Monday, 14 November 2016




Self talk adalah pembicaraan yang terjadi dalam diri seseorang. Dalam keseharian, self talk menguasai sebagian besar pembicaraan yang terjadi pada setiap individu. Hampir sepanjang waktu dalam kondisi sadar, self talk terjadi, bahkan pada saat seseorang berbincang dengan orang lain. Kita berhenti melakukan self talk hanya saat kita tertidur, pikiran kosong, atau jatuh pingsan.

Self talk dimulai ketika bangun tidur. Contoh paling umum dari self talk saat bangun tidur adalah: ”Jam berapa ini? Jam 5.00. Aku harus segera bangun.” Atau self talk yang jarang terjadi tapi bisa dibiasakan untuk terjadi adalah bersyukur karena telah bangun dari tidur, atau karena tersedia satu hari baru untuk kita. Selanjutnya, self talk terus menerus terjadi dalam diri kita. Selama sehari kita beraktifitas, self talk terus kita lakukan. Self talk berakhir saat kita telah tertidur yaitu saat pikiran sadar sangat turun aktifitasnya.

Hal penting yang perlu kita sadari adalah keputusan untuk bersikap dan bertindak ditentukan oleh self talk. Bahkan perintah dari orang lain hanya akan kita laksanakan setelah dipertimbangkan menggunakan self talk. Sebagai contoh, seorang teman meminta bantuan. Sebelum menyetujui permintaan tersebut dalam diri kita terjadi self talk.

“Bisa tidak ya, aku membantunya. Tapi kan aku sedang tidak sibuk. Aku pasti bisa.”

Lalu kita menjawab,”Ok. Aku bisa”. Lalu kita bertindak untuk membantu teman kita, hingga masalahnya terselesaikan. Jika ada keputusan yang tidak didahului self talk yaitu keputusan yang bersifat spontan, maka self talk akan mempertimbangkan untuk melanjutkan, menghentikan, atau mengubah keputusan kita.

Self talk positif akan menghasilkan perilaku positif. Jika perilaku positif menjadi kebiasaan, maka akan tumbuh kompetensi, bahkan aspek kepribadian baru yang positif. Jadi terus menerus melakukan self talk positif akan mengembangkan diri kita secara positif.

SELF TALK UNTUK MEMBANGUN PRIBADI YANG POSITIF
Membangun pribadi yang positif bukanlah hal yang mudah, tapi self talk positif dapat mengefektifkan prosesnya.

Proses itu berlaku baik untuk membentuk pribadi positif maupun negatif. Terutama karena self talk dipengaruhi oleh keyakinan awal. Misalnya, seseorang memiliki keyakinan awal bahwa dirinya tidak bisa menyelesaikan masalah yang membutuhkan kemampuan analisis matematis. Ketika mendapatkan masalah yang membutuhkan kemampuan tersebut akan timbul self talk.

“Masalah ini tidak akan bisa aku atasi.”

Selanjutnya adalah dia bertindak secara negatif menghindari masalah itu, artinya dia menghindari kemungkinan untuk belajar dan bertumbuh. Hasilnya akan negatif, dia tidak dapat menyelesaikan masalah itu. Akhirnya keyakinan bahwa dia tidak mampu melakukan analisis matematis makin kuat. Jika hal ini terjadi berulang kali, maka jadilah dia orang yang benar-benar tidak kompeten untuk melakukan analisis matematis.

Keyakinan sering kali tidak kita sadari positif atau negatifnya, karena keyakinan tertanam di pikiran bawah sadar. Apa yang ada di pikiran bawah sadar mempengaruhi self talk secara spontan. Karena itu kita perlu waspada jika saat berhadapan dengan masalah, timbul di benak kita self talk negatif. Self talk negatif akan mengikuti proses yang sama yang akhirnya menjadikan diri kita pribadi yang negatif.

Self talk dapat kita manfaatkan untuk pengembangan diri dan membangun kompetensi baru, dengan menggunakannya sebagai mekanisme pertahanan saat menghadapi masalah. Masalah cenderung memicu self talk negatif. Kita dapat mengatasi self talk negatif dengan membantahnya, mengajukan bukti bantahan, dan terakhir mengambil tindakan positif. Dengan senantiasa melakukan hal tersebut, maka kita akan memiliki kebiasaan fokus pada hal positif, berbicara positif, dan bertindak positif. Jika kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bagian dari perilaku keseharian kita, maka kita telah tumbuh menjadi pribadi positif.

Membangun kebiasaan baru memang berat pada mulanya, tetapi semakin sering kita lakukan, maka semakin ringan. Ingat, diri kita dibangun oleh kebiasaan-kebiasaan kita, jadi biasakan melakukan self talk positif. Semakin lama akan semakin mudah, dan tak akan terasa bahwa pada akhirnya kebiasaan berpikir dan bertindak positif akan menjadi bagian integral diri kita, menjadi kompetensi bawah sadar (subconscious competency) yang kita lakukan secara spontan.



0 comments:

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler