rasakan. Dulu pas tahun pertama aku masih aktif di BEM, aku pernah ikut pelatihan. Aku bertemu dengan seorang teman dan cukup akrab dengan dia. Setelah pelatihan cukup lama tak bertemu, dan kami bertemu lagi ketika aku ikutan demo kenaikan BBM. Dari situ silahturahmi kami mulai terjalin kembali. Kami sering bertemu pas ada cara kajian, dan hingga akhirnya dia menawarkan aku untuk ikutan timnya buat bikin bisnis StartUp, dan aku merasa cita-citaku akhirnya terwujud.


Melatih Diri Terjun ke Lingkungan Sosial




Kita nggak selamanya hidup dalam kesendirian. Suatu saat kita pasti akan hidup bersama dengan masyarakat, bertemu dengan masyarakat lainnya. Jika kalian  kalian mau mulai terjun ke dunia sosial yang asing akan tetapi terlampau malu dan takut melakukannya. Kalian bisa memulai dengan bersilahturahmi dengan teman kalian sendiri dan saudara lainnya.

Nah jadi gimana nih kawan, masih takut buat bersilahturahmi? Ternyata silahturahmi itu banyak manfaatnya lho. Jadi jangan takut buat bersilahturahi.

Minke Khairul Arai

Selasa, 28 Juli 2015

Banyak saya temui member di grup Introvert manapun yang bilang "Aku lebih nyaman di rumah", "Lebih enak di rumah daripada keluar rumah".

Tidak ada yang salah dengan statement tersebut. Karena seorang introvert lebih nyaman menghabiskan waktu di dalam rumah. Akan tetapi yang  perlu diingat kawan, dunia tidak sekecil itu  kawan. Dunia tidak sebesar layar laptop atau smartphone kalian. Dunia sangatlah luas dan

Tidak perlu bersusah payah untuk keluar rumah. Cukup luangkan saja waktu sehari dalam seminggu untuk berjalan-jalan keluar rumah baik itu sendirian ataupun bersama teman-teman. Tidak perlu takut tersesat jika keluar rumah, karena teknologi yang kita miliki sekarang sudah cukup canggih. Ke manapun kalian pergi pasti akan kembali lagi ke rumah dengan selamat.

Berikut manfaat yang kalian dapat ketika memulai melangkahkan kaki kalian keluar rumah.

Menambah Ketrampilan dalam Bersosial



Saat kita melangkahkan kaki keluar rumah, maka kita akan bertemu dengan orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Atau bahkan kita akan bertemu dengan seseorang yang sebelumnya hanya kita temui dalam dunia media sosial.

Bagi seorang introvert berkomunikasi dengan orang asing yang tidak dikenal mungkin adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi kawan, jika kita membuka diri untuk memulai pembicaraan dengan orang di sekitar kita setiap melakukan perjalanan, itu akan menjadikan kita lebih pandai dalam bersosial. Dimanapun kita berada akan mudah dalam beradaptasi.

Menemukan Hal Baru


Ketika kita memutuskan untuk keluar rumah, Tentunya kita akan menemukan hal baru yang tidak pernah ditemui di dalam rumah. Kalian akan bertemu dengan banyak  hal yang sebelumnya tidak pernah kalian pikirkan. Kalian mempunyai ekspektasi baru, alami pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, mencicipi makanan baru. Dengan semua itu, niscaya mood kita disegarkan kembali.


Rasa Syukur pada Tuhan


Ketika kalian keluar dari rumah, kalian tentunya akan menemukan banyak hal yang dapat membuat kalian merasa lebih bersyukur dengan kehidupan kalian sekarang. Berjalan ke berbagai tempat akan membuat kalian merasakan suatu bentuk kehidupan lain yang tentunya berbeda dengan kehidupan kalian.

Misalnya, saat kalian berjalan-jalan dan mengamati berbagai kesenjangan sosial antara masyarakat yang mampu dan masyarakat yang mungkin tidak bisa seberuntung kalian. Saat itulah mata kalian akan terbuka dan Anda harus memaknainya dengan rasa syukur.


Menghilangkan Stres



Kalian bosan dengan rutinitas yang tidak berubah setiap hari, seperti sekolah, les, belajar, dll. Inilah saatnya kalian ngluyur keluar rumah. Cobalah luangkan waktu kalian untuk pergi sejenak melupakan  rutinitas sehari-hari yang membosankan sehingga pikiran  lebih rileks. Saat kalian keluar rumah, terutama ke tempat-tempat yang Anda sukai, seperti pantai atau gunung, tentu membuat diri kalian lebih bahagia. Dengan demikian, stres akan hilang.


Menjadi Pribadi yang Lebih Ceria



Seringkali kita merasakan galau. Ketika galau terkadang sering di antara kita menulis kegalauan kita di sosial media. Mencurahkan kegalauan kita dengan kata-kata, lalu berharap belas kasihan orang lain untuk berkomentar mengenai kegalauan kita. Eitss, hati-hati itu tidak baik jika kalian terus-menerus melakukan hal itu karena itu hanya menjadikan masalah kalian lebih buruk (baca : Dampak Negatif Terlalu Sering Mengeluh)

Daripada ngeluh doank di funia maya mending kita main aja keluar rumah. Dengan berjalan-jalan keluar rumah  misalkan jogging, mengunjungi tempat yang tenang,  mengunjungi tempat yang kalian sukai, main ke teman lama maka  kalian akan terlihat lebih ceria dan menyenangkan.


Menyehatkan Tubuh



Bisa dibayangkan kalau kalian terus-terusan mengurung diri di rumah. Kerjanya cuma makan tidur lalu online di depan gadget. Badan kalian jadi kurang sehat karena kurangnya aktivitas. Maka dari itu ayo kita main keluar rumah mencari aktivitas lain yang membuat tubuh bergerak lebih aktif biar sehat selalu.


Minke Khairul Arai
 

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Paling Banyak Dibaca