Wednesday, 4 February 2015

Mengerjakan tugas kelompok

WARNING! 
Tulisan ini hanya diperuntukkan bagi para sobat KAP yang sering bermasalah ketika mengerjakan tugas kelompok.

Bagi beberapa sobat KAP, menyelesaikan sebuah tugas di sekolah/perkulahan yang diharuskan berkelompok itu sungguh merupakan tekanan batin. Dan masalah yang dikeluhkan juga beragam. Mulai dari geregetan dengan teman yang tak bisa diatur, dicueki teman, merasa kurang aktif ketika berdiskusi, bahkan ada yang kesulitan mendapat kelompok, dan sebagainya.

Nah maka dari itu disini kita membahas dikit demi sedikit hal-hal yang bisa kita usahakan supaya bisa mengurangi kejadian-kejadian yang tak mengenakkan tersebut. Dan dibawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan seputar kerja kelompok yang pernah ditanyakan di grup KAP.

Pertanyaan: “Temanku kok nggak mau ngerjain tugas ya, alesan sibuk lah, nggak bisa lah. Ada aja alesannya.” 
Opsi yang bisa dilakukan:
  • Pertama, atur dulu perencanaan kerja kelompok dengan baik. Kalau setiap tugas bisa dikerjakan di rumah dengan berkirim email, harus dijelaskan secara gamblang tugas masing-masing dan ditarget waktunya agar setiap anak bisa mengumpulkan tugasnya tepat waktu. 
  • Kedua, kalau tugasnya bersifat aktifitas outdoor, (melakukan wawancara, mengunjungi perusahaan atau tempat-tempat tertentu) harus benar-benar ditentukan waktu yang tepat agar kalian bisa melakukannya bersama-sama. Tegaskan kepada teman-teman kalian tidak boleh ada yang sok sibuk.

    Kalau memang ada yang terpaksa tidak bisa hadir, usahakan semua anggota kelompok datang ketika mengerjakan laporannya atau diskusi setelah selesai aktifitas outdoor tersebut. Supaya jika diharuskan presentasi nanti, semua anggota kelompok mengerti apa harus mereka katakan mengenai tugas kalian.

Pertanyaan: “Aku sulit berbicara ketika berdiskusi.“, “teman sekelompokku menganggapku sama sekali tak memikirkan tentang pelajaran karena aku tak terbiasa berbicara di depan banyak orang.”
Option yang bisa dilakukan:
  • Jangan dibawa terlalu serius, keseriusan memang diperlukan dalam mengerjakan pelajaran. Tetapi kadang terlalu serius menjadikan kita terlalu tegang dan malah tidak bisa mengeluarkan apa yang ada di kepala kita. Anggap saja seperti sedang bermain dan teman-teman baru kalian itu seperti sedang curhat, kecuali ketika berdiskusi di depan kelas bersama guru/dosen ketika presentasi.

    Kalau masih ragu dan malu, awali saja pendapat yang bernada seperti pertanyaan dengan awalan, "Kalau begini bisa tidak ya ...", "Kalau tak salah lihat aku kemarin menemukan yang seperti ini..." dan sebagainya.
    Dan untuk masalah ini singkirkan dahulu peribahasa diam itu emas di kepala kalian.



Pertanyaan: “Teman-temanku seperti tak menganggapku ada ketika kami berdiskusi.” Atau ”Mereka tiba-tiba sudah mengumpulkan tugas tanpa sepengetahuanku.”
Option yang bisa dilakukan:
  • Nah ini malah kebalikan pertanyaan yang diatas, entah mungkin karena teman-teman sudah mengira kita sebagai orang yang terlalu pendiam atau nggak pernah berminat dengan pelajaran kelompok, atau menilai kita terlalu dingin terhadap mereka sehingga mereka takut kepada kita, jadinya kita hanya didiamkan saja ketika berdiskusi.
  • Yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini datang kembali pada kita adalah, kita harus selalu aktif berbicara ketika diberi tugas, minimal sering bertanya pada salah satu teman agar tidak dikira terlalu cuek pada tugas.

    Dan juga basa basi tetap diperlukan untuk memperhangat suasana. Misalnya basa-basi, “teman yang lain kemana ya,” padahal sudah jelas-jelas mereka sedang menuju ke tempat berkumpul. Atau di sela-sela diskusi jika sudah tak terlalu serius berbicara seperti ini dan semacamnya, “tasmu belinya dimana, aku belum tau tempat beli tas seperti itu.”  Ya memang bagi sebagian sobat KAP berbasa-basi memanglah tak penting, tapi ini sangat berguna untuk mengakrabkan diri pada mereka dan supaya mereka tau bahwa kita itu terlihat punya kepedulian dan minat yang besar terhadap kerja kelompok tersebut.


Pertanyaan: “Aku kesulitan mendapatkan kelompok.”, “Pernah dalam satu waktu aku tak mendapatkan kelompok lalu tak ada yang sadar bahwa aku sendirian sampai mereka mengumpulkan tugasnya pada hari itu juga.”
Option yang bisa dilakukan:
  • Yang ini memang berat sekali, apalagi ketika tak ada seorangpun yang mengenal kita di kelas, atau beberapa teman yang biasanya dekat dengan kita sedang memusihi kita. Tidak ada cara lain selain kabur dari kelas. Pertama beranikan diri untuk bergabung dengan teman yang dirasa “pernah ramah” kepada kita. Jangan berpikir dahulu untuk mencari kelas yang lain atau mengerjakannya sendiri, option ini hanyalah option terakhir, karena tak mungkin guru atau dosen memberikan tugas berkelompok hanya sekali.
  • Jika memang tak ada seorangpun yang ramah terhadap kita di kelas itu, minta lah pada ketua kelas atau guru untuk dicarikan teman kelompok (jangan takut dan jangan malu, pikirkan saja semata-mata melakukan hal ini untuk menghindari nilai jelek di rapot)
  • Pencegahan: lebih aktiflah di kelas, hindari permusuhan. Sapa dan berbasa basilah pada beberapa teman yang pernah mengobrol dengan kalian. Saya sendiri tau itu memang berat bagi yang tidak terbiasa. Tapi percayalah, ini tidak begitu sulit untuk di praktekkan.
Mungkin sebagian besar yang membaca tulisan ini akan berpikir ... sebaiknya mengerjakan sendiri saja seberat apapun tugasnya, daripada repot dengan teman-teman kelompok yang kurang sepemikiran dengan kita.
Boleh-boleh saja, tetapi kalian harus ingat, dosen/guru memberikan tugas kelompok bukan hanya semata-mata menyelesaikan ketuntasan silabus pelajaran yang bersangkutan, tapi juga untuk melatih agar kita belajar untuk bekerja dalam sebuah team work dan mengungkapkan pendapat dengan baik.

Sobat KAP pernah dengar tentang soft skill kan? Pendek kata, soft skill merupakan ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain, contohnya mampu berinteraksi dengan orang lain., bekerja sama dengan kelompok/instansi lain, dapat menerima pendapat orang lain, dapat mengatur waktu dengan baik, dapat memimpin suatu kelompok dan lain sebagainya.
Di dalam kerja kelompok ini, kita diharapkan belajar mengenai soft skill ini walaupun mungkin tak dijelaskan secara gambang oleh guru. Dan kita mau tak mau harus belajar mengenai skill ini untuk "menambah" kesuksesan kita dalam berkarir. 

Mungkin cukup sekian, apabila ada yang tak cocok di benak kalian para sobat KAP tentang tulisan ini mohon maaf dan mohon ralatnya di kolom komentar :)


1 comments:

Anonymous said...

Gue banget dah

Tentang KAP

Selamat datang di keluarga kecil Komunitas Anak Pendiam!

Komunitas Anak Pendiam atau sering disingkat dengan KAP. Merupakan sebuah komunitas yang diisi oleh anak-anak pendiam dari seluruh penjuru Indonesia. Kami berharap komunitas ini bisa menjadi tempat bertukar cerita, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam menjalani hidup sebagai pendiam.

Mari bergabung di grup KAP (Komunitas Anak Pendiam)..

Terpopuler